Wednesday, August 10, 2022

Ratu Berwajah Seribu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Karena penampilan beda, blorok jadi idaman hobiis aglaonema. Handry memborong 20 pot blorok sekaligus dari Harisman di Tangerang, pada akhir 2007. ‘Niatnya mau membeli 40 pot, tapi ditahan sama yang punya,’ kata pemilik sebuah pasar swalayan di Tangerang itu. Menurut Handry, harga Rp500.000/pot blorok itu 20 kali lipat ketimbang donnacarmen biasa.

Meski sosok blorok beda dengan donnacarmen biasa, ia bukan mutasi. Menurut Dr Ir Syarifah Iis Aisyah MSc.Agr dari Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, penampilan fisik-fenotife-tanaman dipengaruhi 2 faktor: genetik dan lingkungan. Yang disebut pertama terjadi karena persilangan. ‘Dalam hibridisasi terjadi penggabungan kromosom dari sel kelamin jantan dan sel kelamin betina induk,’ kata Lanny Lingga, alumnus agronomi Universitas Kristen Satyawacana.

Persilangan

Bila tetuanya memiliki tingkat heterozigot yang tinggi (AaBbCcDd), maka keturunannya semakin bervariasi. Sedangkan jika induk galur murni (AABBccdd) maka penampilan fisik keturunannya relatif seragam. Contohnya aglaonema yang selalu menunjukkan ciri-ciri dominan (berdaun bulat dan warna merah, dilambangkan dengan AABB) disilangkan dengan jenis yang berciri terpendam (daun runcing dan warna putih, dilambangkan dengan aabb).

Pada generasi pertama (F1), dengan induk galur murni, ciri terpendam tidak muncul. Jadi semua turunan pertama berciri daun bulat dan warna merah. Baru pada generasi ke-2-induk yang dipakai adalah hibrida dengan heterozigositas tinggi-ciri terpendam muncul. Jadilah aglaonema daun bulat warna merah, daun bulat warna putih, daun runcing warna merah, dan daun runcing warna putih. Peluang kejadiannya masing-masing 9:3:3:1

Toh, bukan berarti galur murni tak bisa menghasilkan variasi genetik. Mutasi bisa terjadi di mana saja tergantung kelompok tanaman. Dalam ilmu genetika ada istilah ‘khimer grup’ yaitu kelompok tanaman yang lebih mudah mengalami mutasi alami dibanding non khimer grup. Aglaonema dan puring termasuk dalam khimer grup.

Genetik

Khimer grup biasanya bersifat poligen, yaitu 1 sifat dikendalikan banyak gen. Menurut Iis bila 1 gen saja berubah, maka bermacam variasi akan muncul. Jadi, jika penampilan tanaman tidak berubah pada kondisi lingkungan yang berbeda, dipastikan sosok itu muncul dari faktor genetik yang diturunkan induk. Sebut saja blorok. Menurut Greg blorok merupakan varian donnacarmen hasil persilangan precusor (A. rotundum x A. commutatum tricolor) dengan A. brevispathum.

Sebaliknya, jika rupa tanaman berubah, di lokasi berbeda maka perubahan karena lingkungan. Contohnya penampilan sri rejeki yang ditanam pada ketinggian berbeda. Tiara di kebun Pairoj Tianchai di Bangkok, Thailand, di dataran rendah berdaun besar, tipis, tangkai memanjang, dan warna pucat lantaran lebih banyak bintik putih. Sementara tiara di tempat Greg dengan ketinggian 300 m dpl berdaun sedang, tebal, dan warna merah lebih keluar. Hibrida cochin merah, di dataran rendah cenderung berwarna hijau. Pada ketinggian di atas 500 m dpl, merah muda muncul lebih dominan.

Dengan begitu jangan kaget jika satu aglaonema memiliki banyak wajah. Itu bisa karena faktor lingkungan atau genetik. Namun yang pasti, sang ratu tetap memikat dengan harga yang jauh berlipat. (Rosy Nur Apriyanti)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img