Friday, December 2, 2022

Ranchu Jepang Jawaranya Rp60-juta/ekor

Rekomendasi

Harga selangit untuk seekor ranchu jawara memang pantas disandang. Sosok tubuh bongsor dan punggung tebal melengkung sempurna. Sisik merah menyala dengan tekstur halus, berukuran kecil, dan tersusun sangat rapi. Di tubuh ranchu itu mengalir bloodline Ojima yang terkenal sebagai pencetak ranchu jawara di negeri Matahari Terbit.

Di Indonesia, ranchu berukuran 6 inci itu kini menempati kolam berukuran 1,5 m x 1 m x 0,6 m. Di sanalah, Joy—demikian ia akrab disapa—menghabiskan waktu santai menikmati keanggunan ranchu kesayangan. Gaya renangnya lincah dan gemulai. Ia bersama belasan ranchu jepang lain memamerkan kibasan ekor yang mengembang sempurna di hadapan sang empunya.

Bagi pria 4 bersaudara itu, keindahan dan keanggunan ranchu jepang menjadi pelepas penat dan lelah setelah bekerja. Kesibukan melayani konsumen di bidang periklanan terobati saat memberi pakan di rumah dan showroom, Kingyo Kichi Goldfish. “Saya sangat menikmati keindahan ranchu jepang. Cantik dan indah,” ujar pemilik perusahaan B-Comm di bilangan Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat itu.

Jepang Vs Cina

Tak hanya Joy yang gandrung ranchu asal negeri Sakura itu. Rendy Ekarantio pun terpesona. Empat belas ranchu jepang dari garis keturunan Ojima dan Hamamatsu kini dipelihara. Mereka tampak sehat berenang di kolam 1,5 m x 1 m x 0,3 m. Memberi pakan atau sekadar mengganti air rutin dilakukan sebelum berangkat ke kantor.

Kesibukan Rendy sebagai karyawan di sebuah kantor jasa konsultan migas di bilangan Pakubuwono, Jakarta Selatan, bertambah selepas bekerja. Memberi pakan dan menyedot kotoran acap dilakukan sendiri. “Sudah hobi sih. Minimal 1,5—2 jam saya di kolam,” kata kelahiran Jakarta 23 tahun silam itu. Ia menyukai ranchu jepang lantaran gaya renangnya anggun dan apik.

Penampilan Cassius auratus jepang memang lebih anggun dibanding ranchu asal Cina. Sosok tubuh si okatema gashira atau si pipi tembem asal Jepang tampak kokoh dan kuat dengan tulang punggung memanjang bak pesumo. “Gerakan terlihat bertenaga, tetapi tetap anggun dan penuh percaya diri,” kata Rendy. Berbeda dengan ranchu cina yang lebih pendek, bertubuh bulat, dan berkesan gendut.

Tak hanya itu, saat diamati dari atas ranchu jepang memiliki kepala menyerupai kotak dan pipi ramping menonjol ke depan. “Mirip tanduk banteng,” kata Bahardiman, hobiis asal Bandung. Menurut pria yang acap kali menjadi juri kontes maskoki itu, ranchu asal negeri Tirai Bambu memiliki bentuk kepala bundar dengan pipi melebar.

Selain umur ikan yang 2 kali lebih lama dibanding ranchu cina, gaya renang lebih elegan. “Nggak ngepek. Saat berenang ia berkesan elegan dan anggun,” ucap Bahardiman. Menurut pemilik Bafarm, Bandung itu kesan anggun berasal dari gerak ekor saat berenang. Ekor mengembang sempurna dan bergerak dominan dibanding bagian lain. Ranchu dari negeri Barongsai itu hampir seluruh tubuh bergerak saat memamerkan keindahan.

Asosiasi ranchu

Tak ada yang menyangkal bila ranchu kualitas tinggi yang tersebar di seluruh dunia hasil karya para penangkar di Jepang. Tak heran bila penangkar dan hobiis ranchu top view Thailand pun berkiblat ke negeri Matahari Terbit itu. Namun, memboyongnya dari Jepang ke Indonesia atau ke negara lain seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura bukanlah hal gampang.

Di Jepang, kemolekan dan kecantikan ranchu bak putri raja yang dipingit. Para breeder di sana hanya melepas anakan maupun indukan kepada sesama anggota perkumpulan atau asosiasi saja. Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas dan persaingan antar breeder. Wajar bila dari pesanan ukuran 100 ekor cuma 25—30 ekor saja yang dipenuhinya.

Untuk mendatangkan ranchu jepang, Joy Soelistyo bermitra dengan asosiasi Korin Kai di Jepang. Dari asosiasi berumur 50 tahun itu, ia berhasil memboyong goldfi sh dari bloodline (garis keturunan, red) Ojima dan Hamamatsu ke tanah air. Itu setali tiga uang dengan Bahardiman. Untuk mendapatkan anakan ranchu, ia mengaku kesulitan. “Harus melalui asosiasi di Jepang. Aksesnya sangat sulit,” kata Bahardiman. Setelah bermitra dengan anggota asosiasi di Singapura, ranchu jepang pun kini mulai diternakkan.

Harga tinggi

“Ikan kualitas tinggi sulit didapat. Para hobiis dan importir dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura saling rebutan,” kata Joy. Menurut pria berkulit putih itu selain sulit didapatkan, ranchu berkualitas juga dibandrol sangat tinggi. Wajar bila gaung ranchu jepang di tanah air tak sekeras di Jepang.

Di Kingyo Kichi Goldfish, Jakarta Pusat misalnya. Ranchu ukuran baby—umur di bawah 1 tahun—dijual Rp2,5-juta—Rp3-juta per ekor. Sedangkan ukuran tosai—umur 1 tahun—dan nisai—umur 2 tahun—, dihargai Rp3-juta—Rp6-juta per ekor. Indukan atau oya bernilai jutaan yen atau setara puluhan juta rupiah. Walaupun harga selangit, alumnus universitas terkemuka di Chicago, Amerika Serikat, itu tetap yakin pasar ranchu jepang akan melejit bak kepala naga. (Rahmansyah Dermawan)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Terluka dan Tidak Bisa Terbang, Petugas Mengevakuasi Burung Rangkong

Trubus.id — Petugas Balai Besar KSDA Sumatra Utara, mengevakuasi burung rangkong yang ditemukan terluka di kawasan konservasi Suaka Margasatwa...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img