Tuesday, November 29, 2022

Rawa di Jaring Semi Terapung

Rekomendasi

Pertengahan Juni 2006 Sonson mulai menerapkan sistem kolam jaring semi terapung. Teknologi baru yang dikembangkannya itu mampu memanen semua belut yang ada di kolam. Bandingkan dengan peternak pembesar yang umumnya membesarkan di kolam tembok. Hasil panen yang diperoleh tidak akan lebih dari 75%. ‘Sebanyak 25% lagi belut mati terinjak ketika pemanenan berlangsung,’ ujarnya. Sulitnya menangkap belut di dalam lumpur menjadi masalah saat panen tiba.

Menurut ahli konsultan agribisnis itu sistem jaring apung pertama kali diterapkan di beberapa negara Asia. Cina misalnya, sejak 2002 mengaplikasikan sistem jaring semi terapung itu di kolam seluas 10 hektar dengan masing-masing kolam berukuran 3 m x 2 m berkedalaman 2 m. Tak kurang dari 3 bulan, sebanyak 25 ton belut sudah bisa dipanen.

Murah

Itulah sebabnya peraih Best Entrepreneur Award 2006 itu menggunakan teknologi jaring semi terapung untuk menutupi kelemahan kolam tembok. Menurut Sonson, pembesaran belut di jaring semi terapung tergolong ekonomis. Itu karena biayanya sangat murah dan lebih sederhana. ‘Tak lebih dari Rp1-juta, jaring terapung sudah bisa dipasang,’ katanya.

Hitung-hitungan biaya pakan pun bisa dihemat hingga 50%. Hingga belut siap panen hanya diperlukan 5,5 kuintal pakan senilai Rp1-juta/kolam untuk populasi 5.000 ekor. Sementara dengan kolam tembok harus merogoh kocek Rp2-juta-Rp3-juta. Biaya bisa ditekan lagi bila pakan tambahan seperti cacing, bekicot, dan belatung dapat diperoleh dengan cuma-cuma.

Bahkan tak sekadar meringankan biaya produksi, suami Gita Sabarti itu bisa memanen belut lebih cepat. ‘Biasanya butuh waktu 4-6 bulan bisa panen. Dengan jaring semi terapung hanya perlu waktu 3 bulan,’ tuturnya. Pasalnya, pemberian pakan lebih intensif dan merata, serta bisa dilakukan setiap saat. Selain pakan hidup, pelet diberikan sebagai selingan.

Keunggulan lain, sistem itu bersifat portable alias mudah dibongkar-pasang. Bahan-bahan yang digunakan berdaya tahan lama, bisa mencapai 3-5 tahun dan mudah didapat.

Menurut Sonson, sistem kolam jaring semi terapung hanya memerlukan jaring dan bambu. Pilih jaring berlubang 0,5-2 mm. Jaring disusun pada 4 tiang vertikal dan 4 tiang horizontal berbahan bambu sepanjang 5 m. Keempat bambu vertikal itu masing-masing ditancapkan di kolam seluas 20 m x 30 m dengan kedalaman 3 m. Penahan jaring terbuat dari anyaman bambu berbentuk segi empat sama sisi berukuran 20 cm x 20 cm dipasang tepat di bawah dasar jaring. Tujuannya sebagai penyangga agar jaring tidak ambruk.

Pemasangan jaring di atas landasan anyaman bambu. Di bagian sisi atas jaring masing-masing dipasang 4 batang bambu horizontal. Semua bambu yang terpasang diikat erat dengan tali ijuk. Satu kolam pembesaran dapat selesai dalam waktu 2 hari dengan 3 tenaga kerja. Bandingkan dengan kolam tembok dibuat selama sebulan dengan tenaga kerja yang sama.

Media sederhana

Setelah kolam siap digunakan, media hasil fermentasi dimasukkan ke dalam jaring. ‘Belut akan cepat besar jika medianya cocok,’ ucap Sonson. Ia memakai jerami padi, kompos, dan mikroorganisme starter. Peletakkan diatur: bagian dasar jaring dilapisi jerami setebal 25 cm. Berikutnya kompos setinggi 10 cm. Media teratas kembali dilapisi jerami padi dengan ketebalan sama.

Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 1 minggu agar terjadi fermentasi. Caranya, jerami padi dicincang sampai ukuran 5 cm. Lalu campurkan dengan kompos dan mikroorganisme starter. Setelah itu, media ditutup kain hingga menutupi seluruh permukaan.

Selanjutnya media hasil fermentasi itu dimasukkan ke dalam jaring. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, dan jasad-jasad renik. Lalu masukkan air ke dalam kolam.

Karena belut tetap memerlukan oksigen, tempat persembunyian, dan perlindungan dari sengatan matahari, di atas kolam ditanami eceng gondok. ‘Agar belut tetap hidup dan tidak kepanasan, sebanyak ? eceng gondok harus menutupi kolam,’ ujar Sonson.

Untuk menguji keamanan bibit di dalam kolam, masukkan ikan-ikan kecil seperti impun, bibit ikan mas, dan cetol. Jika beberapa ikan mungil itu tidak mati maka 50 kg bibit belut layak dimasukkan ke setiap jaring apung. Jaring semi terapung efektif menekan kanibalisme, asal pakan tersedia dalam jumlah cukup. ‘Sifat kanibal belut akan muncul saat berumur 10 bulan,’ ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor.

Idealnya setiap belut berumur 2-4 bulan sudah bisa dipelihara di kolam jaring semi terapung. ‘Jika kurang dari umur itu dikhawatirkan cepat mati,’ ujar Sonson. Dalam jangka waktu 3 bulan, belut dengan bobot 1 ons per ekor siap dipanen.

Pemanenannya cukup mudah. Sebatang bambu digulirkan di bawah jaring. Lalu, media jerami padi dan eceng gondok dipindahkan ke jaring kosong di sebelah kiri hingga bagian kanan jaring hanya terisi belut. Selanjutnya belut ditampung dalam wadah. Sehabis panen, jaring semi terapung bisa ditanam belut kembali.

Lumpur pekat

Teknologi baru dalam berbudidaya belut pasti dibayangi beragam kendala. Salah satunya masa pakai kolam jaring yang terlalu singkat. ‘Jaring hanya bisa dipakai hingga 4-5 kali panen,’ ujar Sonson. Sedangkan sistem kolam tembok bisa dipakai berulang kali tanpa batas waktu.

Hal senada juga diamini Ruslan Roy, peternak pembesar di Jakarta Selatan, sistem jaring semi terapung tidak permanen. ‘Kolam tembok tetap tahan lebih lama, walaupun investasinya besar,’ ujarnya.

Bagi Ardian Taufik, peternak pemula di Solo, Jawa Tengah, sistem kolam semi jaring terapung kurang cocok lantaran di daerahnya tidak banyak air. ‘Sistem itu cocoknya di daerah dekat rawa atau danau yang banyak airnya,’ tuturnya. Jaring terapung memang hanya bisa diterapkan di lokasi danau atau rawa. (Hermansyah)

 

TEKNOLOGI BUDIDAYA BELUT

Percepat Pembesaran dengan Media Instan
31 Maret 2007

Biaya:
Rp750.000/orang,
Termasuk transpor ke farm, kit, dan konsumsi

Keterangan lebih lanjut hubungi:
Suci atau Eki Telp 021-872 9060, 87701748, HP. 0813 1603 4009 Faks. 021-872 9059
Pembayaran, transfer ke BCA Cab. Samanhudi a.n. Trubus Swadaya No. rekening 4770100009.
Kirimkan bukti transfer Anda ke 021-872 9059

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img