Wednesday, August 17, 2022

Revolusi sang Ratu dari Benua Kanguru

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pantas hobiis di Tomang, Jakarta Barat, itu melirik radian beauty. Sejak malang melintang di dunia cattleya—Th ailand dan Taiwan—selama 13 tahun, ia belum pernah melihat warna cattleya seaneh itu. “Itu revolusi besar-besaran,” katanya. Ia kian menawan dengan lidah pink berkombinasi kuning. Sifat radian beauty juga unik. Hari pertama mekar, berwarna kuning cerah dengan semburat cokelat. Dua hari kemudian semakin tua mendekati keemasan dengan bingkai kuning pada tepi petal.

Gradasi warna itu terlihat dari bunga teratas dan paling bawah. “Paling atas kuning, yang bawah cokelat keemasan,” kata Didi—sapaan akrab Ferdinand. Harap mafh um, kuncup cattleya mekar dari bawah. Bunga radian beauty berdiameter 14 cm sehingga tergolong ukuran standar. Namun, ia rajin berbunga. Dalam satu tangkai bunga minimal terdapat 3 kuntum yang tersusun rapi. Ia tampil gagah lantaran bunga tebal dan ditopang tangkai yang panjang dan kokoh.

Menurut Didi, tak hanya radian beauty, cattleya cantik dari Australia. Ada banyak ratu anggrek berkualitas dihasilkan di negeri koala itu. Di sana penyilang cymbidium mulai mengembangkan cattleya sejak 3—4 tahun terakhir. Mereka melirik anggrek temuan William Cattley karena terpicu perkembangan cattleya di Taiwan dan Hawaii yang kian genjah dan rajin berbunga.

Sebut saja David Littman, salah seorang penyilang dari Queensland. Ia terkenal karena berhasil mencetak b u n g a – b u n g a bermutu. Silangannya diekspor ke Jepang, bahkan ke negara gudang cattleya, Th ailand dan Hawaii. Itu bukan omong kosong. Penelusuran Trubus di dunia maya dan majalah internasional salah satu bukti. Banyak cattleya dengan nama depan Dal’s—ciri silangan David Littman—dipajang di nurseri-nurseri mancanegara. Berikut 6 cattleya lain asal Australia:

Blc. Dal’s toshie “eastwood 39”

Sang ratu berjuluk toshie ini hasil silangan David Littman. Ia istimewa lantaran warna bunga tajam, kombinasi kuning tua dengan lidah merah marun tua dan kuning. Ia diboyong ke Indonesia pada 2003 saat remaja tanpa bunga. Setahun kemudian di Temanggung, Jawa Tengah, toshie memunculkan 3 kuntum bunga. Bunga berdiameter 16 cm itu nyaris sempurna. “Bentuknya membulat,” kata Didi. Sampai saat ini ia sudah berbunga 2 kali. Lantaran keindahan dan kelebihannya itu, toshie banyak diincar kolektor di Indonesia.

Blc. Sylvia fry “bette”

Dialah sylvia putih paling istimewa. Pasalnya, dari sekian banyak varian sylvia fry hanya 1 yang menghasilkan warna putih bersih. Yang lainnya putih bersemburat ungu atau lembayung. Itu berkat tangan dingin penyilang Australia yang melakukan repeat cross alias perkawinan berulang. Sylvia sendiri sebetulnya silangan lama di benua Australia.

Karena tampil menawan, sylvia pernah menggondol jawara pertama cattleya kelas putih di salah satu lomba di Australia. Ketika itu harganya langsung menjulang, AUS $150 setara Rp1,15-juta per 3 batang cabutan. Saat berbunga di Indonesia kualitasnya luar biasa. “Bentuk bunga sangat sempurna,” kata Didi. Padahal, jarang sekali bunga berdiameter 22 cm mekar nyaris membulat.

C. (inez okimoto x chincogan) “Ho’s fairy . oss”

Cattleya ini generasi terbaru di Australia. Ia muncul dari tanaman berbatang pendek alias mini. Sepintas fairy fl oss mirip bette, tapi diameter bunganya kecil, kurang dari 15 cm. Si putih mini itu masih silangan sehingga langka.

Blc. Glenn m a i d m e n t “ s o u t h e r n cross”

Banyak hobiis di Australia menyebut glenn si broken white. Warnanya putih kotor, tapi tetap cantik karena kehadiran semburat merah keunguan di sepal dan petal. Glenn tergolong rajin berbunga dan berukuran besar— diameter 20 cm. Setiap tunas muncul, pasti berbunga. Setiap berbunga minimal 2—3 kuntum per batang. Tangkai glenn panjang dan kokoh sehingga bunga yang muncul terlihat gagah.

Blc. (toshie . are x aussie sunset) “Ho’s sunset . are”

“Paduan warnanya indah,” kata Didi sambil menunjuk sunset fl are. Bunga berdiameter 10 cm itu cantik dengan semburat kuning dan merah marun pada kedua petal, berpadu warna cokelat di ketiga sepal. Yang juga mencolok, warna kuning di bagian dalam lidah. Mirip pancaran sinar matahari kala terbenam—cocok dengan namanya. Kelebihan lain, sunset fl are mudah tumbuh dan rajin berbunga.

Blc. Dal’s dynamite “Ho’s super . are”

Inilah silangan David Littman yang lain. Ia disebut super fl are sebab bentuk bunga mengembang dan paduan warna seronok (fl are= mengembang, nyala api, red). Padahal ia turunan sylvia fry yang banyak menurunkan warna putih. Itu berkat kepiawaian David memilih indukan yang lain. Bunga berdiameter 17 cm itu kian gagah karena tebal. “Cocok untuk dijadikan indukan,” kata Didi. Diharapkan dari keturunannya muncul karakter bunga bersemburat dan tebal. (Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img