Friday, December 9, 2022

Rosemary Dalam Kenangan Hamlet untuk Ophelia

Rekomendasi

Sebut saja penelitian Chi-Tang Ho, PhD, profesor di Departemen Ilmu Makanan, Rutgers University di New Bruinswick, New Jersey. Kulit hewan percobaan diolesi minyak rosemary. Bahan keringnya diberikan dalam pakan. Hasilnya, risiko serangan kanker berkurang setengahnya ketimbang hewan kontrol. Itu karena kandungan quinones, senyawa antikanker.

Penelitian lain diungkap Rob Santich MNHAA. Disebutkan minyak tanaman asal Mediterania itu menghambat pertumbuhan cendawan Candida albicans pada penderita kanker dan pneumonia. Perlakuan diterapkan pada 12 pasien dengan meneteskan minyak di mulut sebanyak 5 kali per hari. Anggota famili Lamiaceae itu berefek positif pada sistem saraf pusat. Kerja sistem saraf pusat dan aktivitas pernafasan pada tikus percobaan meningkat setelah menghirup aroma rosemary. Sementara ekstrak alkoholik si embun laut—begitu arti namanya dalam bahasa Latin—sebagai antidepresi.

Santich juga mengungkap kerja rosemary dalam meningkatkan produksi air empedu dan fungsi hepatoprotective pada hewan percobaan. Sebuah uji klinis pada beberapa sukarelawan menunjukkan efek relaksasi setelah menghirup minyak esensial tanaman perdu itu selama 3 menit.

Antioksidan

Penelitian-penelitian itu menegaskan khasiat rosemary sebagai tanaman obat turun-temurun. Bangsa Yunani dan Tiongkok kuno memanfaatkan teh kerabat basil itu untuk melancarkan pencernaan dan membebaskan gas dalam perut penyebab sakit. Teh yang diambil dari pucuk dan bunga baik untuk batuk, sakit kepala, dan nafas busuk. Minyak esensial rosemary mengandung borneol, camphor, eucalyptol, dan penine. Andal sebagai obat gosok dan salep pereda encok. Konon Elizabeth, Ratu Hungaria abad 14 Masehi, sembuh dari lumpuh akibat rematik karena dipijat dengan hungary water. Air hungaria terbuat dari pucuk rosemary segar berbunga, direndam dalam air selama 4 hari, dan disaring.

Namun, buat yang berkulit sensitif hatihati, senyawa-senyawa itu memicu iritasi. Penderita epilepsi, tekanan darah tinggi, serta wanita hamil dan menyusui juga menghindari. Tanaman yang paling baik diperbanyak dari biji itu juga memiliki efek pereda nyeri, peluruh urine, antispasmodik, dan antiseptik. Pantas rumah sakit-rumah sakit di Perancis membakar rosemary dan jintan saru untuk membersihkan udara penuh kuman penyakit dan mencegah infeksi.

Sebagai salah satu antioksidan terbaik, rosemary tak melulu penghambat pertumbuhan faktor-faktor penyebab kanker. Senyawa rosmaridifenol berperan dalam mengawetkan makanan sehingga lemak, misalnya, tak gampang tengik. Rutgers University di New Jersey mematenkan temuan itu sejak 1987.

Sejak lama pula tanaman berbunga putih hingga biru tua itu dipercaya meningkatkan daya ingat. Konon murid-murid sekolah zaman Yunani Kuno memakai kalung rosemary ketika menghadapi ujian supaya  tidak tegang dan meningkatkan konsentrasi. Itu lantaran embun laut mencegah acetylcholine—senyawa kimia otak—rusak. Sifatnya yang hangat membangkitkan semangat yang loyo, menyegarkan pikiran saat jenuh, dan menguatkan jantung. Ia juga memacu kerja hati dan ginjal dalam proses detoksifi kasi, menekan tekanan darah, dan mengurangi sakit saat menstruasi.

