Monday, August 8, 2022

Ramuan Alami & Seksualitas

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Setahun terakhir dokter berusia 55 tahun itu mengalami gangguan disfungsi ereksi berat. Empat tahun sebelumnya, disfungsi ereksi yang dialaminya masih tergolong ringan. Diabetes mellitus yang diidap selama 20 tahun ternyata membawa petaka berkepanjangan. Pria bertubuh sedang itu tak lagi mampu memberi kehangatan kepada istri (45 tahun) yang telah memberikannya 3 keturunan.

Gairah kelelakiannya redup. Lantas padam sama sekali. Betapa masygulnya sang dokter di Jakarta itu. Diabetes mellitus warisan ayahnya mengantarkannya pada disfungsi ereksi. Kadar gulanya mencapai 200mg. Ia bukannya berpangku tangan dan pasrah. Beragam upaya mencari kesembuhan telah ditempuh. Hingga Mei 2003 obat-obatan dari dokter lain juga tetap dikonsumsi. Namun, kesembuhan ibarat jauh api dari panggang. Sulit direngkuh.

Suatu hari asisten Mahendradata mengisahkan keberhasilan ayah dan ibunya yang sembuh penyakit gula berkat racikan tradisional. Mendengar kisah itu, keinginan untuk pulih pun menggelora. Membawa harapan menggunung, sang dokter pun meluncur ke tempat praktek Mikhael Wuryaning Setyawati di Rawabadak,Jakarta Utara.

10 hari

Di ruang praktek, ia tersipu dan berujar lirih. “Pokoknya Ibu pasti tahu kalau orang sakit diabetes akibatnya apa?” Ketika Ning Harmanto – demikian Mikhael Wuryaning Setyawati disapa – belum juga paham, dokter mempertegas. “Saya ngga bisa bertempur,” katanya agak buru – buru. Perempuan kelahiran Yogyakarta 8 Mei 1958 itu menyodorkan irisan buah mahkota dewa yang dikeringkan dan stamina super.

Stamina super merupakan kapsul yang terdiri atas purwoceng, lada hitam, pasak bumi, tapak liman, dan botor alias biji kecipir.

Sesendok makan irisan mahkota direbus dalam 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin 1,5 gelas rebusan itu diminum 2 kali usai sarapan dan makan malam. Racikan itu untuk mengatasi diabetes menahun. Sedangkan kapsul stamina super berfaedah sebagai afrodisiak. Masing –  masing 2 kapsul ditelan 3 kali setelah makan.

Sepuluh hari berselang, dokter itu kembali ke ruang praktek Ning Harmanto. Kali ini dengan wajah berbinar bagai malam berhias purnama. “Memang hebat ramuan Ibu. Saya sudah bisa ‘bertempur’ lagi,” katanya riang seperti diulangi Ning Harmanto. Kehangatan yang dulu hilang, telah direngkuhnya. Penghujung Mei 2003 itu ia kembali membeli ramuan sama. Hingga saat ini racikan pembangkit “si buyung” yang lemas tetap dikonsumsi.

Meningkat

Penderitaan serupa juga dialami Sofyan Tsauri. Lelaki kelahiran 6 Februari 1975 itu bekerja ekstrakeras di sebuah yayasan pengembangan herbal. Saban hari ia memanggul pupuk kandang hingga 360 kg. Itu berlangsung berbulan – bulan. Maklum jalan berundak di perbukitan di Bogor tak memungkinkan untuk dilalui lori. “Membungkuk sedikit saja sakit,” ujar ayah dari Satrio Aji menjelaskan dampak kerja keras.

Malam di wilayah berketinggian 750 m dpl terasa makin dingin baginya. Untung istrinya memahami. Tak mau berlarut-larut terkungkung dalam penderitaan itu, Sofyan berkonsultasi dengan Winarto, pengobat tradisional di Pondokgede, Bekasi.

Ramuan jahe merah, lengkuas merah, dan madu mengakhiri penderitaan selama 8 bulan itu. “Jahe dan lengkuas merah membuat badan hangat dan daya tahan tubuh meningkat,“ ujarnya.

Sofyan Tsauri dan Mahendradata hanya 2 dari banyak penderita gangguan disfungsi ereksi. Tujuh pengobat tradisional di berbagai daerah yang dihubungi Trubus menyebutkan, kasus itu kian meningkat.

