Thursday, August 18, 2022

Plus Imitasi Ala Oliver Knott

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Akuarium aquascaping berukuran 120 cm x 40 cm x 30 cm di salah satu sisi ruang keluarga di kediaman Frisca itu tampak megah. Sepintas dapat ditebak gayanya: natural. Namun, ada sesuatu yang lain saat isi akuarium itu dilihat lebih seksama. Tampak sebuah perahu mainan ditanam di tengah-tengah tanaman air. ‘Perahu itu membuat suasana jadi lebih hidup,’ kata Frisca.

Frisca yang sebelumnya pantang memakai material imitasi untuk aquascaping, pandangannya terhadap gaya natural mulai berbelok setelah melihat gaya Oliver Knott dari Jerman di salah satu situs aquascaping. Di situs itu ditampilkan beragam gaya Oliver. Salah satunya taman bambu yang dilengkapi pahatan patung budha. ‘Rupanya penambahan bahan imitasi itu dapat mempercantik kesan aquascaping secara keseluruhan,’ ujar alumnus magister manajemen Universitas Narotama di Surabaya.

Khas

Sejatinya karya Oliver tetap kental dengan nuansa lansekap pemandangan alam yang banyak bermain dengan tanaman. Tidak seperti aquascaper lainnya yang lebih memilih banyak jenis tanaman sesuai tema, Oliver malah banyak menyisipkan material buatan seperti patung keramik, pohon imitasi, dan mainan plastik. Semua di luar pakem serbaalami.

‘Tak ada yang salah dengan artificial material,’ kata Oliver saat dihubungi Trubus melalui surat elektronik. Menurutnya aquascape adalah realisasi nyata dari imajinasinya. ‘Saat melihat akuarium, saya tahu apa yang ingin saya buat,’ tambahnya.

Pada AGA International Aquascaping Contest 2005 di Amerika Serikat, Oliver menyisipkan patung naga yang terbuat dari keramik di antara beragam tanaman Echinodorus tennelus, Hemianthus micranthemoides, Ludwigia arcurata, Cryptocoryne albia, dan Hydroctyle leucocephala dalam akuarium 250 l. Pantas aquascaping itu menjadi perbincangan hobiis dunia. Kehadiran patung naga yang sedang mengendap di balik tanaman, menanti ikan-ikan Colisa lalia datang menguatkan tema dragon garden.

Karya lain pria yang menekuni aquascaping sejak sepuluh tahun lalu itu bahkan berhasil menyabet kampiun kategori extra large tank popular choice di kontes serupa. Karya dengan tema panorama sungai Amerika Selatan dijejali 12 tanaman air khas Amazon. Namun, yang istimewa adalah imitasi raksasa berdiameter 80 cm yang ditaruh di tengah akuarium ukuran 4,5 m x 1,2 m x 1 m itu. Pohon itu menjadi titik sentral dalam aquascaping.

Tema urban

Menurut Oliver Knott, ia tidak terpaku pada aquascaping dengan tema pemandangan alam saja. ‘Lansekap suasana urban yang dapat ditemui sehari-hari, misal sapi yang tengah merumput, kawanan panda, atau safari afrika juga menarik,’ ujar Oliver. Atau aktivitas lain seperti suasana pertandingan sepakbola, karnaval, dan halloween.

Pada aquascaping dengan tema urban, tanaman air yang dipakai tak banyak, 1-3 tanaman saja. Mereka dipilih yang punya penampilan seperti hamparan rumput, misal Glossostigma elatinoides, Hydrocotyle maritima, dan Lilaenopsis .Yang justru menjadi fokus utama adalah bahan plastik dan gips patung binatang, topeng, atau tengkorak. ‘Kombinasi ini membuat aquascaping tampak indah,’ kata Oliver.

Sampai perhelatan pameran ikan hias Aquarama 2007 di Singapura, aquascaping masih didominasi gaya natural. Tak terlihat peserta kontes yang meletakkan bahan buatan dalam aquascaping. Meski demikian bukan tak mungkin gaya oliver akan mendunia. Di tangan Oliver, bahan buatan dapat dipadu harmonis dengan bahan alami. ‘Tak mudah memadukan bahan buatan dalam akuarium karena perlu keahlian khusus. Itu untuk menghilangkan kesan campur tangan manusia,’ ujar Hary Luhur, aquascaper di Jakarta Barat.

Menurut Ir Henry Raharja, pemakaian material buatan wajar dilakukan karena kayu-kayuan sudah menjadi barang langka di Eropa. ‘Mereka (Eropa, red) tak punya hutan. Wajar bila menggunakan artificial wood,’ kata pemilik Evergreen Aquarium di Bandung itu. Namun, Henry berpendapat belum perlu meniru Oliver lantaran Indonesia masih kaya berbagai material alami. ‘Indonesia masih punya banyak akar bakau dan kayu gunung yang unik,’ tambahnya.

Sepak terjang Oliver membuka wacana baru di dunia aquascaping. Ia menginspirasi banyak aquascaper dunia dalam berkreativitas. ‘Aquascaping merupakan objek pencitraan imajinasi,’ kata Oliver. (Andretha Helmina)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img