Sunday, August 14, 2022

Raksasa dan Liliput Pulau Sibuyan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Penampilan sibuyanensis dan argentii laksana bumi dan langit meski sama-sama endemik Gunung Guiting-Guiting dan Mayo. Itu karena habitat mereka berbeda. Sibuyanensis ditemukan pada ketinggian 1.250-1.500 m dpl. Ia tumbuh terestrial dan membentuk batang memanjat di antara semak yang tingginya di atas 1 m. Ketakung itu tumbuh subur di bawah sinar matahari langsung atau sedikit ternaungi.

N. argentii hidup di ketinggian 1.400-1.900 m dpl. Areal sekitarnya berbatu dan miskin hara. Di sana angin bertiup kencang dan temperatur gampang berubah. Hujan pun turun terus-menerus.

Bertahan hidup

Sibuyanensis tumbuh meraksasa untuk bertahan hidup. Musababnya vegetasi tempat tumbuh berupa semak yang daunnya berlilin. Di sana serangga pemakan daun jarang dijumpai. Yang banyak ditemui justru jasad renik pemakan materi yang sudah mati atau serasah daun. Sibuyanensis beradaptasi dengan memproduksi banyak kantong bawah berukuran jumbo dan sedikit kantong atas. Tujuannya agar banyak serangga di lantai hutan dan tanah yang terjebak masuk ke dalam kantong.

Penampilan kantong bawah sibuyanensis pun tak lazim. Panjang tendril atau sulur sekitar 1 m. Nepenthes lain, umumnya kurang dari 30 cm. Dengan tendril panjang kantong dapat menyusup melalui kepadatan vegetasi yang lebih rendah dan berakhir di tanah. Kantong atas hanya diproduksi saat tanaman tumbuh memanjat di vegetasi yang lebih tinggi.

Sibuyanensis terbesar yang saya temukan di alam tumbuh memanjat setinggi 2,5 m. Lebar batangnya 3 cm. Daun berwarna hijau kekuningan sepanjang 30 cm dan lebar 7 cm. Bentuk kantong silindris dengan tinggi 22 cm; lebar 7 cm. Namun, ada juga kantong sibuyanensis yang sangat ramping. Bagian tengah mirip N. burkeii dan N. ventricosa. Permukaan dalam kantong berwarna jingga kekuningan, sedangkan bagian luar berbercak merah dengan dasar jingga kekuningan.

Tutup kantong sibuyanensis kekuningan dengan semburat merah yang beragam, mulai merah terang hingga gelap. Warna peristome pun bervariasi dari terang hingga gelap. Biasanya peristom berwarna merah atau ungu lebih tua dibanding bagian sisinya.

Mengecil

Cara argentii beradaptasi lain lagi. Demi melindungi diri dari tiupan angin kencang dan guyuran hujan periuk kera itu memperkecil ukuran tubuh. Dengan begitu nepenthes yang secara formal dideskripsikan pada 1997 itu ternaungi dan terlindung vegetasi sekitar. Daun yang pendek membuat ia tumbuh kompak. Di beberapa tempat, argentii tumbuh memanjat, tapi tingginya di bawah tanaman inang. Bila tumbuh di atas vegetasi sekitar, nepenthes yang namanya diambil dari George Argent-pengumpul spesimen pertama pada 1989-langsung terkena angin dan hujan. Makanya kobe-kobe itu bukan pemanjat sejati, tapi tumbuhnya terestrial memanjat.

Sifat kantong argentii mirip sibuyanensis. Keduanya sama-sama menggantung melalui vegetasi sekitar dan berakhir di permukaan tanah. Namun, argentii berevolusi menjadi salah satu jenis nepenthes terkecil. Tinggi dan lebar kantongnya hanya 2,4 cm. Semua bagian kantong argentii berwarna merah kejinggaan dan berbercak merah dan ungu. Sementara peristome, ungu tua atau hitam. Ukuran daunnya normal. Spesimen daun dewasa berdiameter maksimal 25 cm dan panjangnya 12 cm.

Kehidupan sibuyanensis dan argentii tampaknya tak bakal terganggu tangan jahat manusia. Maklum, keduanya tumbuh di puncak gunung terpencil yang sulit dicapai. Gunung Mayo berketinggian 1.747 m dpl hanya bisa dicapai dengan mendaki punggung gunung yang meruncing selebar cuma beberapa meter. Pada kedua tepi punggung bukit juga ada jurang curam yang dalamnya ratusan meter. Tak heran bila ahli botani dan turis jarang yang mengunjungi habitat asli anggota famili Nepenthaceae itu. Gunung Guiting-Guiting jauh lebih tinggi lagi. Puncaknya mencapai 2.057 m dpl. Pantas sang raksasa dan liliput pun tumbuh sentosa di Pulau Sibuyan.***

Previous articleDaun Ungu
Next articleAglaonema Terbaik Indonesia
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img