Sunday, August 14, 2022

Raja Kasongan Tebal Nian

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Durian kasongan menjadi incaran para mania durian di Kalimantan Selatan karena lezat dan berdaging tebal.

Denny Irawan spontan menginjak rem saat melihat tulisan “Durian Kasongan” terpampang jelas di tepi Jalan Raya Ahmad Yani Km 15 Landasanulin, Kabupaten Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Pengusaha batubara itu lalu menepi dan menghentikan mobil dekat tumpukan Durio zibethinus di sebuah lapak. “Kita cicip durian dulu, pasti tebal-tebal dan legit,” kata Denny pada Hendra Budiman, sahabatnya.

Denny tak menawar meski harga yang disebutkan penjual fantastis: Rp70.000 untuk sebuah durian kasongan berbobot 1,1 kg. Harga durian lain berbobot sama hanya Rp25.000-Rp50.000 per buah. “Belah saja, yang penting saya minta yang terbaik,” tuturnya.

Begitu buah terbelah, Denny mencomot sepongge durian, lalu melahapnya. “Rasanya manis, legit, dengan sedikit rasa agak pahit,” kata pria 37 tahun itu. Trubus yang ikut bersama rombongan mencicip durian kasongan lain dengan harga setara. Sensasi rasanya sama: legit, tapi tekstur daging buah lebih lembut dan terasa sensasi alkoholik. Daging buah tebal hingga gigi bagai terbenam di dalamnya. Denny mengakhiri icip-icip durian pada petang hari itu dengan membayar Rp300.000 untuk 2 buah yang ludes di tempat serta 3 buah untuk keluarga di rumah.

Spesialis tebal

Menurut Dodi Kusmana, durian kasongan primadona di Kalimantan Selatan. Pengalaman penjual durian di Jalan Raya Ahmad Yani (Banjarbaru) dan Telukdalam (Kota Banjarmasin) itu durian kasongan selalu laris manis diborong para mania durian di Tanah Banua. Sekadar contoh, pada musim durian di pengujung 2012 ini dalam 20 hari, Dodi sudah 7 kali mendatangkan pasokan dari Kasongan. “Sekali kirim 1 mobil pick up berisi sekitar 400-500 buah,” ujarnya. Jumlah sebanyak itu biasanya habis dalam 3 hari. Pembelinya para pelancong yang datang ke Tanah Banua dan mania setempat.

Pekebun durian di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Andy Putra Barito Susanto, menuturkan nama durian kasongan terkenal layaknya durian rancamaya di Jawa Barat atau durian medan di Sumatera Utara. Nama kasongan merujuk daerah asal durian itu di Kasongan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Mantan kepala Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika, Solok, Sumatera Barat, Dr Achmadi, mengatakan kelompok durian asal Kasongan secara genetik berdaging tebal. “Ciri khas itu mirip kelompok ras-ras manusia yang spesifik di berbagai daerah,” katanya.

Keunggulan genetik itu didukung iklim dan kondisi geografis yang cocok buat pertumbuhan Durio zibethinus. Kasongan tergolong dataran rendah yang mendapat cukup banyak paparan sinar matahari. Wilayah itu juga dialiri sungai-sungai besar sehingga cukup air, tapi tidak tergenang karena bukan daerah rawa. Pohon durian umumnya tumbuh di bantaran sungai hingga 1 km dari tepi sungai. Wilayah lain di bagian selatan Kasongan cenderung berupa rawa pasang surut, sementara di bagian utara yang elevasinya lebih tinggi lebih sedikit mendapat paparan sinar matahari.

“Pada kondisi seperti di Kasongan laju fotosintesis optimal sehingga aliran makanan dari source ke sink (dari dapur ke tempat penyimpanan, red) berlangsung sempurna. Pongge buah yang menjadi penyimpanan makanan menjadi tebal,” kata Dr Izhar Khairullah, dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Produksi karbohidrat pun optimal sehingga rasa daging buah manis.

Kaki lima

Ingatan Trubus pun melayang ke Desember tahun silam saat melakukan perjalanan ke Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, melewati Kasongan. Di tepi jalan raya Kasongan menuju Sampit lapak durian muncul bagai jamur di musim hujan. Di sana durian mulai berlimpah biasanya sejak pertengahan September. Trubus menyambangi 2 lapak yang dipilih secara acak. Meski durian tak dipilih secara selektif, dari 5 buah yang dicicip semuanya berdaging tebal. Perbedaannya hanya pada kombinasi cita rasa pahit, agak pahit, dan legit yang beragam.

“Berburu durian di sini tak seperti di Jawa yang harus datang langsung ke pohon. Di tepi jalan pun sudah puas,” kata Indra Wijaya, pengusaha logam asal Jakarta yang juga mencicip durian kasongan. Pantas bila durian asal Kasongan yang menyebar ke penjuru Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan selalu ludes diburu mania. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)

Keterangan Foto :

  1. Daging buah tebal, manis, dan legit
  2. Nama Kasongan menjadi daya tarik buat para mania durian di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan
  3. Variasi rasa legit, pahit, agak pahit, dapat ditemui pada durian kasongan
  4. Wilayah Kasongan yang cukup mendapat air tapi tidak tergenang cocok buat pertumbuhan durian. Sinar matahari yang penuh membuat laju fotosintesis optimal sehingga rasa durian manis
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img