Saturday, June 22, 2024

Provinsi Aceh, Salah Satu Sentra Serai Wangi di Indonesia

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Seperti diketahui, tanaman serai wangi menjadi salah satu tanaman penghasil minyak asiri di Indonesia. Banyak masyarakat di berbagai daerah telah membudidayakan serai wangi. Sentra produksi serai wangi di Indonesia di antaranya Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Timur.

Di Indonesia, minyak serai wangi dikenal sebagai komoditas ekspor. Minyak asiri serai wangi diperoleh melalui proses penyulingan dari bagian daun tanaman serai wangi.  

Untuk meningkatkan kualitas minyak asiri serai wangi, Kementerian Pertanian (Kementan) telah melepas beberapa varietas unggul di antaranya Serai wangi 1, Sitronan 1 Agribun, dan Sitronan 2 Agribun.

Mengutip dari laman Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, sebelum benih serai wangi diedarkan dilakukan penetapan dan penilaian kebun sumber benih. Pelaksanaan kegiatan penetapan dan penilaian kebun sumber benih serai wangi dilakukan oleh oleh tim yang terdiri atas Direktorat Jenderal Perkebunan, Pemulia Tanaman, dan Pengawas Benih Tanaman.

Pelaksanaan penilaian dan penetapan kebun sumber benih serai wangi mengacu pada Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 123/Kpts/KB.020/10/2018 tanggal 10 Oktober 2018 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengawasan Benih Tanaman Serai Wangi (Andropogon nardus L.).

Sentra serai wangi Aceh

Berdasarkan Statistik Ditjenbun 2021 serai wangi yang berkembang di provinsi Aceh tersebar di beberapa kabupaten dengan luas total 3.194 hektare, terbanyak di Kabupaten Aceh Selatan seluas 1.476 hektare, Kabupaten Aceh Jaya seluas 383 hektare, dan Kabupaten Aceh Barat seluas 306 hektare.

Dari sebaran pengembangan serai wangi cukup luas di Provinsi Aceh yang merespons untuk menjadi penangkar benih dari daerah Atu Lintang yang luas pengembangannya hanya 18 hektare. Adapun daerah lainnya hanya melakukan penanaman dan proses penyulingan.

Menurut petani dan pelaksana pengembangan serai wangi di Aceh, sebagian besar pertanaman serai wangi berasal dari petani masa lalu dan introduksi benih serai wangi dari Pulau Jawa dan Sumatra Barat.

Pertanaman serai wangi di Atu Lintang sudah lebih dari 6 tahun. Tanaman tersebut berasal dari benih lokal yang berpindah dari petani satu sampai ke petani lainnya dari daerah lain sehingga sampai ke Atu Lintang.

Keragaman populasi antarrumpun di Atu Lintang secara morfologi pada areal yang akan ditetapkan sebagai benih lokal ada empat bentuk rumpun. Pertama, rumpun berdaun sempit, pendek, dan tegak. Kedua, rumpun berdaun sempit bagian tengah berdaun tegak dan daun tua terkulai. Ketiga, rumpun berdaun lebar bagian tengah agak tegak dan daun tua terkulai. Keempat, rumpun berdaun lebar terkulai.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Lapangan Penetapan Kebun Sumber Benih Seraiwangi Unggul Lokal di Kabupaten Aceh Tengah seluas 1,5 hektare dinyatakan layak dengan produksi untuk dua kali panen dalam setahun sebanyak 1.356.653 anakan per tahun.

Varietas unggul lokal sebaiknya didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) bertujuan menumbuhkan kesadaran dan pemahaman Pemerintah Daerah terhadap pentingnya pemanfaatan dan pendaftaran varietas lokal serta mengidentifikasi varietas lokal sebagai sumber keragaman genetik, menyelamatkan sumber daya genetik tanaman di Indonesia.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Ingin Tanam Alpukat? Catat Jenis Alpukat Menurut Permintaan Pasar

Trubus.id—Alpukat premium menjadi incaran pasar. Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama Vendi Tri Suseno, S.T.P., kriteria alpukat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img