Cegah rontok

Kombinasi dengan minyak thyme, cedarwood, dan lavender dalam larutan jojoba mengurangi rambut rontok. Ia juga antiketombe. Aroma yang tajam dimanfaatkan sebagai wewangian parfum.

Daun kering atau segar yang dimasukkan ke dalam tas kain dan direndam dalam air mandi menyegarkan kulit. Spanyol memproduksi sabun mengandung ekstrak rosemary bermerek Iris yang terkenal di seluruh dunia. Sesendok rosemary cair dengan campuran yoghurt cocok untuk facial. Perdu aromatik itu berperan melancarkan sirkulasi darah di wajah, yoghurt mengencangkan poripori.

Pantas dengan segudang khasiat itu ada embel-embel offi cinalis di belakang nama rosemary. Offi cinalis berarti sudah diketahui berkhasiat obat. Meski berasal dari Mediterania, kini ia justru dikembangkan besar-besaran di Spanyol, Perancis, dan Maroko. Di Indonesia rosemary memang belum populer. Ia dianggap sebagai tanaman pengusir serangga karena beraroma tajam. Anggapan yang ternyata keliru. Bibit tanaman hanya ditemukan di nurseri tertentu seperti Seederama Nurseri di Puncak, Bogor. Daun yang dikeringkan bisa didapat dengan memesan lebih dulu. Harganya Rp300.000 per kg. Sementara Ladang Artha Buana di Sukabumi memproduksi tanaman itu untuk perawatan tubuh di spa.

Perdu berdaun jarum berwarna hijau itu juga bumbu masak populer. Salad, sup, panggang ikan atau daging terasa lebih “menyengat” dengan tambahan rosemary. Kerabat marjoram dan oregano itu pun hadir dalam romantisme kehidupan manusia. Rangkaian yang disusun menjadi lingkaran digunakan sebagai penghias kepala pengantin wanita. Seikat rosemary yang diikat pita sutera dan dibagikan pada undangan, perlambang cinta dan kesetiaan.

Kenangan

Di Wales, setangkai embun laut digenggam para pelayat sebelum meninggalkan rumah duka. Potonganpotongan rosemary dimasukkan ke dalam peti mati sebelum diturunkan ke liang lahat. Para Paraoh Mesir Kuno pun dimakamkan berbarengan dengan rosemary kering. Di sekeliling makam herbal aromatik itu ditanam. Konon kehadirannya melapangkan jalan roh menuju kehidupan berikutnya. Penduduk Spanyol dan Itali percaya khasiatnya sebagai penangkal roh jahat. Jika diletakkan di bawah bantal menjauhkan dari mimpi buruk. Aromanya yang kuat kerap dimanfaatkan sebagai dupa.

Rosemary pun berarti sebuah kenangan. Penduduk Australia menyematkannya di baju setiap tanggal 11 November untuk mengenang jasa para pahlawan. Bagi Hamlet, seperti yang dilukiskan penyair Inggris Shakespeare, rosemary selalu mengingatkan pada sang kekasih, Ophelia.(Evy Syariefa)

Kulit Salak Tuntaskan Diabetes

Kenangan melancong ke Australia pada 1987 tak bakal lenyap dari ingatan Rahardian Abadi—sebut saja begitu namanya. Kala berpelesiran ke Sydney, pria kelahiran Purwodadi 76 tahun silam itu terserang . u dan demam tinggi. Jadwal wisata yang telah dirancang pun berantakan. Tak dinyana dari dokter yang memeriksa didapat obat kesembuhan diabetes yang lama diidap: rebusan kulit buah salak.

Perasaan mudah lelah dan letih yang dialami memasuki usia 40 tahun semula dianggap Rahardian biasa saja. Maklum aktivitas ayah 4 anak itu memang luar biasa. Profesi di bidang pelayanan masyarakat membuatnya mesti siap sedia setiap saat. Namun, ketika kebiasaan berurine meningkat, perasaan waswas mulai melanda. “Kalau malam hari minimal 3 kali saya bolak-balik ke kamar mandi,” kenangnya. Bobot tubuh terus menyusut meski gembul makan.

