Monday, August 8, 2022

Rahasia Manis Siam Banjar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Rasanya yang manis menyegarkan bikin ketagihan.

Sepintas sosok jeruk siam banjar di keranjang itu tak memikat. Kulit buah hijau dengan sedikit semburat kuning. Sosoknya tak secantik jeruk ponkan atau keprok yang kuning mengkilap. Namun, jangan menilai jeruk itu hanya dari sosok. Keistimewaan jeruk siam banjar mulai tampak saat jemari mengupas kulit yang hijau mengkilap. Ketika itu terdengar suara kres, kres, karena kulit garing.

Anggapan mengupas jeruk siam itu sulit pun patah. Siam banjar sungguh mudah terkupas. Sebab, kulitnya tak setipis dan tak selengket jeruk siam yang banyak beredar di pasaran di Pulau Jawa. Tebal kulit 1,3-1,7 mm. Begitu kulit tersingkap, tampak daging buah yang mengundang selera. Rasanya segar sekali, perpaduan antara manis bercampur masam terasa di lidah mirip rasa jeruk keprok. Bila pada umumnya siam agak pahit, jeruk banjar itu nyaris tanpa rasa pahit.

Itulah siam banjar asal Desa Sungai Gampa Asahi, Kabupaten Baritokuala, Kalimantan Selatan. Letaknya sekitar 30 km ke arah selatan dari pusat kota Banjarmasin. Di wilayah itulah cikal bakal siam banjar yang berkembang sejak 1800-an. “Dari sana siam banjar menyebar ke Banjarmasin, Banjarbaru, dan Banjar,” kata Nuriansyah, pemilik Iron Farm.

Sungai besar

Sentra siam banjar yang terkenal ialah Kampung Sungai Madang dan Sungai Gampa, Kabupaten Banjar. Bahkan, siam banjar asal Sungai Madang tak kalah manis dengan siam banjar dari Sungai Gampa. “Saking populernya sekarang nama siam madang mengalahkan siam banjar,” kata Sudjati, mantan polisi yang mengebunkan jeruk di Sungai Gampa sejak 1987. Mantan kepala Polisi Sektor Mandastana, Baritokuala, itu mengebunkan 1 ha jeruk di atas surjan (galengan besar, red) di tengah sawah. Lebar surjan 3,5 m dengan panjang bervariasi. Jarak antartanaman 5 m.

Menurut periset di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Mawardi SP MSc, jeruk asal Sungai Gampa dan Sungai Madang terasa manis karena lokasi kebun di lahan pasang surut dekat aliran sungai besar. Jaraknya tak lebih 1 km dari bibir sungai. Di areal itu lahan tergenangi air saat pasang besar pada purnama dan pasang kecil atau pasang harian. “Tanahnya menjadi subur karena air pasang membawa partikel tanah terlarut yang kaya mineral,” kata Mawardi.

Pekebun menyiasati luapan air dengan membuat gundukan setinggi 60-90 cm atau surjan yang tingginya setara dengan lebar: 3,5-4 m. “Saat pasang jarak permukaan guludan atau galengan minimal 15 cm dari permukaan air agar tidak terendam,” kata Mawardi. Di bawah galengan pekebun menanam padi khas rawa yang tahan genangan air seperti siam unus atau margasari. “Tanaman utamanya jeruk, sementara padi untuk memanfaatkan lahan agar tidak kosong,” kata Sudjati.

Dari lahan pasang surut itulah pekebun seperti Sudjati memanen jeruk nyaris sepanjang tahun: sebulan sekali. Dari 100 pohon ayah 3 anak itu menuai rata-rata 300 kg per panen Itu belum termasuk saat puncak panen pada Juli dan Oktober dengan volume masing-masing 2.000 kg. Dari jumlah itu 40% masuk kelas I, yakni 6 buah per kg, 30% kelas II (13 buah per kg), dan 30% kelas III (sekilo isi 25-26 buah). Harganya Rp3.000-Rp6.000 per kg tergantung musim. “Dalam setahun laba bersih dapat mencapai Rp25-juta dari sehektar,” kata Sudjati.

Dua jenis

Menurut Prof Salamiah, pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, popularitas siam banjar kian menanjak ke pentas nasional pada 2003 dan 2004. Ketika itu siam banjar merajai berbagai kontes jeruk siam dengan meraih juara pertama dan kedua. Pantas, seiring waktu penanaman siam banjar terus meluas. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, luas tanam jeruk banjar mencapai 721 ha pada 2002, lalu meningkat 10% setiap tahun.

Sayang, penambahan areal tak melulu di lahan pasang surut dekat sungai besar. Para pekebun juga menanam bibit siam banjar di lahan yang jauh-berjarak lebih 1 km-dari sungai. “Sebagian lahan hanya tergenang air saat pasang besar, malah banyak yang tak lagi diluapi air sungai secara langsung. Pengaruh pasang hanya pada rembesan air tanah,” kata Mawardi. Kandungan hara seperti magnesium dan kalsium pun jauh lebih rendah. Akibatnya kualitas buah turun dari manis berpadu masam menjadi dominan masam.

Belum lagi karena kualitas bibit yang beragam. “Pekebun sempat bingung karena jeruk masam tak laku,” kata penyuluh pertanian di Mandastana, Baritokuala, Ir Suwandi. Beruntung masa suram itu hanya sebentar karena konsumen jeruk meluas. Tiga tahun belakangan industri sabun cair dan makanan menyerap jeruk masam dari Tanah Banua. “Jeruk muda seukuran bola pingpong pun laku. Pekebun tak perlu menunggu matang,” kata Suwandi.

Sifat masam dan aroma jeruk digunakan sebagai campuran sabun pembersih. Sementara industri makanan memanfaatkan aroma jeruk yang khas. Pedagang pengumpul membeli jeruk muda untuk industri seharga Rp1.500/kg. “Meski murah pekebun tetap untung karena panen lebih cepat. Pascapetik sebulan berikutnya sudah bisa panen kembali dari pohon yang sama,” kata Suwandi

Pantas meski jenis yang ditanam sama kini sentra jeruk siam banjar terbagi 2. “Daerah di tepi sungai besar sentra jeruk segar, sementara daerah jauh dari sungai besar disebut sentra jeruk olahan,” kata Sudjati. Maka bila hendak mencicip siam banjar yang manis dan segar jangan datang ke sembarang sentra, datanglah ke Sungai Gampa, Baritokulala atau Sungai Madang, Banjar. (Ridha YK, Kontributor Trubus Kalimantan Selatan)

Keterangan Foto :

  1. Rasanya manis berpadu asam menyegarkan.
  2. Buah dipetik dari tanaman yang dekat aliran sungai besar
  3. Sudjati, pensiun dini dari polisi untuk berkebun jeruk siam banjar
  4. Pascapetik, sebulan berikutnya jeruk muda sudah bisa dipanen kembali dari pohon yang sama
  5. Pekebun membuat tukungan atau surjan agar dapat menanam jeruk di lahan rawa pasang surut
  6. Jeruk muda diserap industri sabun pembersih dan industri makanan
Previous articleBianglala Berlipat Ganda
Next articleSelai Kulit Pisang
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img