Sunday, August 14, 2022

Rubi dari Padang Luway

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Di Cagar Alam Padang Luway, kantong semar nan langsing itu tumbuh di antara tumpukan serasah daun pohon Vaccinium bancanum dan Rhodomyrtus tomentosus. Anggota famili Nepenthaceae yang hanya dijumpai di Kersik Luway itu memiliki batang merambat berbentuk segitiga atau terkadang bulat. Rambatannya mencapai 10 m.

Bila diamati kerabat dekat Nepenthes gracilis dan N. tobaica itu memiliki daun lanset tanpa tangkai daun. Bunganya tersusun dalam tandan bertipe racemus. Bunga jantan dan betina terpisah seperti pada lengkeng. Meski begitu, N. reinwardtiana dapat melakukan penyerbukan silang dengan jenis albomarginata, clipeata, hispida, macrovulgaris, dan stenophylla. Hasilnya hibrida alami.

Mulai langka

Kantong semar yang diberi nama sesuai penemunya, Dr. C.G.C. Reinwardt, ahli Botani berkebangsaan Jerman, itu memiliki habitat tumbuh luas. Ia hidup di rawa gambut, tanah kapur, dan granit. Keindahannya tetap terpancar meski tumbuh di daerah pesisir hingga pegunungan di ketinggian 2.100 m dpl.  Jenis yang mempunyai ciri khas, 2 titik mata di mulut kantong itu hanya tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Koleksi tertua N. reinwardtiana dimiliki oleh Teijsmann. Tumbuhan itu diambil pada 1856 di Sumatera Barat.

Selo bengongong, sebutan suku Dayak Tunjung di Kutai Barat untuk N.reinwardtiana itu kini memang mulai langka. Lima hari keluar-masuk hutan di Kutai Barat, jejak jenis yang memiliki panjang tandan 15 cm itu belum terlihat. Baru setelah menyambangi beberapa orang Dayak Tunjung, harapan mulai terkuak. “Sekarang tumbuhan itu susah ditemukan di sini, mungkin di Padang Luway masih ada,” ujar salah satu penduduk.

Tebakan itu benar. Setelah menempuh 2 jam perjalanan darat dari Kutai, di Kersik Luway jenis itu baru dapat dilihat. Di lokasi seluas 17 ha yang sering disebut hutan kerangas itu selain N. reinwardtiana dijumpai pula anggrek hitam yang merupakan maskot Kalimantan Timur.

Padang Luway

Cagar Alam Padang Luway terletak sebelah selatan Sendawar, berada di ketinggian 200 m dpl. Lokasi itu dijadikan kawasan konservasi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian pada 1982. Penetapan itu dilatarbelakangi kepentingan untuk melindungi dan melestarikan anggrek hitam yang langka. Namun, belakangan kantong semar yang populasinya mulai menyusut ikut dilindungi.

Di sana, anggrek hitam Coelogyne pandurata hidup berdampingan bersamaN. reinwardtiana. Keduanya mampu beradaptasi pada agroklimat yang memiliki suhu udara agak ekstrim di atas 30ºC dan kelembapan udara rendah. Pohon yang tumbuh tampak seragam seperti Vaccinium bancanum dan Rhodomyrtus tomentosus yang tingginya rata-rata mencapai 5 m.

Kebakaran hutan yang pernah terjadi 2 kali di Padang Luway pada 1992 dan 2004 turut menyumbang menyusutnya keragaman jenis kantong semar. Sayang, jenis kantong semar yang masih tersisa belum diketahui pasti. Meski demikian alangkah bijak bila areal konservasi di Kalimantan Timur terus bertambah agar jenis-jenis yang hampir punah dapat dilestarikan (Drs Muhammad Mansyur MSc, peneliti madya di Pusat Penelitian Biologi-LIPI)

 

 

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img