Kekhawatiran itu gejala diabetes pun menyeruak. Maklum orangtua alumnus Universitas Airlangga itu penderita penyakit yang sudah dikenal sejak 1552 Masehi itu. Apalagi dari informasi yang dikumpulkan, sering buang air kecil dalam jumlah banyak dan bobot badan turun, gejala umum diabetes.

Benar saja, pemeriksaan darah di laboratorium menunjukkan angka kadar gula dalam darah kondisi puasa mencapai angka 300-an mg/dl. Padahal normalnya nilai itu hanya 120 mg/dl. Sementara kadar glukosa setelah 2 jam makan di atas 200 mg/ dl. Itu tanda diabetes menyerang.

Opname

Maka mulailah hari-hari Rahardian diisi dengan mengkonsumsi obat-obatan kimia penetral gula darah. Kakek 9 cucu itu pun mesti rajin berolahraga untuk menekan kadar glukosa. Maklum sampai kini belum ada obat manjur penyembuh diabetes. Paling banter penyakit yang namanya berarti air manis yang mengalir terus (diabetes=mengalir terus, mellitus=manis, red) itu dikontrol dengan obat-obatan, pola makan ketat, dan olahraga teratur.

Joging dan jalan kaki di pagi hari jadi pilihan. Sayang pria yang pernah bertugas di Banjarmasin selama 2 tahun itu tidak berpantang makanan. Asupan karbohidrat seperti nasi tetap seperti porsi semula. Ia pun senang menyeruput sirup untuk minuman sehari-hari. Padahal, “Diet karbohidrat dan makanan yang mengandung gula serta olahraga kunci penting dalam mengontrol kadar gula penderita diabetes,” kata dr Setiawan Dalimartha, dokter sekaligus herbalis di Jakarta.

Itu diamini R Broto Sudibyo, herbalis di Yogyakarta. Makanya minuman ringan dan mengandung gula terlarang untuk penderita. Asupan karbohidrat pun dikurangi, misal porsi nasi jadi sepertiga takaran biasa. Atau sumbernya diganti, kalau semula nasi menjadi kentang hitam atau pisang kepok rebus.

Lantaran membandel pantangan, kadar glukosa Rahardian pun ajek di kisaran 300 mg/dl. Malah suatu ketika angka itu melonjak menjadi 600 mg/dl. Kondisi itu tidak sepenuhnya kealpaan pria yang gemar merawat bonsai itu, tapi karena keteledoran staf rumah sakit. “Waktu itu saya sakit sehingga harus opname. Saat mendapat infus ternyata mengandung glukosa,” tuturnya. Pantas jika gula darah naik drastis. Anehnya, Rahardian tidak merasakan keluhan apa pun.

Toh, ketergantungan pada obat-obatan kimia membuat pria yang berhaji pada 1991 itu jengah juga. Efek samping akibat residu bahan kimia menumpuk di tubuh membuatnya jeri. Sayang, kala itu ia belum sempat bersentuhan dengan ramuan herbal.

Dokter di Australia

Jalan kesembuhan tanpa sengaja terkuak kala Rahardian pelesiran bersama istri ke Australia. Saat tiba di kota Sydney, flu dan demam tinggi menyerang. Agar jadwal wisata yang sudah disusun tidak berantakan semua, buru-buru ia berobat ke dokter umum setempat. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Dari perbincangan dengan dokter pemeriksa, Rahardian mendapat jawaban yang selama ini dinanti-nanti.

“Diabetes memang tidak bisa disembuhkan, tapi di Indonesia ada obatnya yaitu kulit salak.” Begitu kata sang dokter seperti ditirukan Rahardian. Ucapan itu bukan sembarang. Memang belum ada bukti medis pendukung. Hanya saja “resep” itu didengar kala sang paramedis berkarya di Indonesia. Di Indonesia, contoh kulit salak yang Rahardian bawa ke sebuah laboratorium perguruan tinggi negeri di Bogor belum juga usai ditetliti. Periset di sana terkendala ketersediaan bahan kimia penguji kandungan dan cara kerja kulit salak yang mesti diimpor.

