Thursday, June 20, 2024

Potensi Antioksidan Ekstrak Bajakah dan Herbal Lain Lawan Kista Hati

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Bajakah merupakan tanaman obat asli Indonesia yang berpotensi menjadi herbal mengatasi kista hati. Manfaat bajakah telah dirasakan Indriani Ningsih—bukan nama sebenarnya. Semula sebelum konsumsi tanaman obat itu ia kerap merasakan sakit di perut.

Dokter pun menyarankan Indriani menjalani pengobatan lanjutan dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) di rumah sakit. Berharap sembuh, ia pun menuruti saran dokter itu.

Bajakah merupakan tanaman obat asli Indonesia yang berpotensi menjadi herbal mengatasi kista hati. Foto : Dok. Trubus

Hasil pemeriksaan USG menunjukkan terdapat kista sepanjang 12,69 cm di hati Indriani.  Itulah penyebab sakit di perut selama 3 bulan sejak Juli 2023.

Dokter menganjurkan Indriani menjalani operasi pengangkatan kista. Namun ia tidak menuruti anjuran itu lantaran kekhawatiran efek operasi dan biaya yang relatif tinggi.

Prihatin melihat kondisi Indriani, sang anak, Meira Anjani—bukan nama sebenarnya—mencari pengobatan herbal di salah satu rumah sakit holistik di Kota Yogyakarta.

Indriani mendapatkan beragam herbal seperti ekstrak bajakah dalam bentuk pulveres dengan takaran 5 g per satu kali konsumsi. Ia juga memperoleh kantong teh berbobot 2 g yang berbahan dasar rosela, sarang semut, dan beras.

Indriani mengonsumsi herbal itu 3 kali sehari demi mengharap kesembuhan. Ia juga mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. “Saya tidak makan gorengan dan mengurangi makan olahan gandum,” ujar nenek 4 cucu itu.

Setelah 1,5 bulan rutin mengonsumsi ramuan herbal bajakah, Indriani pun menjalani pemeriksaan USG lagi. Hasilnya kista yang ia miliki mengecil sampai 93,4% sehingga hanya tersisa 1 cm.

Selang 4 bulan setelah mengonsumsi herbal, ukuran kista Indriani hanya 0,5 cm pada Oktober 2023.  Kini ia bisa beraktivitas tanpa keluhan karena kondisi kesehatan yang berangsur membaik.

Herbalis sekaligus dosen Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Apt. Kintoko,M.Sc., mengatakan bahwa polifenol dan flavonoid dalam bajakah berkhasiat kuat untuk penyembuhan penyakit seperti kista.

Menurut Kintoko kedua senyawa bekerja melalui mekanisme antioksidan, antiradang, dan apoptosis. Secara umum memang pengembangan bajakah banyak digunakan untuk penyembuhan kanker terutama kanker payudara.

Herbalis sekaligus dosen Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, Dr. Apt. Kintoko, M.Sc. Foto : Dok. Kintoko

Namun demikian, pengobatan antara kanker dan kista tidak jauh berbeda. “Secara prinsip keduanya masuk sebagai sel-sel tidak normal. Namun karakternya beda. Kanker bersifat ganas, sedangkan kista tidak. Ya, secara umum sel kanker atau kista yg diinduksi apoptosis akan mati secara fisiologis,” ujar ketua Apoteker Praktik Herbal Indonesia itu.

Ia juga menyarankan penyajian bajakah tidak dalam bentuk herbal tunggal. Namun digabung dengan bahan alami lainnya atau poliherbal. Misal dalam penyembuhan Indriani menggunakna rosela dan beras hitam.

Menurut Doktor Kin—sapaan akrab Kintoko—hal itu supaya kinerja antioksidan bajakah dilengkapi dengan antioksidan lain seperti antosianin dari beras hitam yang distabilkan dengan asam organik dari rosela sehingga berfungsi lebih efektif dan stabil.

“Masa penyembuhan dengan ramuan tersebut mencapai 4 bulan,” kata Doktor Kin.

Ia menggarisbawahi bahwa bajakah memiliki ragam varietas yang digunakan untuk aneka penyakit pula. Setiap bajakah punya potensi masing-masing seperti bajakah akar kuning bagus untuk penyakit liver dan diabetes.

Dokter kin menuturkan bajakah tampala super dan bajakah tampala merah cocok untuk kanker payudara. Pada kasus Indriani, bajakah yang digunakan merupakan bajakah suberectus dari Pulau Sumatra.

Bajakah asal Sumatra memiliki khasiat yang lebih baik bila dilihat dari kondisi agroklimat yang tumbuh di ketinggian lebih dari 600 meter d atas permukaan laut (m dpl).

“Kondisi tumbuh tanaman yang baik menentukan kandungan senyawa organik yang menentukan khasiatnya,” ujar alumnus Guangxi Medical University, Tiongkok, itu.

Penelitian Youwu Huang dari Sekolah Farmasi Universitas Shanghai mengemukakan bahwa tingginya kandungan senyawa fenolik bajakah mencapai 1.33 μg/ mL.

Kandungan fenol yang tinggi merupakan penghambat kerusakan sel yang menjadi dalang timbulnya penyakit seperti radang paru-paru, artritis rheumatoid, aterosklerosis, psoriasis, tumor ganas, dan fibrosis kista.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Budidaya Udang Vannamei Superintensif, Padat Tebar Padat Hasil Panen

Trubus.id—Budidaya udang vannamei superintensif  merupakan cara budidaya dengan tingkat kepadatan tinggi mencapai 1.000 ekor per m2 atau rata-rata 370...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img