Monday, November 28, 2022

Rockwool : Dari Pabrik Masuk Pot Plastik

Rekomendasi

Melalui sederet pengolahan, batu seperti yang terdapat di lereng dan lembah sungai Gunung Merapi menjelma menjadi bahan lembut berpori mirip kapas. Kios Yos di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP), dipenuhi ratusan pot phalaenopsis yang menggunakan media rockwool. Bukan tanpa sebab pakar hidroponik itu memilihnya. Jika anggrek di media arang perlu 10-11 bulan hingga siap jual, dengan rockwool jauh lebih singkat, hanya 7-8 bulan.

Itu dimungkinkan karena kapas dari serat batu itu mempunyai pori seragam. Bahan isolator panas itu mampu menyimpan air, hara, dan udara dengan merata. Di samping itu, ‘Pertumbuhan akar lancar karena ketersediaan nutrisi, air dan udara terjaga,’ papar Poerwantono, pemasok alat hidroponik di Jakarta Pusat. Frankie Handoyo, pekebun anggrek di TAIP menyatakan, ‘Meski tidak mengandung hara, rockwool mampu menyimpan pupuk dari air,’ katanya.

Geser sphagnum

Rockwool dapat digunakan sebagai media tanam semua jenis anggrek. Yos pernah melakukannya pada dendrobium dan cattleya. Sekarang alumnus Fakultas Pertanian IPB itu memakai media olahan batu untuk budidaya phalaenopsis. Tinggi maksimal batang agar tidak rebah tanpa disangga adalah 80 cm. ‘Meski lembut, serat rockwool dapat menahan tarikan akar,’ tambahnya. Bahkan gramatophylum yang batangnya sebesar tebu sekalipun dapat ditanam pada isolator panas itu.

Hanya saja, pot harus diletakkan di bawah atap agar air hujan tidak masuk. Hujan menyebabkan media terlalu basah sehingga akar busuk. Itu karena, ‘Serat rockwool mampu menyimpan sangat banyak air,’ tambahnya. Karena masalah tempat, ia meletakkan phalaenopsis di bawah plastik, dendrobium dan cattleya di bawah net. Makanya Yos menggunakan media sphagnum moss-yang mampu melepas kelebihan air-untuk media dendrobium dan cattleya.

Yos membatasi penggunaan sphagnum lantaran harganya jauh lebih tinggi ketimbang rockwool. Sekarung sphagnum isi 25 kg hampir satu juta rupiah, sementara rockwool hanya 120 ribu rupiah. Itu untuk pemakaian pada 1.500 pot seedling 3 cm. Awalnya, sarjana pertanian lulusan 1958 itu menggunakan rockwool khusus media buatan Belanda. Mengetahui barang sejenis dipakai untuk industri, Yos pun mencobanya. Ternyata, ‘Perbedaan kualitas bahan tidak mempengaruhi kualitas tanaman,’ jelasnya. Ia lantas hijrah menggunakan olahan serat batu dari produsen tanahair, yang sebenarnya dibuat untuk memasok industri.

Dari pabrik

Rockwool diolah dari batu gunung dan sungai, yang umum disebut batu vulkanik. Batu itu dipanaskan pada suhu 2.300 0C hingga meleleh lalu dimasukkan ke dalam cetakan sesuai kerapatan yang diinginkan sambil dialiri udara ataupun uap air hingga dingin. Proses itu mengulang pembekuan lahar menjadi batu, tetapi direkayasa sehingga batu yang terbentuk berupa serat berukuran 0,006-0,01 mm. ‘Prosesnya mirip pembuatan kembang gula arumanis di pasar malam,’ kata Widiatmoko, staf pemasaran distributor rockwool di Cengkareng. Kerapatan olahan batu itu berkisar 40-120 kg per meter kubik. Itu jauh di bawah air yang kerapatannya 1.000 kg per meter kubik.

Bahan itu digunakan untuk berbagai keperluan industri. Pada penyejuk ruangan gedung bertingkat, rockwool membungkus pipa pendingin agar panas tidak merembes masuk. Dapat pula mengisolasi mesin pemanas agar panasnya tidak membahayakan orang di sekitarnya. Itu juga dipakai sebagai peredam suara mesin pabrik. Isolator panas itu dilirik sebagai media tanam menyusul larangan penggunaan bahan gambut di negara maju. Negara produsen serat batu untuk media tanam antara lain Denmark dan Belanda.

Meski diolah di tanahair, bahan baku berupa batu masih didatangkan dari Jepang. Itu lantaran pabriknya patungan (joint venture) dengan investasi dari negeri Sakura. ‘Teknologinya pun kita dapat dari sana,’ papar Widiatmoko lagi. Namun sebenarnya, ‘Batu dari Bogor pun dapat dijadikan rockwool,’ kata Poerwantono yang menangani pemasaran alat hidroponik. Diakuinya, serat batu khusus media tanam memang masih didatangkan dari luar negeri. (A. Arie Raharjo)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Cara Membangun Rumah Walet agar Walet Mau Bersarang

Trubus.id — Rumah walet tidak bisa dibuat asal-asalan. Perlu riset khusus agar rumah itu nyaman ditempati walet. Mulai dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img