Tuesday, February 27, 2024

Prediksi Badai Jadi Polemik, Kepala BRIN Angkat Suara

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Polemik prediksi badai dahsyat akhir-akhir ini menjadi perbincangan publik. Di tengah era digital saat ini, informasi sains dengan mudah didapat. Pernyataan yang dimulai dari unggahan salah satu peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menuai berbagai respons publik. Laksana Tri Handoko, Kepala BRIN, turut memberi penjelasan terkait polemik itu.

“Akademisi memiliki kebebasan akademis dan otoritas keilmuan sesuai bidangnya, di dalam komunitas ilmiah. Dalam memberikan otoritas atas informasi sains di ruang publik, otoritas tersebut tidak berlaku. Ruang publik memiliki dampak dan konsekuensi hukum yang luas,” kata Handoko.

Sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia, BRIN merujuk pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai informasi dan prediksi cuaca dan iklim.

“Kami mengacu terhadap BMKG yang mengeluarkan informasi tentang kondisi cuaca. Selama ini kami bekerja sama erat dengan BMKG. Informasi cuaca, publik harus mengacu ke BMKG,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya Indonesia telah memiliki regulasi yang jelas terkait otoritas informasi publik, dan menjadi tugas bersama untuk memperkuat pemahaman publik.

Sebelumnya, Erma Yulihastin, Pakar Klimatologi di Pusat Iklim dan Atmosfer BRIN, memprediksi cuaca ekstrem yang bakal terjadi pada Rabu 28 Desember 2022.

Menanggapi hal itu, Handoko mengungkapkan, prediksi cuaca hujan ekstrem hingga badai dahsyat yang diutarakan oleh Erma Yulihastin itu bersifat personal, bukan resmi yang dikeluarkan oleh BRIN.

“Kemarin adalah pendapat personal periset BRIN, bukan dari BRIN,” tandasnya, dikutip dari laman Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Kendati demikian, menurutnya, bukan berarti BRIN tidak memiliki tanggung jawab dan berkontribusi atas informasi publik. Pada sebagian besar kasus, kata Handoko, BRIN turut menjadi pemasok data utama berbagai informasi, termasuk untuk kebakaran hutan, cuaca, iklim, kebencanaan, kesehatan, nuklir, dan lain sebagainya.

Handoko menyatakan, BRIN memiliki banyak periset mumpuni di hampir semua bidang keilmuan. Akan tetapi, ia kembali menegaskan, bukan berarti BRIN sebagai lembaga yang memiliki otoritas keilmuan di semua bidang.

Otoritas keilmuan dimiliki oleh para periset BRIN sesuai kepakarannya. Disebutkannya, otoritas informasi sains di ruang publik yang dimiliki BRIN hanya informasi benda jatuh dari angkasa sesuai UU 21/2013 tentang Keantariksaan.

Beragam kasus misinformasi semacam ini, menurut Handoko, harus semakin menyadarkan kita semua akan pentingnya penguatan literasi sains bagi publik. Sebagai lembaga pemerintah untuk riset dan inovasi, BRIN tentu menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab atas hal ini.

“Khususnya BRIN, kami sedang bekerja keras untuk membenahi, tidak hanya ekosistem riset dan inovasi, tetapi juga meningkatkan standar dan norma serta budaya ilmiah di kalangan periset secara nasional,” paparnya.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img