Friday, August 12, 2022

Rembulan Mini Kembali Beraksi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

“Tren anggrek dunia akan mengarah pada jenis mini sebagai tanaman dalam pot,” ujar Frankie Handoyo. Phalaenopsis primadonanya.

 

Itu hasil pengamatan Frankie, pakar anggrek di Jakarta, kala menyambangi acara akbar World Orchid Conference (WOC) di Singapura pada akhir 2011. Bagaimana tidak, hampir seluruh stan negara peserta menampilkan anggrek setinggi 30-40 cm. “Anggrek dengan ukuran itu tengah diminati warga Singapura yang sebagian besar tinggal di apartemen. Ukurannya pas untuk menghiasi meja dan jendela apartemen,” tutur Ramadani Yudha Prasetya dari Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) yang turut hadir.

Pemandangan mencolok dijumpai di stan Taiwan, salah satu produsen phalaenopsis terbaik dunia. “Sembilan puluh persen anggrek yang dijual di stan Taiwan ialah hibrida baru phalaenopsis dan cattleya bersosok mini,” tutur Frankie. Di tanahair, Trubus menyaksikan sekitar 40 rembulan untuk pot plant itu asal Taiwan di sebuah nurseri di Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Tangkai pendek

Phalaenopsis mini banyak dikembangkan karena karakter anggrek bulan yang bunganya mampu bertahan 2-3 bulan. Saat dipajang sebagai tanaman dalam pot keindahannya bertahan lama. “Saat ini phalaenopsis mini menjadi primadona baru bagi pencinta anggrek,” tutur Yayah Rokayah, penangkar anggrek di Kota Bandung, Jawa Barat. Definisi bulan mini untuk menyebut phalaenopsis dengan tinggi tanaman maksimal 30 cm dihiasi bunga yang kompak dengan warna atraktif. Satu tanaman bisa menghasilkan 3 tangkai bunga sekaligus. Satu tangkai terdiri dari 20 kuntum sehingga sosoknya terlihat semarak.

Menurut Amay-sapaan akrab Yayah Rokayah-sejak 2011 peminat phalaenopsis mini mulai ramai. “Bila ada stok saya bisa kirim 500 pot per minggu. Permintaan tak hanya pulau Jawa tetapi juga ke kota lain di luar pulau Jawa,” tuturnya. Yang paling diminati jenis berbunga merah. Itu sebabnya para penyilang di tanahair pun menyilang-nyilangkan sang bulan untuk menghasilkan jenis baru bersosok pendek.

Lihatlah bulan mini hasil persilangan Rizal Djaafarer, penyilang senior anggrek di Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Silangan antara P. haur jin princess dan P. bellina itu berwarna ungu pekat dengan pinggiran putih. Lidah berwarna putih.

Rembulan ungu itu ukurannya hanya 20 cm. Dari tangkainya muncul 4 bunga bersepal tebal dan agak lebar. Sosok serupa juga terlihat pada silangan lain berupa phalaenopsis mini berkelopak ungu pekat kemerahan dan bertepi kuning. Sosok mungil dan berwarna unik membuat keduanya tampak serasi bila dijadikan penghias di atas meja.

Rizal juga melahirkan si mini hasil perkawinan P. sogo manager dengan tetua hasil perkawinan 3 phalaenopsis yakni P. sogo manager, P. tristar peoker, dan P. taipei gold. Hasilnya bulan berkelopak kuning dengan lidah jingga dan ungu yang atraktif. Di sekitar lidah bunga tampak titik-titik berwarna jingga persis tetua betina P. taipei gold hanya saja tidak dominan. “Anggrek bulan mini layak mengisi meja direktur, sedangkan bulan berbunga besar biasanya hanya menghiasi pojok ruangan saja,” tutur Rizal.

Minimalis

Amay dan suami, Rusiani Herman, membidani kelahiran phalaenopsis mini dengan warna bunga kuning dan ungu pekat seperti rupa badut. Bercak ungu kecokelatan tampak dominan pada tiap kelopak bunganya yang lebar. Jenis lain memiliki dasar krem kekuningan bebercak warna ungu kecokelatan. Hibrida lain berwarna ungu pekat seluruhnya serta merah bata.

Sejatinya phalaenopsis mini pernah marak di tanahair pada 2004. Kala itu, sekitar 60% dari total anggrek yang dipajang di kebun-kebun milik penganggrek ialah hibrida asal Taiwan. Mafhum, anggrek bulan mini dari pulau Formosa tampak menonjol dengan beragam motif menarik, semarak bunga, serta sepal dan petal yang tebal sehingga tahan simpan hingga 3 bulan. Kini bulan mini hadir kembali dengan beragam corak yang tak kalah cantik, termasuk hasil silangan dalam negeri.

Sosoknya yang mini sesuai dengan model perumahan minimalis saat ini. Sehingga “Dipilih jenis tanaman yang tidak memerlukan tempat luas,” tutur Frankie. Apalagi hibrida-hibrida baru itu tak hanya mini tapi juga berpenampilan fantastik dengan berkelopak bunga tebal, warna bunga menarik, serta memiliki aroma harum. Bulan mini kembali beraksi. (Tri Istianingsih/Peliput: Andasari Titisari)

 

Keterangan Foto :

  1. Sosok bulan mini yang pernah tren pada 2004
  2. Si mini bisa berbunga hingga 3 tangkai
  3. Hibrida bergradasi warna krem kekuningan dan ungu kecokelatan
  4. Bulan mini hasil persilangan Rizal Djaafarer pada 2009
  5. Phalaenopsis mini hasil silangan Rizal Djaafarer. Si mini cocok untuk tipe rumah minimalis
  6. Tampilan bunga phalaenopsis hibrida hasil silangan Amay, tinggi 30-an cm
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img