Wednesday, February 8, 2023

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Rekomendasi

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis. 

Fitria Yuliana, ketua tim pembuatan inovasi itu, mengatakan, ceker ayam memiliki banyak kandungan kolagen di dalamnya. Menurut para ahli dapat dimanfaatkan untuk pengobatan banyak penyakit degeneratif terkait hipertensi dan dislipidemia sehingga berpotensi dijadikan alternatif pengobatan aterosklerosis.

Penyakit kardiovaskular, salah satunya aterosklerosis, merupakan penyebab kematian lebih dari 470.000 penduduk di Indonesia setiap tahun. World Health Organization menyebutkan aterosklerosis menjadi faktor risiko utama kematian nomor satu di dunia dengan potensi peningkatan kasus mencapai sekitar 23,6 juta angka kematian pada 2030.

Lebih lanjut, menurut mahasiswa kedokteran hewan itu, penyakit ini bersifat asimtomatik sehingga seringkali tidak terdeteksi dan semakin memburuk seiring berjalannya waktu. 

Terapi kimia yang paling umum diberikan untuk penderita aterosklerosis adalah obat golongan statin. Akan tetapi, statin memiliki beberapa efek samping terkait myalgia serta penurunan fungsi hati dan ginjal bagi penderita sirosis hati.

Sementara itu, A. Hutami Pratiwi, anggota tim lainnya, menyebut, perlu adanya inovasi baru pengobatan aterosklerosis menggunakan bahan alami dengan minim efek samping.

Melansir dari laman Universitas Gadjah Mada, Hutami menjelaskan, aterosklerosis dapat terjadi ketika terdapat penumpukan kolesterol yang berlebihan di dalam pembuluh darah akibat dari konsumsi makanan yang tinggi lemak, obesitas, rendahnya aktivitas fisik, hipertensi, dan kebiasaan merokok.

Kolesterol berlebih yang menetap di dalam darah akan teroksidasi dan menumpuk hingga membentuk suatu plak yang dinamakan plak ateroma. Jika dibiarkan terus-menerus, plak tersebut dapat menyumbat aliran darah dan menyebabkan stroke, gagal jantung, bahkan kematian. 

Ceker ayam sendiri merupakan by-product dari rumah potong ayam yang jumlahnya sangat melimpah, tetapi belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat selain sebagai olahan pangan. Padahal, kandungan ceker ayam didominasi oleh kolagen sebesar 22,14 persen dari berat keringnya. 

Ceker ayam memiliki banyak kandungan kolagen di dalamnya. (freepik.com)

Beberapa studi menunjukkan kolagen dapat menghambat terbentuknya plak aterosklerotik dengan cara menguatkan jaringan otot polos dan mencegah adhesi leukosit.

Kandungan kolagen yang sangat melimpah dari berat kering ceker ayam membuatnya berpotensi dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis untuk menambah nilai guna ceker ayam.

Meski demikian, kolagen memiliki kekurangan yakni tidak mudah diserap oleh tubuh sehingga tidak efisien dan membutuhkan waktu yang relatif lama. Oleh karena itu, Fitria dan Hutami, beserta rekan lainnya melakukan hidrolisis ekstrak kolagen menjadi collagen tripeptide agar menjadi senyawa yang lebih sederhana dan mampu memaksimalkan absorpsi bioaktif, membuat sediaan lebih stabil dan meningkatkan efikasi obat.

Hasil dari penelitian ini membuktikan pemberian collagen tripeptide limbah ceker ayam dosis 500mg/kgBB pada tikus Sprague dawley model aterosklerosis secara signifikan mampu memperbaiki profil lipid, mengurangi makrofag dan sel otot polos sebagai komponen utama pembentukan lesi aterosklerotik, serta aman bagi fungsi hati dan ginjal sehingga berpotensi menjadi alternatif pengobatan sekaligus pencegahan penyakit aterosklerosis.

Selain Fitria dan Hutami, mahasiswa lainnya yang tergabung dalam tim pengembangan inovasi ini adalah Nuril Qolbi Safitri dari Prodi Kedokteran Hewan, Faisa Alroy Ansori dari Kedokteran Hewan, dan Marsha Laksita Erbianita dari Fakultas Farmasi. Tim ini dibimbing langsung oleh drh. Anggi Muhtar Pratama, M.Sc. dari Fakultas Kedokteran Hewan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img