Tuesday, February 27, 2024

Rambutan Kontrol Gula Darah

Rekomendasi
- Advertisement -

Biji rambutan manjur mengontrol kadar gula darah.

Biji rambutan mampu menurunkan kadar gula darah.
Biji rambutan mampu menurunkan kadar gula darah.

Ini kudapan tak lazim bagi dr Zainal Gani. Dokter alumnus Universitas Brawijaya itu menggorengnya setelah dibumbui bawang putih dan garam. “Rasanya enak dan gurih. Biji rambutan kaya protein sehingga baik untuk kesehatan,” ujar dokter sekaligus herbalis di Kota Malang, Jawa Timur itu. Selain enak dan bergizi, ternyata biji rambutan juga berkhasiat. Itu dibuktikan oleh Lestari Rahayu dari Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Jakarta Selatan.

Lestari membuktikan bahwa biji Nephelium lappaceum itu mampu menetralkan penyakit gula alias diabetes mellitus. Bersama dua rekannya, Latif Zakir dan Sesilia Andriani Keban, Lestari menemukan khasiat air seduhan biji rambutan mampu menurunkan kadar gula darah hewan uji dan khasiatnya tak berbeda secara signifikan dengan glibenklamid—obat standar medis penurun gula darah.

Pola hidup
Menurut dokter spesialis penyakit dalam di Rumasakit dr Soetomo, Surabaya, dr Arijanto Jonosewojo SpPD FINASIM, pemicu diabetes bermacam-macam. Beberapa di antaranya adalah faktor genetik, pola hidup, kekurangan nutrisi, dan sindrom. Penyakit diabetes melalui beberapa fase, yaitu fase kompensasi, fase dekompensasi, sindrom trias diabetes akut, dan gejala kronik diabetes mellitus.

Dokter sekaligus herbalis dari Universitas Airlangga, dr Arijanto Jonosewojo SpPD.
Dokter sekaligus herbalis dari Universitas Airlangga, dr Arijanto Jonosewojo SpPD.

Fase kompensasi gejalanya banyak makan (polifagi), banyak minum (polidipsi), dan banyak berkemih (poliuri). “Tanpa penanganan medis, perbaikan pola konsumsi, atau upaya penyembuhan lain, fase kompensasi akan berlanjut kepada fase dekompensasi lalu memasuki sindrom trias,” kata Arijanto. Gejala utama sindrom trias diabetes akut adalah penurunan bobot badan.

Berikutnya muncul gejala kronik seperti lemas atau mudah lelah, sering kesemutan, penurunan kemampuan seksual, gangguan penglihatan, kaku otot, dan sakit sendi. Untuk memastikan seseorang menderita diabetes, dokter mengukur kadar antibodi darah jenis HbA1c atau gula puasa di dalam darah yang menggambarkan kondisi gula darah selama 3 bulan.

HbA1c berbeda dengan gula puasa selama 2 jam. “Nilai HbA1c kurang dari 6,5% berarti kendali diabetes baik. Nilai HbA1c 6.5—8% menggambarkan kendali diabetes sedang, sementara nilai lebih dari 8% menunjukkan kendali diabetes buruk. Gula puasa hanya menggambarkan kondisi gula darah hari itu saja sehingga tidak bisa menjadi tolok ukur yang valid.

Penyakit warisan
Menurut Arijanto diabetes akibat faktor genetik dapat menurun. “Apabila ibu menderita diabetes sementara ayah tidak maka kemungkinan anak diabetes sebesar 33%. Namun, jika kedua orang tua menderita diabetes maka kemungkinan anaknya diabetes adalah 66%,” ujarnya. Itu sebabnya anak dari keluarga yang mempunyai riwayat diabetes harus menjaga gaya hidup dan pola konsumsi.

Diet karbohidrat sebuah keharusan bagi pengidap diabetes mellitus.
Diet karbohidrat sebuah keharusan bagi pengidap diabetes mellitus.

Salah satunya adalah dengan menghindari konsumsi makanan instan. Musababnya makanan jenis itu mengandung zat-zat pemicu diabetes. Hindari juga karbohidrat sederhana dan gorengan. Yang kedua yaitu dengan rajin berolahraga. “Olahraga efektif mengontrol kadar gula dalam darah,” ujar dr Arijanto. Jika sudah terkena diabetes, penderita dianjurkan diet dengan makan sedikit tetapi sering.

