Sunday, May 19, 2024

Pupuk Hayati dari Cucian Beras dan Bekatul Tingkatkan Produksi Padi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Warga di Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Aba Junaedi Sahidj meracik pupuk hayati berbahan air cucian beras dan bekatul. Ia menyebutnya jakaba alias jamur keberuntungan abadi. Abadi musababnya melalui proses fermentasi.

Adapun keberuntungan karena saat Aba memberikan jakaba untuk tanaman padi dan produksi melonjak. Ia melarutkan 400 ml jakaba dalam 16 liter air dan menyemprotkannya untuk tanaman berumur 15—60 hari. Frekuensi penyemprotan hanya sekali sepekan selama periode tanam.

Aba tetap menamburkan pupuk anorganik, tetapi dosis berkurang 50% atau hanya 250 kg per ha. Biasanya ia memerluakan 500 kg pupuk anorganik yang mengandung unsur nitrogen, fosfat, dan kalium per ha.

Oleh karena itu, ia menghemat 50% biaya pemupukan anorganik. Meski pupuk kimia berkurang 50%, ia tetap memanen 100 karung besar per hektare (ha). Produksi itu setara dengan penggunaan 500 kg pupuk anorganik.

Menurut Aba, jakaba bukan sekadar meningkatkan produksi tanaman. Ramuan hayati itu juga mampu melawan penyakit layu pada cabai akibat cendawan Fusarium spp. dan antraknos Colletotrichum spp. Sejatinya bahan utama ramuan jakaba adalah leri atau air cucuian beras.

Leri mengandung protein dan vitamin B1 yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Citra Wulandari dan rekan dari Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, menyatakan vitamin B1 merupakan kelompok vitamin B yang berperan mengonversikan karbohidrat menjadi energi untuk menggerakkan aktivitas di dalam tanaman. Selain itu Citra juga meyebutkan vitamin B1 berfungsi merangsang pertumbuhan serta meningkatkan metabolisme akar

Bikin Pupuk Hayati

  1. Sediakan air cucian beras hanya pada bilasan pertama. Air cucian beras pertama mengandung banyak karbohidrat.
  2. Siapkan ember dan gunakan untuk menampung air cucian beras.
  3. Tambahkan bekatul dalam air cucian beras. Langkah ini tidak wajib. Gunanya untuk meningkatkan keberhasilan munculnya jakaba.
  4. Tutup ember dengan kain yang diikatkan sekeliling ember untuk melindungi cairan dari serangga dan menjaga sirkulasi udara.
  5. Letakkan ember di tempat yang sejuk. Biarkan selama sebulan tanpa dibuka. Jakaba berhasil dibuat bila muncul bongkahan seperti koral.
  6. Aplikasikan pada tanaman dengan mengencerkan 200 ml cairan jakaba dengan 4,8 liter air.
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img