Dengan semangat ingin sembuh, Rahardian pun mengikuti saran dokter dari negeri Kanguru itu. Sebuah salak diambil kulit luar saja. Lalu dicuci dan dikeringanginkan sebelum direbus dalam 2 gelas air. Biarkan mendidih hingga tersisa 1 gelas. Ramuan itu diminum sekali sehari. Setahun berlalu, tak ada perkembangan berarti. Kadar gula darah tetap tinggi. “Akhirnya rutinitas itu saya tinggalkan karena bosan,” katanya. Rahardian kembali mengkonsumsi obat-obatan kimia penetralisir glukosa.

“Ramuan” kulit salak kembali diingat kala gula darah lagi-lagi melonjak pada 2000. Kali ini pria kelahiran 15 Agustus itu bertekad untuk meminum air rebusan kulit salak hingga penyakit tuntas. Segelas air kulit salak diminum setiap hari. Cobaan terberat jelas rasa bosan lantaran cekokan ramuan itu tak putus barang sehari pun. Toh, pengorbanannya tidak sia-sia.

Pahit dan sepet

Hasil pemeriksaan darah secara berkala menunjukkan kadar glukosa terus turun. Setelah 2 tahun berlalu kadar gula dalam darah pencinta ikan hias itu berada di kisaran 140 mg/dl. Padahal, sama seperti dahulu ia tidak pernah berpantang makanan. Tubuh yang semula mudah letih dan lesu pun terasa bugar. Bobot badan pun naik kembali. Bahkan meski telah lama pensiun, pria berkacamata itu terus beraktivitas di kantor pribadi.

Broto Sudibyo menduga sifat pahit dan sepet kulit salak Salacca edulis—terutama jenis lokal—yang berperan menetralisir gula darah. Menurut pakem pengobatan tradisional, penyakit diabetes yang disifatkan manis cocok diobati dengan herbal bersifat pahit. Broto biasanya menggunakan kombinasi sambiloto, pule, dan kulit pohon duwet. (baca: Pilihan untuk Hadapi si Manis, halaman 32)

Kini Rahardian sudah menyetop total rutinitas menyeruput air rebusan kulit salak. Obat-obatan kimia penetral gula darah pun telah lama dijauhi. Itu dilakukan setelah nilai glukosa darah ajek di kisaran 140 mg/dl. Saat Trubus berkunjung pada pertengahan Maret angka itu mencapai 180 mg/dl. “Tapi untuk penderita diabetes ini masih normal,” katanya. Untuk menjaga kadar glukosa, olahraga ringan dan menjaga pola makan jadi solusi. (Evy Syariefa)

Pilihan untuk Hadapi si Manis

Dua tahun penuh diperlukan Rahardian Abadi untuk mengontrol kadar gula darah di angka 140 mg/dl. Itu diperoleh setelah pantang menyerah menyeruput segelas air rebusan kulit salak setiap hari. Proses “kesembuhan” bisa jadi lebih cepat terjadi jika paduan sambiloto, pule, dan kulit pohon duwet jadi pilihan.

Pengobatan diabetes mellitus dengan air rebusan kulit salak memang belum lazim. “Saya belum pernah mendengar maupun menggunakannya,” tutur R Broto Sudibyo, herbalis kawakan di Yogyakarta. Pria yang belajar pengobatan tradisional dari almarhum sang ayah yang tabib di Keraton Solo, itu, hanya mempergunakan daun muda Salacca edulis untuk mengobati bisul. Brobos—daun salak yang masih kuncup— ditumbuk halus bersama kunyit. Ramuan itu lantas dipupurkan ke bisul. Sifat dingin ramuan akan membuat nanah pada bisul brobos alias keluar.

