Saturday, December 3, 2022

Potensi Sorgum sebagai Substitusi Gandum

Rekomendasi

Trubus.id — Pasokan gandum untuk Indonesia masih mengandalkan impor. Hal ini karena gandum merupakan salah satu komoditas yang sulit dibudidayakan di Indonesia. Sebetulnya, sorgum berpotensi sebagai bahan pangan lokal substitusi gandum. Sorgum juga tumbuh optimal di Indonesia.

Bulir sorgum bisa diolah menjadi tepung seperti gandum. Sorgum juga bebas gluten sehingga lebih sehat dan aman dikonsumsi masyarakat. Kelebihan lainnya adalah perasan batang atau nira bisa diolah menjadi gula cair dan kecap. Ampas perasan batang sorgum pun memungkinkan diolah menjadi pakan ternak.

Menurut Dr. Endang Gati Lestari, M.Si ., Peneliti Sorgum di Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, secara garis besar sorgum mempunyai peluang dikembangkan sebagai substitusi gandum.

“Namun, bukan berarti menggantikan gandum,” kata Endang.

Endang menilai tekstur sorgum berbeda dengan gandum karena nongluten. Keunggulan sorgum mengandung protein tinggi, lemak, dan kalsium tinggi sehingga mempunyai peluang dikembangkan sebagai pangan sehat. Tentu sasarannya adalah masyarakat ekonomi menengah ke atas yang ingin mengonsumsi pangan sehat.

Indonesia memiliki banyak varietas unggul sorgum antara lain Numbu, Super, KD4, dan Bioguma. Varietas Bioguma yang dikembangkan secara luas mempunyai kelebihan produksi bulir tinggi, biomassa batang tinggi mencapai 40–50 ton per hektare, dan kandungan gulanya tinggi sehingga dapat dikembangkan untuk beragam bahan pangan.

Lebih lanjut, menurutnya produsen telah mengembangkan produk berbahan sorgum berupa beras, tepung, kecap, dan gula cair. Ampas batang pun bisa diolah menjadi pakan ternak. Pemanenannya mudah karena bisa diratun hingga 3 kali.

Rendemen dari beras menjadi tepung sorgum varietas Bioguma pun sudah ideal mencapai 70–80 persen. Warnanya putih bersih dan aromanya banyak disukai. Rasa dari nasinya pun enak, gurih, dan pulen.

Dari segi harga jual, menurut Endang, tepung sorgum relatif lebih mahal dibanding terigu. Alasannya, sarana pascapanen seperti mesin penepung terbatas dan permintaan dari konsumen pun belum besar.

“Andai semua aral itu terentaskan tentu sorgum mampu bersaing dengan gandum,” papar Endang.

Dapatkan informasi lebih detail tentang pangan alternatif sorgum di Majalah Trubus Edisi 636 November 2022. Majalah Trubus memberikan pandangan baru dari para pakar seputar peluang pangan lokal sebagai prioritas pangan nasional.

Segera dapatkan Majalah Trubus Edisi 636 November 2022 di Trubus Online Shop atau hubungi WhatsApp admin pemasaran Majalah Trubus.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img