Monday, March 16, 2026

Putsa Dirompes Kian Montok

Rekomendasi
- Advertisement -

Andai ia mengikuti perawatan ala Yanto, di Joglo, Jakarta Barat, buah seukuran tomat akan menghiasi tabulampot. Kuncinya, pengaturan cahaya, merompes daun dan buah, serta pemupukan.

Membuahkan putsa dalam tabulampot jadi momok banyak hobiis dan pekebun. Buktinya, puluhan pesan singkat kerap masuk ke telepon genggam Prakoso Heryono, penangkar buah-buahan di Demak. ”Mereka mengeluh buah putsa di tabulampot kisut,” tutur Prakoso. Awalnya bunga keluar serentak lalu berganti menjadi ratusan buah seukuran ruas jari kelingking. Namun, seiring berjalannya waktu, buah tak kunjung besar, malah busuk dan menghitam. ”Dari 30, paling hanya 5 buah yang besar,” ujar Nonot—panggilan akrab Prakoso Heryono.

oh, itu bukan berarti apel india itu tak bisa tampil gemuk. Buktinya Yanto, pemilik Keboen Joglo di Jakarta Barat, berhasil memontokkan putsa di tabulampot. ”Awal mencoba memang buah kecil-kecil, tapi kini tidak lagi,” kata Yanto. Kuncinya cahaya cukup, penjarangan daun dan buah, serta pemupukan tepat.

Lingkungan kering

Apel india itu senang hidup di lingkungan kering. Makanya, gunakan media yang porous. Pakai campuran sekam bakar, sekam mentah, tanah merah, dan pupuk kandang sapi. Komposisinya 1:1:1:1. Supaya putsa tumbuh baik, ganti media setahun sekali. Jangan lupa saat memindahkan putsa ke pot lebih besar taruh sekam bakar atau sekam mentah di permukaan bawah media. Itu untuk menjaga agar air mengalir lancar, tapi tanah dan pupuk tidak terbawa.

Meski suka lingkungan kering untuk pembuahan dibutuhkan cukup air. Lakukan penyiraman 2 kali sehari, pagi dan sore. Memasuki masa generatif lakukan stresing air bila ingin mendapatkan bunga serempak. Caranya, hentikan sementara penyiraman. Pada hari ke-5 perlakuan, putsa disiram kembali. Saat itu kondisi daun menguning, tapi beberapa hari kemudian kembali hijau diiringi munculnya calon buah.

Saat buah muncul, perompesan daun dan buah dilakukan. Tujuannya agar hara diserap tanaman dikonsentrasikan untuk membesarkan buah. Rompeslah daun tua atau daun yang mulai tak produktif. Cirinya warna daun kuning. Perompesan dimulai sedini mungkin, biasanya saat tanaman setinggi 30 cm. Saat daun baru tumbuh sebulan kemudian, daun tua yang tersisa dirompes lagi. Daun dekat buah pun dirompes. Petik 3 daun di dekat buah  supaya buah mendapat cukup unsur harauntuk membesar.

Seleksi buah

Pentil buah yang muncul serempak tak perlu dibesarkan semua. Seleksi agar yang tersisa mencapai ukuran maksimal sekitar 100 g per buah. Rompes 40% dari total populasi. Seleksi dilakukan saat buah seukuran buku jari kelingking. Buah yang dirompes adalah yang mengkerut, kehitaman, dan kering. Untuk memperkuat buah yang tersisa, semprotkan minyak ikan. Dosisnya 1 tutup botol dicampur 2 liter air. Niscaya buah yang semula rontok 40% dari total populasi jadi 20%.

Montoknya buah juga ditentukan oleh pemupukan. Selama masa vegetatif berikan pupuk NPK 20:40:20. Dosis satu sendok teh dengan frekuensi pemberian seminggu sekali. Pilihan lain, setelah 2 bulan sejak dipotkan beri NPK seimbang 16:16:16 sebanyak 20 butir pada ukuran pot 10 cm x15 cm. Itu dilakukan 2 minggu sekali selama 2 bulan. Setelah itu pindah ke pot diameter 20 cm. Saat itu tambah dosis pupuk jadi 1 sendok teh setiap 2 minggu. Tiga bulan kemudian tambahkan pupuk kandang sapi, dosisnya kira-kira 2 gelas air.

Saat bunga muncul kurangi dosis pupuk hingga setengah dosis awal. Ganti pupuk dengan NPK majemuk 16:16:16 atau 13:13:21. Taburkan di atas media sebulan sekali. Contoh, untuk pot berdiameter 40 cm dosis 1 sendok teh NPK. Lakukan pemupukan selama buah membesar. Penasaran ingin memiliki putsa montok di tabulampot? Silakan mencoba! (Lastioro Anmi Tambunan)

 

Previous article
Next article

Artikel Terbaru

Ragam Pakan Hidup Favorit Ikan Louhan dan Manfaatnya

Ikan louhan dikenal sebagai ikan karnivora yang rakus dan aktif saat mencari pakan hidup. Di banyak akuarium, pemandangan louhan...

More Articles Like This