Sunday, November 27, 2022

Rekor! 300 Koi di Kolam 60 M3

Rekomendasi

 

Semula kolam berukuran 6 m x 5 m berkedalaman 1,9 m yang dibangun Alen pada Juli 2008 itu dihuni 140 koi sepanjang rata-rata 20 cm. Berikutnya karena Alen rajin berburu koi di setiap pameran di Jakarta dan Bandung, populasi koi terus bertambah hingga 300 ekor.

Kini kohaku, showa, sanke, sushui, utsurimono, bekko, hikarimono, ogon, dan platinum mendiami kolam berdinding beton itu. ‘Ukurannya beragam mulai dari 25-65 cm,’ ujar ahli akupuntur itu. Namun, rata-rata penghuni kolam berkapasitas 60 m3 itu berukuran 40-45 cm. Idealnya koi berukuran itu butuh ruang seluas 1 m3 per ekor. Artinya kolam Alen mestinya seluas 300 m3

Kapasitas filter

Menurut Rudy Tamara, praktikus koi di Semarang, padatnya populasi koi di kolam berukuran kecil sah-sah saja asalkan, ‘Kualitas air kolam terjaga,’ katanya. Caranya dengan memperbesar kapasitas filter. Pada kolam normal kapasitas filter cukup 30% dari volume kolam; kolam dengan populasi padat 40%. Musababnya populasi padat menghasilkan amonia dari sisa pakan dan kotoran lebih banyak. Bila amonia tidak tersaring sempurna, jumlah oksigen terlarut berkurang dan dapat meracuni ikan. Atas dasar itu Alen memakai filter vortex dan biologi kapasitas 40% dari volume kolam.

Filter itu terbagi dalam 10 ruang. Di ruang terdepan air pertama kali masuk ke vortex. Selanjutnya melewati 6 filter biologi masing-masing berisi 25 lembar mat. Kemudian air masuk ke-3 ruang berikutnya yang masing-masing berisi 300 bioball. Saat air keluar dari filter terakhir lampu ultraviolet berkekuatan 40 watt akan menyala untuk mematikan bakteri yang masih tersisa.

Selesai? Ternyata belum. Air masih harus melewati pipa vertikal yang mengarah ke pancuran 3 tingkat di sisi depan kolam. Sisanya masuk ke 2 pipa setinggi 20 cm dari permukaan air di kanan dan kiri kolam. Menurut Handrie Agustiana, perancang kolam di Bandung, cara itu ampuh untuk menambah jumlah oksigen terlarut. ‘Semakin padat populasi, butuh oksigen tinggi,’ kata Handrie.

Kucuran air itu saja belum cukup untuk menambah oksigen terlarut. Alen menambahkan 2 aerator yang masing-masing terhubung ke setiap filter melalui pipa berdiameter 2,5 cm di kedua sisi kolam. Kedua sisi kolam dipilih karena gelembung udara akan terpusat di pinggir kolam.

Posisi lubang overflow yang bertugas membuang busa dan racun di permukaan air berhadapan dengan aerator. Agar pembuangan maksimal, masing-masing lubang dibuat berukuran 50 cm x 3 cm.

Penambahan bakteri

Pada kolam padat populasi filter wajib dicuci minimal setiap bulan agar kotoran dan bakteri tidak mengendap. ‘Terutama pada kolam yang beratap langit. Hujan akan membuat air kolam bertambah asam. Dampaknya amonia semakin meningkat,’ ucap Handrie. Kondisi bertambah parah saat amonia ikut masuk ke permukaan filter dan mengendap. Karena itu filter dibersihkan dengan disiram air. Selanjutnya air di filter di pompa keluar, lalu masuk saluran pembuangan.

Perlakuan lain, setiap hari 5% air kolam di backwash. Tujuannya, ‘Agar selalu ada air baru yang masuk,’ kata Winarso, praktikus koi di Jakarta Barat. Air yang keluar melalui pipa 5 cm itu diganti dengan air baru sebanyak 10% setiap harinya. Setelah selesai, kolam diberi garam sebanyak 2-3 kg/ton air. ‘Garam, untuk melepaskan lendir di tubuh koi serta memacu munculnya warna,’ ucap Winarso. Selain itu garam menetralisir air. Sebulan kemudian penggaraman dapat diulang.

Selain garam, agar residu terikat, Alen menambahkan bakteri mikroclif sebanyak 100 cc/m3. ‘Pemberian bakteri rutin setiap minggu pada bulan pertama setelah selesai pembuatan kolam,’ kata Alen. Bersama air bakteri yang ditabur ke kolam ikut masuk ke filter. Saat itu bakteri dan filter bekerja sama menyaring air.

Berprestasi

Beragam perlakuan di atas membuat koi-koi hidup nyaman. ‘Bersenggolan pasti terjadi, tapi tidak sampai melukai tubuh atau membuat sirip lepas,’ kata Alen. Soal prestasi? Koi-koi dari kolam padat itu tak kalah gemilang. Terbukti saat 28 ekor turun gelanggang pada November 2008 di kontes bertajuk PKC 1st Young Koi show 2008 di Bandung, 21 di antaranya menyabet juara pertama. Begitu pula pada All Indonesia Koi Show 2008 di Jakarta Pusat, 3 ekor seperti kumonryo dan bekko tampil sebagai juara kelas.

Menurut Melisa Wira Sugata di Gegerkalong, Bandung, di kolam padat populasi pakan jangan berlebihan. Pakan pelet ditebar pagi dan sore sebanyak 2 kg. Cacing beku diberikan sebanyak 5 kg setiap pagi,’ kata Memey yang punya kolam koi mirip Allen itu.

Musim hujan, Memey memberikan 5 tablet vitamin C dan 10 tablet B kompleks. Kedua vitamin itu direndam dalam air selama 25 menit lalu dicampur ke pakan. Dengan cara itu, meski kepadatan tinggi pertumbuhan koi tidak terhambat. Salah satu contoh panjang tubuh konmonryu bertambah dari 19 cm menjadi 31 cm-dalam waktu 7 bulan. (Lastioro Anmi Tambunan/Peliput: Nesia Artdiyasa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img