Tuesday, August 9, 2022

Poles Jawara Tunggal Sejati

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Harry mempersiapkan widuri sejak 5 – 6 bulan sebelum kontes. Sebelumnya ia memilih anakan widuri berdaun 7 – 8 helai yang sosoknya kompak. Widuri yang terpilih diletakkan jauh dari lalu-lalang orang sehingga tak terganggu. ‘Kalau daun sering kesenggol, pertumbuhannya tidak bagus,’ kata pemilik nurseri Irene Flora itu.

Harry meletakkan widuri di tengah rak beralaskan pot biasa sehingga posisinya lebih tinggi dibandingkan aglaonema lain. Dengan begitu tanaman lebih mudah dikontrol dari serangan hama dan penyakit. Selain itu, ‘Widuri bisa mendapatkan sinar matahari cukup dari pagi hingga sore dan sirkulasi udara yang baik,’ ujar Harry.

Perawatan ideal

Agar widuri tumbuh prima, Harry memberikan pupuk lambat urai yang dicampur ke media campuran sekam mentah, kaliandra, andam, cocopeat, dan pasir malang dengan perbandingan 5:1:1:2:1. Kelembapan lingkungan sekitar tanaman dijaga dengan pengabutan 3 kali sehari masing-masing selama 30 detik. Nah menjelang kontes, daun aglaonema yang tumbuh di bawah naungan jaring peneduh 75% itu dilap dengan air bersih untuk menghilangkan debu sehingga tampak mengkilap.

Harry ekstrahati-hati merawat si tunggal, karena kesalahan kecil saja bisa menjadi fatal. ‘Posisi daun salah sedikit atau rusak, predikat juara bisa bergeser ke aglaonema lain,’ tutur Gatot Purwoko, juri di Jakarta menegaskan. Pemilik tanaman pun mesti memulai lagi dari awal proses ‘mencetak’ aglaonema tunggal juara. Pada tanaman majemuk ‘kesalahan’ itu lebih mudah diatasi. Daun yang rusak bisa dibuang tanpa mempengaruhi kekompakan tanaman, bagian kosong bisa diisi dengan menarik daun terdekat.

Makanya acungan jempol juga ditujukan buat 10 aglaonema tunggal peraih gelar the best ten pada ajang Greg Hambali Award 2009. Sebut saja moonlight milik Robert Suryakusuma yang meraih juara pertama, harlequin koleksi Edward Ekayono di posisi ke-2, dan mutiara koleksi Anugerah Firmanto yang meraih piala perunggu. ‘Kesepuluh aglaonema nominasi itu terbaik dari segi warna dan sosok. Itu cerminan dari perawatan ideal,’ kata Gatot.

Pilih pendek

Para jagoan kelas tunggal sepakat: aglaonema juara bisa dicetak asal mematuhi 3 kunci. ‘Pemilihan bakalan tepat, teknik pembentukan tepat, dan perawatan ekstra,’ tutur Songgo Tjahaja. Kolektor aglaonema di Jakarta Barat itu pernah menggegerkan kontes di Trubus Agro Expo di Cibubur, Jakarta Timur, pada 9 September 2006 dengan gelar juara tunggal lewat chao phraya.Padahal aglaonema hibrid Thailand itu rewel dan sulit dirawat. Menurut Songgo idealnya pilih bakalan bertangkai pendek. Contohnya angela, adelia, mutiara, legacy, rindu, tiara, rossa, dan widuri.

Aglaonema bertangkai pendek melahirkan sosok yang kompak dan padat. Berbeda dengan sri rejeki bertangkai panjang, misal diana, dud unyamanee, lady valentine, madame soeroyo, dan ruby. ‘Aglaonema tangkai panjang umumnya nglancir jika tampil sendiri. Banyak ruang kosong terlihat sehingga tanaman tidak kompak,’ kata M Al Barokah, perawat aglaonema di nurseri Irene Flora.

Menurut Handry Chuhairy, kolektor di Tangerang, Banten, posisi tumbuh daun aglaonema seperti tangga berputar. Satu putaran terbentuk dari 6 – 7 daun yang posisinya bergeser sedikit demi sedikit. Biasanya tajuk terbentuk apik membulat setelah jumlah daun minimal 10. Bila ditarik garis tengah, posisi di kiri-kanan garis terlihat seimbang. Pantas dengan karakter seperti itu jika 1 daun terpaksa dibuang – rusak karena terserang hama, penyakit, atau robek – keindahan aglaonema tunggal berkurang.

Bakalan juga idealnya memiliki jarak antarruas yang pendek. Makin pendek tanaman makin terlihat padat. Contohnya siti nurhaliza, siti nurbaya, dan srikandi. Ukuran batang besar lebih disukai karena biasanya memiliki daun lebih besar dan tangkai lebih kokoh ketimbang yang berbatang kecil. Pilihlah bakalan dengan 3 – 5 daun. ‘Makin dini dibentuk makin bagus,’ tutur Handry.