Di Klinik Pasutri yang dikelola dr Boyke Dian Nugraha SpOG, kasus disfungsi ereksi meningkat 20% per tahun. A Chien staf Toko Ban Seng – penyedia beragam obat – obatan cina di Jakarta – menjelaskan, 2 dari 20 pasien yang ditangani sinshe per hari berkaitan dengan disfungsi ereksi.

Diabetes pemicu

Di Klinik Mahkota Dewa malah mencengangkan. Setiap bulan Ning Harmanto menangani 200 penderita diabetes. Memang tak semuanya mengalami gangguan disfungsi ereksi. Namun, “Yang menderita diabetes jika gula darah tinggi dan kronis pasti diikuti disfungsi ereksi bagi pria,” ujar Wahyu Suprapto, pengobat di Malang.

Menurut Berger dari Massachuset Male Aging Study, prevalensi disfungsi ereksi pada penderita diabetes 27 – 75%. “Mengkonsumsi obat – obatan (kimiawi) untuk penyembuhan diabetes mellitus, dalam jangka panjang menyebabkan impotensi,” tutur Broto Sudibyo BSc, pengobat di Yogyakarta.

Belum lagi penyakit lain semacam hipertensi dan kanker yang juga memicu gangguan yang ditakuti kaum adam itu. Di luar penyakit gula, pasien yang ditangani Ning Harmanto mencapai 500 orang. Itu jelas masalah besar yang mengancam keharmonisan rumah tangga. Sebab akibat disfungsi ereksi, “Sulit mengharapkan keluarga harmonis karena istri tidak mendapatkan apa yang diharapkan.

Sekarang dengan makin tingginya tingkat pendidikan dan gerakan feminisme, perempuan juga ingin jadi subjek, bukan sekadar objek,” ujar dr H Bambang Sukamto DSMH, program offi cer On Clinic Indonesia (OCI). OCI dikenal sebagai institusi yang menyebarkan informasi, edukasi, dan konsultasi tentang seksualitas pria.

Kompleks

Penyebab gangguan disfungsi ereksi sangat kompleks. Antara lain karena banyak orang yang kurang aktivitas akibat banyaknya fasilitas. “Contoh dari rumah naik mobil. Tiba di kantor pakai lift. Belum lagi tingkat polusi yang mempengaruhi organ reproduksi sehingga kulitas dan jumlah sperma kian menurun. Hormon testosteron juga menurun,” papar Bambang, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sebuah riset menunjukkan, pada 1940 jumlah sel sperma sehat 113 juta; 1990, tinggal 66 juta. Bahan kimia tak hanya dihirup melalui udara, tapi juga dikonsumi lewat bahan pangan. Menurut dr Paulus Wahyudi Halim, penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan gangguan ginjal turut andil terhadap disfungsi ereksi. Demikian pula stres akibat persaingan hidup yang kian tajam.

Faktor ekonomi tak dapat diabaikan. Ketika krisis ekonomi menghantam perekonomian nasional, banyak orang kehilangan pekerjaan. Menurut konsultan seks, dr Boyke Dian Nugraha, mereka tertekan dan stres. Itulah yang bermuara pada disfungsi ereksi.

Maria Margaretha Andjarwati, pengobat di Kelapagading Timur, Jakarta Utara, beberapa kali menemukan contoh serupa. “Ada suami yang ke sini merasa rendah diri karena bergaji lebih kecil ketimbang istrinya. Ia sering menjadi gunjingan keluarga istrinya. Dampaknya ia mengalami gangguan ereksi,” ujar perempuan kelahiran Surakarta 10 Juni 1949 itu.

Oleh karena itu pengobatan disfungsi ereksi harus mengatasi penyebabnya lebih dulu. Pada kasus Lazuardi-nama samaran-yang mengidap hipertensi, misalnya. Tekanan darahnya mencapai 170/100 mmHg. Pria 69 tahun itu juga menderita rematik. Gangguan disfungsi ereksi amat mencemaskannya. Apalagi istrinya terbilang muda. Oleh Ning Harmanto, Lazuardi diberi racikan rajangan buah mahkota dewa dan 7 daun salam.

