Friday, August 12, 2022

Rival Kolesterol

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Habis manis daging buah, maka biji pahit pun terbuang. Padahal, biji tokcer mengatasi kolesterol jahat.

 

Masyarakat memang hanya memanfaatkan daging buah pepaya Carica papaya, sedangkan biji terbuang. Bagi penderita kolesterol, biji buah dari Meksiko, Amerika Selatan, itu penyelamat sebagaimana hasil riset  Muti’ah Nuraeni dan rekan dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Mereka membuktikan melalui uji praklinis bahwa biji tanaman anggota famili Caricaceae itu antikolesterol.

Dalam riset ilmiah itu, Nuraeni melibatkan 25 tikus putih jantan berumur dua bulan dengan rata-rata bobot 180,84 gram. Ia membagi hewan uji menjadi lima kelompok. Satwa pengerat itu mengonsumsi campuran 2 ml minyak babi setiap hari selama sepekan. “Pemberian minyak babi bertujuan membuat hewan uji mengalami hiperkolesterolemia, yakni meningkatnya kadar kolesterol dalam darah,” tutur Nuraeni.

Manjur

Sepekan setelah pemberian pakan tinggi lemak, kadar kolesterol total pada semua kelompok hewan uji meningkat, rata-rata peningkatan sebesar 101,80 mg/dl. Nuraeni dan rekan lalu memberikan tambahan serbuk biji pepaya pada tiga kelompok masing-masing berkadar 100 mg, 200 mg dan 400 mg per kg bobot tubuh setiap hari. Dua grup lain merupakan kontrol positif dan kontrol negatif. Pada kelompok kontrol positif, hewan uji hanya mengonsumsi pakan, sedangkan kelompok kontrol negatif mengonsumsi 20 mg obat penurun kolesterol golongan statin per kg bobot tubuh.

Dua pekan berselang, penurunan kadar kolesterol total paling banyak pada kelompok kontrol negatif yang mengonsumsi statin, yakni 110,62 mg/dl, semula 254,7 mg/dl. Kelompok yang mengonsumsi tambahan jus biji pepaya berdosis besar 400 mg, kadar kolesterol total turun menjadi 128,28 mg/dl, semula 257,57 mg/dl. “Meski statin lebih banyak menurunkan kadar kolesterol, tetapi bahan kimia sintesis yang terkandung di dalamnya memperberat kerja ginjal,” tutur Nuraeni.

Ia menuturkan berdasarkan analisis fitokimia, ekstrak biji pepaya mengandung beragam senyawa yang bermanfaat bagi tubuh seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, anthraquinones, dan anthocyanosides. “Saponin mengikat asam empedu tetap berada di dalam usus halus. Akibatnya penggunaan kolesterol di hati meningkat sebagai bahan baku pembuatan getah empedu sehingga cadangan kolesterol di hati menurun. Dengan demikian kadar LDL (low density lipoprotein) pun menurun,” tutur Nuraeni.

Adapun tanin bekerja bereaksi dengan protein mukosa dan sel epitel usus sehingga menghambat penyerapan lemak. LDL alias kolesterol jahat sebab mudah melekat pada pembuluh darah, menyebabkan penumpukan lemak, dan menyumbat pembuluh darah. “Dengan menurunnya kadar LDL, maka HDL (high density lipoprotein) meningkat,” tutur Nuraeni. HDL mengangkut kolesterol dari pembuluh darah ke hati untuk dibuang sehingga mencegah penumpukan kolesterol di pembuluh darah.

Aman dan murah

Dra Salmah Orbayinah, Apt, MKes, dosen Biokimia dan Farmasi dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menuturkan faktor makanan salah satu pemicu meningkatnya kadar kolesterol alias hiperkolesterolemia. Biasanya karena konsumsi makanan berlemak tinggi. Hiperkolesterolemia dapat diatasi dengan menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat untuk menjaga agar kadar kolesterol tetap normal di bawah 200 mg/dl.

Namun, sebagian besar masyarakat terutama penderita kolesterol tinggi sulit untuk melakukannya. Akibatnya kadar kolesterol kerap melebihi normal sehingga konsumsi obat kimia pun tak dapat dihindari. “Biji pepaya dapat menjadi alternatif pengganti obat kimia penurun kolesterol yang aman bagi pasien. Obat penurun kolesterol yang mengandung bahan kimia dapat memperberat kerja ginjal bila dikonsumsi jangka panjang,” tutur Salmah Orbayinah.

Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, juga meresepkan biji pepaya itu untuk membantu menurunkan kolesterol. “Biji pepaya berkhasiat mengeluarkan racun dari tubuh termasuk kolesterol yang mengendap di pembuluh darah,” tutur herbalis yang acap mengajar yoga itu. Caranya cukup mudah. Bersihkan biji kemudian jemur dan blender lalu ambil 10 gram dan campur dengan 30 cc air. Minum sehari tiga kali,” ujarnya.

Selain itu biji pepaya juga mampu mengatasi keluhan pencernaan. Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, menuturkan biji pepaya baik untuk membantu melancarkan buang air besar. Untuk memperoleh khasiat itu, silakan menjemur biji pepaya di bawah sinar matahari dan haluskan menjadi serbuk. Kemudian seduh dua sendok teh serbuk itu dengan 100 ml air panas, tambahkan gula merah, dan minum setiap hari.

Penelitian IM Sukadana dari Jurusan Kimia, Universitas Udayana, menunjukkan isolat triterpenoid konsentrasi 1.000 ppm

dari hasil maserasi 500 gram serbuk kering  biji pepaya menghambat pertumbuhan bakteri. Daya hambat ekstrak biji pepaya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus masing-masing 10 mm dan 7 mm. Jadi, habis manis daging buah pepaya, janganlah biji dibuang.  (Andari Titisari)


Kerja Biji Pepaya

1.      Saponin mengikat asam empedu tetap di usus halus

2.      Penggunaan kolesterol di hati meningkat sebagai bahan pembuatan getah empedu

3.      Cadangan kolesterol di hati menurun

4.      Tanin bereaksi dengan sel epitel usus sehingga menghambat penyerapan lemak

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan Foto :

  1. Sebagian besar masyarakat hanya manfaat daging buah pepaya saja
  2. Larutan biji pepaya juga andal atasi masalah pencernaan
  3. Jangan buang begitu saja biji buah pepaya sebab berkhasiat turunkan kolesterol
  4. “Melalui uji praklinis, biji pepaya terbukti antikolesterol,” tutur Muti’ah Nuraeni
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img