Kejar cahaya

Bentuk tajuk membulat – selain karena karakter jenis aglaonema bersangkutan – dipengaruhi oleh pengaturan cahaya yang diterima tanaman. Jika sri rejeki hanya mendapat cahaya dari arah tertentu, misal timur, maka pertumbuhan daunnya hanya ke arah timur. Musababnya auksin – hormon pertumbuhan – terhambat di bagian terkena cahaya. Pada bagian terlindungi, produksi auksin berlangsung terus sehingga bagian itu terus tumbuh. Akibatnya pertumbuhan tanaman bengkok ke arah datangnya sinar. ‘Sifat alamiah itu dikenal dengan istilah fototropisme,’ kata Ir Edhi Sandra MSi, kepala unit kultur jaringan di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, IPB.

Makanya penerimaan cahaya mesti diatur supaya merata ke seluruh bagian tanaman. Menurut Harry, kolektor pemenang juara ke-1 dan 3 kelas tunggal kontes aglaonema di Bintaro, Tangerang, sri rejeki yang hanya mendapat cahaya dari satu sisi sebaiknya posisinya diputar 180o setiap 1 – 2 minggu. ‘Dengan begitu ketika tanaman bengkok sedikit bisa langsung dinormalkan pertumbuhannya,’ kata Harry.

Anugerah Firmanto memilih meletakkan aglaonema di bawah shading net berlapis 2, 65% dan 55%. Jarak antara jaring peneduh itu 1 m. Dengan kerapatan seperti itu sri rejeki mendapat cahaya matahari yang cukup dari pagi hingga sore. Meski begitu, Anugerah tetap memutar aglaonema setiap 1 – 2 minggu. ‘Posisi matahari kan selalu bergeser, kadang agak ke utara atau selatan,’ kata kolektor di Tangerang, Banten, itu.

Awas penyakit

Faktor penting lain, pemupukan. Kesalahan yang kerap dilakukan hobiis, aglaonema dipupuk dengan pupuk berkandungan N tinggi. Akibatnya daun baru yang muncul ukurannya meraksasa sehingga tidak imbang dengan daun sebelumnya. Barokah menyarankan penggunaan pupuk seimbang dengan pupuk lambat urai yang diberikan setiap 3 bulan. Atau pupuk daun dengan frekuensi 2 minggu 1 kali. Dengan begitu daun pertama hingga yang paling muda ukurannya seimbang.

Hama dan penyakit yang bisa membuat daun rusak – sehingga merusak komposisi tajuk – diatasi dengan penyemprotan pestisida yang disesuaikan dengan serangan. Dosis sesuai dengan anjuran. Untuk tindakan pencegahan Harry meletakkan aglaonema di tempat yang bersih dengan sirkulasi udara baik sehingga hama dan penyakit tak berkembang.

Sementara untuk menghindari kerusakan karena bersinggungan, aglaonema diletakkan di tengah rak atau jarak antartanaman dibuat renggang. Jika Anda berniat melombakan aglaonema di kelas tunggal maka peganglah kuncinya. Pemilihan bakalan, pembentukan, dan perawatan intensif. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Destika Cahyana)

 

Menuju Tangga Juara

  1. 1. Pilih bakalan dengan 3 – 5 daun. Makin kecil, pembentukan tajuk makin baik. Pilih anakan dari jenis yang bertangkai pendek, jarak antarruas dekat, dan batang kokoh. Contohnya angela, adelia, mutiara, legacy, rindu, tiara, rossa, dan widuri
  2. 2. Pupuk dengan pupuk NPK imbang. Jika menggunakan pupuk slow release berikan 3 bulan sekali. Pupuk daun berikan 2 minggu sekali.
  3. 3. Bila cahaya datang dari 1 arah, putar pot 180° setiap 1 – 2 minggu agar daun tumbuh merata. Beri tanda pada pot agar sudut pemutaran tepat.
  4. 4. Alternatif lain, letakkan tanaman di tengah kebun sehingga penerimaan cahaya pagi – sore cukup merata ke seluruh bagian tanaman.
  5. 5. Letakkan aglaonema di tempat yang steril – misal di tengah rak atau jarak antartanaman renggang sehingga daun tak saling bersinggungan – untuk menghindari kerusakan. Agar terhindar dari hama dan penyakit letakkan aglaonema di tempat yang bersih dengan sirkulasi udara baik. Jika terserang, semprotkan pestisida dengan dosis sesuai anjuran.

Menuju Cahaya

Aglaonema normal yang mendapat cahaya hanya dari 1 sisi

Hormon pertumbuhan, auksin, terhambat di bagian terkena cahaya. Pada bagian terlindungi, produksi auksin berlangsung terus sehingga bagian itu terus tumbuh

Pertumbuhan aglaonema akan bengkok ke arah datangnya cahaya

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img