Saturday, December 3, 2022

Potensi Bisnis Matoa Menjanjikan

Rekomendasi

Trubus.id — Semula matoa tumbuh di pekarangan. Kini muncul pekebun yang menanam matoa. Prospek bisnis matoa terbilang menjanjikan. Purwo Hadi Subroto, S.P., menuai sekitar 780 kg matoa per panen dari 13 tanaman miliknya.

Dua tanaman matoa berada di pekarangan, sedangkan sisanya berada di lahan dekat rumah yang ditanam pada 2008. Purwo memang sengaja menanam matoa karena menguntungkan.

Warga Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Riau, itu menjual matoa seharga Rp30.000–Rp40.000 per kg. Omzet Puro dari perniagaan matoa Rp23 juta per panen atau Rp46 juta dalam setahun. Matoa dua kali berbuah per tahun.

Tidak heran Purwo menambah populasi tanaman anggota famili Sapindaceae itu hingga 100 pohon di lahan seluas 1,5 hektare pada 2016. Tujuannya, meningkatkan penghasilan dari matoa. Namun, banyak aral yang dihadapi sehingga kini tersisa 30 tanaman. Andai mampu mengatasi beragam aral, pekebun dapat meraup untung maksimal.

Purwo menambahkan matoa berbuah perdana pada umur 2 tahun yang menghasilkan 18 kg buah per tanaman. Saat ini kapasitas produksi matoa Purwo 60–80 kg per sekali panen per tanaman.

“Pasokan itu baru memenuhi sekitar 70 persen permintaan,” kata Purwo.

Memenuhi permintaan tentu kian sulit karena populasi tanaman milik Purwo berkurang. Mayoritas permintaan matoa dari Jakarta dan Kota Bogor, Jawa Barat yang mencapai 200–500 kg buah saban bulan.

Pangsa pasar luar kota mendominasi hingga 70 persen, sedangkan pasar Kota Pekanbaru menyerap produksi sekitar 30 persen. Menurut Purwo, penjualan matoa relatif mudah di Kota Pekanbaru lantaran para pengepul kerap berkeliling mencari matoa (Pometia pinnata).

Purwo mengatakan, pemilik pohon terima bersih karena pengepul yang memanen buah. Namun, Purwo jarang menjual ke pengepul karena sudah punya pasar khusus memasok ke pasar swalayan dan end user. Alasannya, harga jual lebih tinggi. Adapun harga matoa di tingkat pengepul hanya Rp10.000–Rp15.000 per kg.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img