Informasi tentang khasiat kulit salak untuk mengatasi diabetes pun baru kali ini didengar dr Setiawan Dalimartha. Dari salah seorang pasien, dokter medis yang aktif memperdalam akupunktur dan ramuan herbal sejak 1983 itu mendengar kabar justru kulit ari salak yang punya manfaat mengatasi penyakit kencing manis. Berita itu diperoleh si pasien dari pengalaman empiris di Pontianak, Kalimantan Barat.

Tiga bulan

Meski tidak memiliki pengalaman langsung, Broto menduga sifat sepet dan pahit kulit salak —terutama jenis lokal—berperan mengatasi diabetes. Sifat itu sebenarnya dimiliki juga oleh daging buah. Berdasarkan fi losofi pengobatan tradisonal, khususnya Jawa, penyakit bersifat manis mesti digempur dengan ramuan bersifat pahit dan sepet. “Makanya kebanyakan tanaman obat yang dipakai untuk mengatasi diabetes dipilih yang pahit dan sepet,” katanya.

Lazimnya Broto mengkombinasikan sambiloto Andrographis paniculata, pule Alstonia scholaris, dan kulit kayu duwet alias jamblang Syzigium cumini. Sambiloto dan pule bersifat pahit; duwet, sepet. Sifat sepet duwet memperjarang frekuensi berurine—sering berkemih salah satu gejala diabetes. R a m u a n itu diberikan pada p a s i e n dengan kadar gula dalam darah mencapai lebih dari 300 mg/ dl.

Dengan ramuan itu, kadar glukosa terkontrol dalam 3 bulan. Biasanya setelah sebulan mengkonsumsi, nilai gula darah turun setengahnya dari kondisi semula.Pada bulan ke-2, turun lagi hingga seperempatnya. Pada bulan ke-3 kadar gula normal di kisaran 120 mg/dl.

Dibanding pengobatan menggunakan paduan sambiloto, pule, dan kulit kayu duwet, terapi air rebusan kulit salak selama 2 tahun jelas terbilang lama. Bila ramuan pertama sulit didapat, pilihan lain ialah pare, biji mahoni, mimba, dan brotowali—semua bersifat pahit. Tanaman obat itu dipakai sendiri-sendiri atau dikombinasikan. Saat kadar gula telah stabil, Broto menganjurkan meminum rebusan daun dandang gendis atau daun salam sebagai menu harian.

Pisang kepok

Selain pengobatan secara medis maupun tradisional, penderita wajib berdiet ketat dan berolahraga teratur. Pasien diabetes mesti mengontrol asupan karbohidrat ke dalam tubuh. Caranya dengan mengurangi porsi atau mengganti sumber karbohidrat. “Misal porsi nasi cukup 1/3 dari semula dan bisa diganti dengan memakan pisang kepok mengkal yang direbus atau kentang hitam,” kata Broto.

Jumlah karbohidrat berlebih akan meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Maklum penderita diabetes tidak mampu mengubah glukosa—yang berasal dari asupan karbohidrat—dalam darah menjadi energi. Akibatnya terjadi penumpukan glukosa. Sementara untuk mendapatkan energi, tubuh menghancurkan cadangan lemak di bawah kulit. Pantas, penderita penyakit yang semula disebut poliuria itu bobotnya cepat susut. Buah-buahan manis seperti sawo, nangka, dan durian serta kue-kue terbuat dari ketan, seperti dodol dipantang. Pun makanan dan minuman ringan mengandung gula. Untuk olahraga, aerobik dan lari santai bisa jadi pilihan.

Untuk mempertahankan stabilitas gula darah, penderita disarankan untuk melakukan terapi sayuran. Tujuh lanjar kacang panjang ditambah 3 sendok makan kecambah dijus dengan tambahan sedikit air. Jus kental diminum 1 kali setiap hari. Terapi lain yaitu akupunktur untuk memperbaiki fungsi pankreas. Pankreas menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar gula dalam darah. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img