Mahkota dewa efektif mengatasi hipertensi; daun salam kesohor sebagai antirematik. Tak lebih darai 2 pekan, sesudah rutin mengkonsumsi racikan itu tekanan darah kembali normal. Begitu pula rematiknya. Setelah kedua penyakit itu teratasi, Lazuardi kembali greng. “Kok bisa begitu ya? Seperti pengantin baru lagi,” ujarnya dengan senyum mengembang.

Pada kasus Sofyan, pemicu gangguan itu adalah keletihan yang sangat. “Istirahat minimal 6 jam sehari, cukup untuk mengembalikan kemampuan seksnya. Kecuali mempunyai penyakit lain seperti diabetes atau hipertensi,” kata Lina Mardiana, pengobat di Bantul, Yogyakarta. Hal senada diungkapkan oleh dr Paulus Wahyudi Halim.

Lebih aman

Belakangan ini pengobatan disfungsi ereksi dengan berbagai ramuan tanaman berkhasiat afrodisiak tengah marak.

Menurut Prof dr Susilo Wibowo PhDdari Fakultas Kedokteran Universistas Diponegoro, afrodisiak adalah bahan atau ramuan untuk meningkatkan kemampuan dan kenikmatan seks. Pengobatan dengan tanaman diminati lantaran lebih aman, khususnya bagi penderita disfungsi ereksi akibat serangan beragam penyakit degeneratif.

Lina Mardiana menuturkan, penderita disfungsi ereksi mempunyai harapan sembuh 75 – 100% dengan pengobatan tradisional. “Kalau telaten, dalam 3 bulan efek pengobatan sudah dapat dirasakan,” ujar perempuan kelahiran 22 Maret 1967 itu kepada Fendy Ruspandy Paimin dariTrubus.

Menurut Kepala Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) Tawangmangu, Drs Slamet Wahyono, tanaman pemacu greng sebetulnya sedikit. “Dari 850 – an jenis tanaman koleksi BPTO, yang berefek afrodisiak hanya 10 – an jenis,” ujar Slamet Wahyono. Beberapa di antaranya adalah purwoceng, sanrego, som jawa, pasak bumi, dan tapak liman. Tanaman lain yang berfungsi sama antara lain nampu, akar naga, dan pecut kuda.

Beberapa tanaman teruji secara klinis sebagai pendongkrak gairah. “Sanrego memang mempunyai efek afrodisiak.Dia meningkatkan libido tikus uji. Proses koitus juga lebih lama. Itu indikasi bahwa sanrego juga membuat cairan sperma lebih kental,” papar Dr Subagus Wahyuono, kepala Laboratorium Biologi Farmasi UGM mengutip riset mahasiswa pascasarjana perguruan tinggi tertua itu.

Sayang, belum semua tanaman yang didengung – dengungkan berkhasiat afrodisiak telah diuji klinis. Menurut dr Zainal Gani, pengobat di Malang, memisahkan zat berkhasiat memerlukan biaya besar. “Pengobat di Cina yang penting tahu sifa tbahan itu. Dingin, panas, hangat, atau sejuk? Lalu masuk ke mana: hati, ginjal, atau paru – paru? Itu sudah cukup,” ujar alumnus Universitas Brawijaya.

Laris

Karena terus dicari – cari, tanaman pembangkit greng akhirnya menggerakkan roda perniagaan. Wajar jika Frida Fransisca Ananda meraup omzet ratusan juta rupiah dari bisnis ginseng.

Ia mengimpor Panax ginseng dari Korea. Semula ia hanya membutuhkan beberapa akar untuk pengobatan sang suami. Sayang, di tanah air sulit ditemukan. Dari sekadar kebutuhan untuk obat, kini ia malah “kebablasan” dengan memperdagangkan akar ginseng.

“Orang tahunya ginseng untuk keperkasaan pria. Padahal lebih dari itu. Ginseng antara lain juga berfungsi untuk mengatasi kelelahan, anemia,mencegah kanker, dan kencing manis,”ujar Sisca – panggilan Frida Fransisca Ananda.

Singkat kata ginseng bagai panasea alias obat segala penyakit. Penelitian membuktikan, ekstrak akar ginseng meningkatkan aktivitas seksual. Selain itu ginseng mampu meningkatkan keinginan bersenggama pada tikus. Ia membuka 3 gerai di kawasan Gajahmada, Pluit, dan Kelapagading -semuanya di Jakarta.

