Thursday, July 25, 2024

Sambut Lonjakkan Harga Kakao dengan Hasil Revitalisasi, Pekebun Sejahtera

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Momentum harga kakao dunia yang tengah menjulang menjadi berkah tersendiri bagi para pekebun kakao terutama daerah sentra. Kenaikan harga kakao pada Maret 2024 spektakuler.

Kenaikan itu mencapai sekitar Rp91,8 juta per ton biji kering. Dibandingkan dengan penghujung 2023, peningkatan harga itu sebesar 40%.   Banyak faktor penyebab kenaikan harga yang sangat signifikan itu.  

Salah satu pemicunya negara-negara penghasil kakao utama seperti Pantai Gading dan Ghana terkena el nino sehingga menurunkan produktivitas tanaman.

Hasil panen makin anjlok karena adanya serangan hama dan penyakit. Padahal permintaan biji Theobroma cacao itu terus bertumbuh. Dampaknya negara penghasil kakao lainnya seperti Indonesia merasakan kenaikan harga kakao itu sehingga meningkatkan pendapatan petani.

Terutama petani di sentra kakao seperti Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Daerah yang beribu kota di Lasasua itu memang sohor sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia.

Kabupaten Kolaka Utara memiliki program revitalisasi kakao untuk meningkatkan produksi dan kualitas kakao. Program berhasil dan pekebun pun lebih sejahtera. Baca juga Revitalisasi Kakao.

Bukti keberhasilan program peremajaan kakao itu salah satunya dirasakan Risman. Sebelumnya ia menanam cengkih. Saat ada program revitalisasi kakao, Risman mendapatkan bantuan bibit dan pupuk subsidi serta pendampingan pada 2020.

Pekebun di Desa Tojabi, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, itu tekun memelihara kebun. Semua tanaman kakao milik Risman tumbuh dengan baik. Ia memanen 100 kilogram biji kakao perdana pada 2023.

Saat itu harga biji kakao kering Rp27.000 per kg sehingga ia mendapatkan omzet Rp27 juta. “Kemungkinan hasil panen pada 2024 mencapai 300 kg biji kakao kering,” kata Risman

Pembibit kakao seperti Mirwing pun kebanjiran pesanan. “Saya kewalahan memenuhi permintaan bibit kakao,” kata warga Desa Purau, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, itu. Mirwing memproduksi 200.000—300.000 bibit kakao pada 2024.

Saat Trubus berkunjung pada awal Mei 2024, hampir semua bibit ludes terjual. Padahal belum mencapai pertengahan tahun. Permintaan membeludak karena harga kakao dunia tengah bagus sehingga petani berlomba menanam kakao.

Menurut Mirwing bahkan bibit muda yang belum tersambung sempurna pun terjual. Harga bibit pun terkerek mencapai maksimal Rp8.000 per batang. Sebelumnya pada 2023 harga bibit hanya sekitar Rp3.500 per batang.

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara, Muhammad Shadik, S.P., menduga harga kakao yang bagus ini kemungkinan bertahan hingga lima tahun mendatang. Jadi, saat ini waktu yang tepat untuk menanam kakao.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Kolaka Utara, Hasrianda, S. Sos., M.Si., juga turut mendukung perkembangan kakao. “Kami selalu mengkaji dan bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan,” kata Hasrianda.

Untuk 2024, ada 6 riset tentang kakao yang meliputi manajemen kebun, budidaya, dan hilirisasi. Hasrianda melibatkan akademisi yang berkompeten sehingga hasil penelitian bisa berkontribusi secara nyata demi perkembangan kakao di Kolaka Utara.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img