Tuesday, November 29, 2022

Reptil Langka Nan Memikat

Rekomendasi

Sesal pun muncul di hati. Boa constrictor imperator itu memang sangat cantik. Tubuh yang merah muda dihiasi dengan corak-corak merah kecokelatan. Warna itu terlihat kentara di bagian ekor. ‘Warna merahnya seperti daging salmon. Karena itu dinamakan boa salmon,’ ujar Hendy.

Boa itu langka di Indonesia. ‘Ini hasil captive breeding di Amerika, jadi tidak akan ditemukan di alam bebas,’ ujar pria kelahiran 22 tahun silam itu. Wajar jika harganya pun selangit. Ukuran baby, panjang 35 cm dihargai Rp9,5-juta. Kini boa salmon milik alumnus Universitas Petra, Surabaya itu sudah mencapai panjang 1,8 meter. ‘Siap dikawinkan, tetapi saya kesulitan mencari pejantannya,’ ujar Hendy.

Menurut Hendy, perawatan boa salmon sama dengan perawatan ular jenis lain. Yang istimewa, jadwal pemberian pakan selalu dicatat. Saat masih bayi, menu makannya adalah tikus kecil. Frekuensi pemberian 3 hari sekali. Setelah dewasa, pakan diganti dengan tikus putih besar. Frekuensi makan pun hanya seminggu sekali.

Boa albino

Di kediaman Hendy di Sidoarjo, boa salmon disandingkan dengan boa unik lain: boa albino. Inilah jenis ular favorit Hendy setelah boa salmon. Boa albino ia beli dari seorang importir di Jakarta. Setelah menunggu selama 3 bulan, akhirnya pada September 2005 ia berhasil memperoleh reptil dambaannya itu.

Harga boa albino cukup menguras kantong. Bayangkan saja, ukuran baby sepanjang 30 cm, dihargai Rp20-juta. Namun, harga itu sebanding dengan kecantikan yang dimiliki oleh sang klangenan. Tubuhnya berwarna dasar putih dihiasi bercak-bercak kuning. Bagian-bagian tertentu dihiasi oleh bercak-bercak berwarna agak merah.

Ciri khas albino terletak pada mata. ‘Semua jenis albino akan memiliki mata merah,’ ujar Hendy. Menghasilkan boa albino pun bukan perkara gampang. Walaupun di alam albino biasa ditemukan, tapi jumlahnya hanya sedikit. Selain itu temperamennya juga lebih buas. Selain temperamen yang kurang ramah, harganya juga bisa selangit. Albino tangkapan alam dihargai 20 kali lipat lebih tinggi dibandingkan jenis normal. Perawatannya juga cukup sulit. Ia seringkali ngambek, mogok makan, jika kondisi kandang tidak nyaman.

Saat ini boa albino sudah berhasil ditangkarkan di Amerika. ‘Kemungkinan mereka menangkap albino dari alam, lalu ditangkarkan sendiri,’ tambah eksportir kerapu macan itu. Namun, karena izin impor relatif sulit, maka boa albino masih jarang dimiliki kolektor ular ditanahair.

Geochelone aldabra

Ini dia salah satu kura-kura terbesar di dunia. Kura-kura darat asal Kepulauan Aldabra Atoll, Seychelles, Afrika, bisa mencapai bobot lebih dari 360 kg dengan panjang karapas 120 cm. Karapas abu-abu kehitaman. Ia termasuk kura-kura dengan bentuk karapas tinggi-high dome.

Namun, di Yogyakarta ada Geochelone aldabra yang karapasnya pendek. Corak karapas itu terbelah-belah, sehingga muncul celah-celah sempit. Pemiliknya, Leonardus merogoh kocek Rp10-juta agar bisa menikmati keindahannya setiap hari. Walaupun harganya cukup tinggi, tapi Geochelone gigantea ini tidak memerlukan perlakuan istimewa. Leo menempatkan aldabranya di kotak plastik berukuran 50 cm x 30 cm, yang hanya dialasi kertas koran. ‘Perawatannya pun sederhana, cukup dijemur saja setiap pagi,’ ujar kelahiran 42 tahun silam itu. Masalah pakan pun tidak terlalu rumit, cukup diberikan sayuran seperti selada, karena si raksasa ini termasuk golongan herbivora.

Dada putih ceper

Reptil unik lain yang berhasil ditemukan adalah seekor kura-kura dada putih milik Fanni Arifian, kolektor reptil di Yogyakarta. Kura-kura asli Indonesia itu terlihat berbeda. Biasanya bagian dada pada kura-kura jenis ini akan terlihat sedikit menggembung, tetapi dada kura-kura milik Fanni terlihat rata. Akibatnya, ia pun terlihat ceper.

‘Keunikan ini tidak terlihat ketika kura-kura masih kecil,’ ujar Fanni. Seiring bertambahnya umur, pertumbuhan kura-kura air itu terlihat tidak normal. Bagian dada tidak menggembung, melainkan rata. Kura-kura yang dibeli Fanni dari seorang teman itu kini menjadi salah satu reptil favoritnya. Dengan keunikan itu, harga diperkirakan tinggi. (Lani Marliani/Peliput: A. Arie Raharjo)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img