Friday, December 9, 2022

Rafflesiana : Raksasa dari Belantara Borneo

Rekomendasi

Di antara kantong semar, hanya rafflesiana dan Nepenthes macfarlanei yang dikaruniai gigi. Wajar jika di pedalaman Kalimantan Barat, kantong raksasa itu kerap digunakan sebagai perangkap tikus. Kantongnya memang amat kuat, tak mudah sobek. Begitu tikus masuk ke kantong, bagian mulut mengatup rapat.

Rafflesiana juga mudah dikenali. Sepasang sayap berduri kecil tumbuh di sepanjang kantong. Kelebihan lain nepenthes itu adalah leher penghubung mulut dan tutup dapat diputar ke seluruh arah. Tutupnya berukuran lebar dan berbentuk kubah. Warna kantong bawah biasanya cokelat atau hijau secara keseluruhan, ada pula kantong putih dengan bintik-bintik merah dan cokelat. Sedangkan kantong bagian atas umumnya putih. Ia lebih elastis dan berbentuk mirip corong panjang.

Raksasa ungu

Kantong rafflesiana ditemukan pertama kali oleh Dr William Jack pada 1819. Saat itu Jack tengah bertugas sebagai dokter bedah di Singapura. Enam belas tahun kemudian barulah nama Nepenthes rafflesiana disematkan untuk menghormati Sir Stamford Raffles, pendiri Tumasik alias Singapura. Rafflesiana terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Singapura, dan Semenanjung Malaysia. Tumbuh bergerombol, di tepi pantai hingga ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Meski demikian ia lebih banyak dijumpai di rawa gambut dan tebing-tebing. Di daerah-daerah itu ia hidup bersama dengan N. ampullaria , N. gracilis, dan N. reinwardtiana.

Nepenthes rafflesiana terdiri atas beberapa varietas. Yang terkenal antara lain varietas squat red. Secara harfiah squat berarti gemuk pendek. Red menunjukan warna merah gelap hingga merah darah. Varietas lain, N. elongata berwarna putih berbintik merah. Bentuk kantong lonjong. Sekujur batangnya ditumbuhi rambut putih halus mengesankan perempuan tua beruban.

Sekelompok raksasa ini: singapore giant, bau giant, sarawak giant, dan brunei giant tergolong varietas N. rafflesiana yang menarik. Tinggi kantong mencapai 30 cm membuatnya dikatakan raksasa. Penopang kantong berupa batang juga amat panjang, mencapai 50 cm. Kesamaan lainnya adalah kantong mereka berwarna ungu.

Jangkrik

Nepenthes rafflesiana tumbuh cepat. Pada umur 3 tahun, memasuki masa dewasa. Pada saat itu tajuk tanaman mencapai 1,5 m. Oleh karena itu ia tidak cocok sebagai tanaman terrarium. Rafflesiana sangat cocok untuk hobiis pemula lantaran perawatannya mudah. Ia hanya membutuhkan siang yang panas, malam yang hangat dengan suhu 25 – 40o C, dan kelembapan sekitar 70%. Tempat yang terbaik baginya adalah ruang terbuka dengan naungan 50%.

Kendi kera – nama lain nepenthes – menghendaki media lembap yang porous, antara lain pasir, cocopeat, humus, rockwoll, cacahan batang pakis, dan spaghnum moss. Hindari pemupukan berlebihan karena menyebabkan daun dan kantong terbakar.

Nepenthes mendapatkan hara melalui kantong penangkap mangsa. Jika tidak ada serangga terperangkap di kantong, berikan serangga makanan burung atau ikan seperti kroto, semut, atau jangkrik. Pakan berlebihan menyebabkan kantong membusuk.
Hindari penggunaan air keran secara langsung karena berkadar kimia tinggi. Endapkan air siraman beberapa hari. Yang terbaik adalah air hujan, air destilata, air tampungan, maupun air mineral. Beberapa minggu setelah pemangkasan, tanaman mulai membentuk pucuk baru yang kemudian memproduksi kantong bawah. Pemangkasan diabaikan jika hobiis menginginkan pembentukan kantong atas. Rafflesiana dilindungi karena langka. Pastikan Anda mendapatkannya dari hasil budidaya. (M. Apriza Suska, praktikus tanaman hias di Bogor).

Previous articleSuperred Anda Berdarah Murni?
Next articleBerkat Lumpur
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img