Sehari bisa enam kali. “Tujuan mengatur diet seperti itu akan membakar seluruh kalori yang terserap. Langkah itu sebagai solusi jika dikhawatirkan makan 3 kali sehari dengan jumlah besar kalorinya tidak terbakar sempurna,” kata ketua program studi Pengobatan Tradisional Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, itu. Untuk terapi penderita diabetes wajib mengatur pola hidup, cara hidup, dan istirahat yang cukup.

“Apabila kadar gula darah masih tinggi, pasien harus berdiet. Saat terapi penderita diabetes tidak harus mengonsumsi obat. Namun, harus ada aktivitas setiap hari untuk membakar kalori,” ujar Arijanto. Bila langkah satu dan dua belum bisa mengatasi tingginya kadar gula, maka harus minum obat antidiabetes dari dokter. Apabila ketiga terapi belum bisa menurunkan kadar glukosa harus mengunakan penambahan insulin dalam tubuh.

Bila masih tidak bisa juga, maka harus melakukan tranplantasi pankreas. Penderita diabetes melitus tipe 1 memerlukan asupan insulin sejak awal. Sementara penderita diabetes tipe 2 masih bisa “disembuhkan”. “Tubuh penderita diabetes tipe 2 mampu memproduksi insulin, tetapi mungkin jumlahnya tidak mencukupi. Dapat juga reseptor cukup tapi kualitas insulin rendah. Di sanalah peran obat, meningkatkan produksi atau efektivitas insulin.

dr Zainal Gani memanfaatkan biji rambutan sebagai kudapan.
dr Zainal Gani memanfaatkan biji rambutan sebagai kudapan.

Berdasarkan riset Lestari dan rekan, biji rambutan juga mampu menurunkan kadar gula darah. Dalam penelitian itu, Lestari menggunakan 30 tikus jantan umur 2—3 bulan dengan bobot 20—35 g sebagai hewan uji. Agar tikus mengalami hiperglikemia atau kelebihan gula darah, ia memberikan aloksan tetrahidrat 1%. Zat itu ia berikan pada tikus dengan dosis 250 mg per kg berat badan selama 10 hari.

Dosis itu meningkatkan kadar gula darah tikus sehingga siap memperoleh perlakuan. Untuk perlakuan, Lestari menyeduh 12 g serbuk kering biji rambutan dengan 100 ml air mendidih. Ia mengaduk larutan itu selama 10 menit sembari menunggu dingin. Lestari membagi dosisnya menjadi 3 bagian, yaitu dosis rendah 1,56 g, sedang (2,34 g), dan dosis tinggi (3,12 g)—semua per kg bobot tubuh.

Sebagai kontrol positif dan juga perbandingan, Lestari menggunakan glibenklamid dosis 0,65 mg. Hasilnya gula darah tikus yang mengonsumsi seduhan biji anggota famili Sapindaceae itu dengan dosis tinggi 3,12 g berangsur-angsur turun dari 230 mg/dl menjadi 150 mg/dl selang 4 hari dan menjadi 90 mg/dl 12 hari kemudian. Bandingkan dengan kontrol negatif yang relatif stabil di angka 190—220 mg/dl.

Beragam senyawa berkhasiat seperti fenol dan asam lemak yang merupakan bagian flavonoid berfungsi mencegah kerusakan pankreas akibat aloksan tetrahidat. Dampaknya gula darah dapat terkontrol. Khasiat biji rambutan sebagai antidiabetes masih belum banyak diketahui masyarakat. Menurut Zainal Gani masyarakat lebih mengenal daun ciplukan, sambiloto, daun salam, dan brotowali untuk mengatasi diabetes.

Namun, menurutnya obat-obatan tradisional itu lebih cocok untuk diabetes tipe 2 stadium ringan. “Cocok untuk kadar gula darah pascamakan di angka 150—160 mg/dl,” ujarnya. Arijanto menuturkan hal senada, bila masih stadium awal, penggunaan herbal cukup efektif tetapi tetap harus diimbangi pola hidup yang sehat. “Herbal itu sebagai komplementer atau pelengkap, tetapi obat medis jangan ditinggalkan,” ujarnya.

Tiap penderita diabetes bisa jadi mempunyai cara penyembuhan berbeda. Namun, riset Lestari mampu mengubah pola pikir kebanyakan orang yang selama ini menyia-nyiakan biji rambutan setelah menikmati daging buahnya. Dengan pengolahan sederhana, biji itu efektif mengendalikan gula darah pasien diabetes. (Bondan Setyawan)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img