Tak melulu ginseng segar yang diminati. Ekstraknya pun tetap diburu. Buktinya permintaan beberapa produk berbahan ginseng di Toko Obat Ban Seng di kawasan Glodok, Jakarta Barat, amat laku. Pertumbuhan permintaan per tahun melambung 20%.

Menurut A Chien, staf toko, produk berbahan ginseng yang dijajakan antara lain Sunny dan Fu Zun. Keduanya didatangkan dari negeri Tirai Bambu sebagai pembangkit gairah pria.

Buka peluang

Yang juga meraup laba dari perniagaan tanaman afrodisiak adalah PT Sidomuncul. Dari produksi 300 ton per tahun beromzet Rp150 – miliar, 80% disumbangkan oleh obat kejantanan dan vitalitas. Kuku bima, ramuan pemacu greng berbahan tribulus memberikan andil 35%.

Menurut Direktur PT Sidomuncul, Irwan Hidayat, penjualan produk itu meningkat 30 – 35% per tahun (baca: Mengejar Laba dari Pembangkit Gairah, halaman 16 – 17).

Hal serupa dialami oleh PT Nyonya Meneer. Dari 200 – an produk Nyonya Meneer, 5 merek menjadi andalan untuk mendulang laba, antara lain Sehat Perkasa. “Konsumen terbanyak butuh produk kejantanan dan keperkasaan,” ujar Drs Rahmat Hartono, direktur utama PT Jamu Simona. Perusahaan itu juga menggantungkan harapan pada penjualan ramuan pemacu greng seperti Kuat Perkasa dan Buster.

Bisnis ramuan afrodisiak terus tumbuh lantaran banyaknya kasus disfungsi ereksi dan hasrat sebagian orang untuk tetap greng. Mereka ingin merengkuh surga dunia yang konon hanya sejengkal di atas dan bawah pusar. Tidak heran di beberapa daerah bermunculan kebun tanaman afrodisiak. (Sardi Duryatmo/Peliput: Destika Cahyana, Fendy Ruspandy Paimin, & Muhammad Kusmana)

Mitos atau Fakta?

“Ingin tetap greng? Minum telur itik mentah saja. Pendapat itu tumbuh subur di masyarakat. Benarkah telur bersifat afrodisiak? Menurut Dr Ir Ali Khomsan, pengamat gizi dari Institut Pertanian Bogor, itu hanya mitos. Telur mentah atau setengah matang justru lebih lama dicerna. Karena enzim butuh ekstrahormon untuk memecahkan rantai protein. Oleh karena itu menyantap telur mentah jadi terasa kenyang lebih lama.

 

Konsumsi telur mentah bisa jadi bumerang. Soalnya, “Bakteri salmonella yang terkandung dalam telur dapat menimbulkan penyakit,” ujar alumnus Iowa State University itu. Demikian juga minuman bersoda yang didengungkan mendongkrak vitalitas kaum adam. Khusunya bila dicampur telur itik mentah. Ia hanya kaya kalori – tetapi tak bergizi  – sehingga membuat tubuh jadi bugar.

Harap mafhum, kandungan fruktosa gula sederhana-yang tinggi memang cepat terurai. “Kambing lumpuh diberi minuman bersoda juga bisa berdiri,” katanya beranalog. Salah satu yang paling sering disebut sebagai pemicu “gairah” adalah daging kambing. “Tak ada yang terlalu spesial,” tutur dosen jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga itu. Seperempat satai kambing merupakan lemak yang mengandung kalori 9 kali lebih tinggi.

Lantaran lama dicerna ketimbang protein dan karbohidrat, menikmati satai kambing pun kenyang lebih lama. Tentang daging kambing yang bersifat afrodisiak, Ali menduga hanya sugesti bagi penikmatnya. Sejatinya makanan bisa menjadi obat – termasuk obat kuat – sekaligus menimbulkan penyakit. Itu semua tergantung pada jumlah dan jenis yang dikonsumsi. Menurut Ali dengan konsumsi makanan bergizi, pria sebetulnya tak perlu afrodisiak. Kalau ada gangguan kejiwaan seperti stres, itu yang harus diatasi. (Sardi Duryatmo)

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img