Wednesday, April 17, 2024

Potensi Daun Kenikir dan Daun Sendok Membantu Mengatasi Tuberkulosis

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Daun kenikir (Cosmos caudatus) mempunyai manfaat antiinflamasi, bakterisida, antifungi, dan antioksidan. Ekstrak daun sendok (Plantago major) juga mengandung triterpenoid, asam ursolat, dan asam oleanolat.  Isolat senyawa ursolat dan asam oleanolat memiliki aktivitas penghambatan M. tuberculosis.

Adapun tanaman kenikir telah banyak digunakan sebagai obat penyakit tuberkulosis di Uganda. Tanaman anggota famili Asteraceae itu mengandung saponin, flavonoid, polifpenol, dan minyak asiri yang mudah menguap.

“Dengan potensi itu akhirnya saya meriset daun kenikir dan daun sendok sebagai antiTB,” tutur dosen Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. rer. nat. Apt. Hj. Tanti Tatang Irianti, M.Sc. Penelitian itu bertujuan mengetahui aktivitas daun kenikir dan daun sendok terhadap M. tuberculosis H37Rv.

Ia menggunakan konsentrasi masing-masing 0,25; 0,5; dan 1 mg/ml untuk menumbuhkan bakteri M. tuberculosis yang dilakukan selama 10 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak larut etil asetat daun kenikir sebesar 1 mg/ml mampu membunuh M. tuberculosis.

Hasil uji aktivitantituberkulosis ekstrak larut etil asetat daun sendok menunjukkan adanya pertumbuhan koloni M. tuberculosis pada konsentrasi terendah 0,25 mg/ml. Hal itu membuktikan bahwa konsentrasi 0,25 mg/ml belum memberikan nilai kadar bunuh minimum (KBM) untuk pertumbuhan M. tuberculosis.

Namun, konsentrasi 0,5 mg/ml bukanlah nilai KBM karena adanya perbedaan warna media. Dikhawatirkan terjadi pengurangan nutrisi di media Lowenstein Jensen (LJ) sehingga menyebabkan M. tuberculosis tidak tumbuh. Bila konsentrasi 0,5 mg/ml sebagai nilai KBM dapat menyebabkan data menjadi bias. Adapun ekstrak larut etil asetat daun sendok dengan konsentrasi 1 mg/ml menunjukkan tidak adanya pertumbuhan M. tuberculosis di semua pengulangan (3 kali).

Media LJ juga tetap berwarna hijau[1]biru, permukaan media tetap halus, dan media tidak rusak atau luruh. Berdasarkan hasil pengamatan, konsentrasi 1 mg/ ml merupakan nilai KBM ekstrak larut etil asetat daun sendok terhadap pertumbuhan M. tuberculosis.

Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Ambarwulan, belum pernah menggunakan daun kenikir untuk pengobatan TB. “Kalau daun sendok pernah,” ujar Yayuk.

Yayuk cenderung menggunakan daun kenikir untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien, menambah kadar hemoglobin, menstabilkan gula, dan antiradang. Sementara daun sendok ampuh mengobati batuk,  dan radang tenggorokan, flu, sinus, Tb, dan paru-paru. Untuk melawan bakteri TB, Yayuk biasanya menambahkan sambilata, temulawak, dan kunyit.

“Namun, saya tetap mewajibkan pasien minum obat dokter dengan teratur,” kata Yayuk. Pasalnya pengobatan bakteri TB tergolong sulit. Tuberkulosis memang perlu penanganan yang disiplin. Terlewat 5 menit saja bakteri berkembang biak dengan cepat di dalam paru-paru. Penyakit itu juga mempunyai daya yang kuat untuk melawan obat.

 “Pasien harus mempunyai persetujuan dokter kalau mau menambah herbal untuk terapi pengobatan TB,” ujar Yayuk. Kebersihan dan sirkulasi udara di rumah juga harus terjaga. Pasien pun harus rajin berjemur di bawah sinar matahari pagi, rutin minum susu jika tidak alergi susu, serta makan teratur dan bergizi.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peternak di Kabupaten Magelang Sukses Silangkan Ayam Poland

Trubus.id—Penggemar ayam poland di Indonesia berasal dari berbagai daerah. Alasannya karena sosok ayam poland sangat unik. Muhammad Doni Saputra...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img