Tuesday, March 10, 2026

Rendam Kaki Air Hangat untuk Migrain, Benarkah Membantu?

Rekomendasi
- Advertisement -

Praktik sederhana berupa merendam kaki di baskom berisi air hangat disebut dapat membantu meredakan migrain. Hal tersebut disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University (FKGiz), dr. Christy Efiyanti, Sp.PD., FINASIM.

Menurut Christy penelitian terkait kompres air hangat maupun rendam kaki air hangat pada pasien migrain memang sudah dilakukan. Namun, hasilnya masih terbatas karena jumlah subjek penelitian belum banyak.

“Penelitian mengenai kompres air hangat atau merendam kaki dalam air hangat pada pasien migrain sudah dilakukan, tetapi dengan jumlah subjek masih terbatas. Pengaruhnya terhadap aliran darah ke kepala juga masih spekulatif,” tutur Christy.

Penjelasan Secara Fisiologis

Secara fisiologis, rangsangan sensorik dari hidroterapi dapat mendominasi rangsangan nyeri dengan mengaktifkan serabut bermielin berdiameter besar. Kondisi tersebut menyebabkan hilangnya gerbang terhadap impuls nosiseptif kecil sehingga sensasi nyeri dapat berkurang.

Baik hipotermia maupun hipertermia diketahui memberi efek fisiologis dan hemodinamik yang kuat pada tubuh. Paparan air hangat juga dapat menurunkan kekuatan simpatik dan meningkatkan tonus vagal. Respons ini berkaitan dengan efek relaksasi yang dirasakan tubuh.

Efektivitas Masih Terbatas pada Migrain

Terkait efektivitasnya pada berbagai jenis sakit kepala, Christy menyebutkan bahwa hingga saat ini penelitian masih terbatas pada kasus migrain saja. Belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk memastikan manfaatnya pada jenis sakit kepala lain.

Oleh karena itu, metode ini lebih tepat digunakan sebagai terapi pendamping, bukan pengganti penanganan medis.

Cara Melakukan Rendam Kaki

Bagi masyarakat yang ingin mencoba, Christy menyarankan penggunaan air hangat dengan suhu sekitar 40℃.

“Dapat pula ditambahkan minyak lavender. Durasi rendaman sekitar 20 menit. Setelah berendam segera keringkan kaki dengan kain kering. Intervensi ini diberikan 5 hari seminggu,” ujar Christy.

Meski tergolong sederhana dan relatif aman, konsultasi medis tetap diperlukan. Terutama bagi penderita migrain berulang atau dengan keluhan berat. Rendam kaki air hangat dapat menjadi pelengkap terapi, tetapu bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi migrain.

Sumber: https://www.ipb.ac.id/news/index/2026/02/rendam-kaki-air-hangat-bantu-redakan-migrain-dosen-fkgiz-ipb-university-jelaskan-mekanismenya/


Artikel Terbaru

Optimasi Pakan untuk Meningkatkan Produksi Telur Puyuh: Protein Tinggi vs Pakan Fermentasi

Produksi telur puyuh sangat ditentukan oleh keseimbangan nutrisi dalam ransum harian, khususnya kadar protein kasar (crude protein). Dalam Jurnal...

More Articles Like This