Wednesday, August 10, 2022

Sambutlah! Adenium Tumpuk Kelahiran Depok

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tangan kanannya memegang tusuk gigi yang ujungnya basah. Bersenjatakan itu ia mengambil serbuksari doxon dan menempelkan ke putikarturo. Dua setengah tahun berselang dari tangan mantan teknisi elektronikitu lahir adenium tumpuk 3 pertama di tanahair.

 

Setiap hari Gunadi menyilangkan doxon-si double flower pertama yang stabil-dengan bermacam adenium berpetal tunggal. Setiap hari 20-50 bunga dikawinkan. Dengan begitu ia berharap impian memperoleh bunga tumpuk baru terwujud. Total jenderal Gunadi menyilangkan 4.000 bunga sejak 2007 hingga kini.

Mimpi ‘sang penghulu’ kelahiran Yogyakarta itu terwujud pada 2009. ‘Enam bulan pertama, bunga tumpuk selalu gagal terbentuk. Kebanyakan bunga yang muncul tunggal seperti betina,’ kata ayah 3 anak itu. Diduga serbuk doxon tak menempel di putik betina. Akibatnya terjadi self pollination alias perkawinan serbuk sari dan putik dari bunga yang sama, yaitu betina berpetal tunggal. Kunci keberhasilan didapat dari rekan di Taiwan dan Thailand: serbuk sari mesti ditempelkan di balik kepala putik.

Dari ribuan semaian muncul 2 adenium bertumpuk 3 dan yang berpetal 2 tumpuk. Yang pertama berasal dari hasil persilangan antara jantan arturo dengan betina doxon. Mawar gurun berjuluk ngoc long itu warna dan bentuk bunganya mewarisi darah arturo: merah pekat dan kehitaman di hari pertama. Sifat tumpuk mewarisi doxon. Yang kedua, silangan betina doxon dan jantan yelo. Ia diberi nama clara. Clara tak mewarisi warna kuning seperti induknya. Bunga putih kemerahan dengan semburat merah. Terakhir, dizzie, hasil silangan betina trivius dengan jantan doxon.

Tetua Vietnam

Menurut Chandra Gunawan, pemilik nurseri Godong Ijo, di Sawangan, Depok, nama ngoc long disematkan untuk menghormati Nguyen Ngoc Long, pekebun adenium di Ho Chi Minh, Vietnam. ‘Di nurseri milik Nguyen, pertama kali doxon muncul. Ia mutasi dari adenium berpetal tunggal. Karena ada doxon, maka bunga triple lahir,’ kata Chandra.

Munculnya adenium bertumpuk 3 dari tangan penyilang lokal diacungi jempol oleh Untari Retno Wahyuni, penyilang adenium di Yogyakarta. Pemilik nurseri Omah Ijo itu, juga tengah membidani kelahiran adenium tumpuk. Tari menyilangkan doxon dengan sinox. Yang disebut terakhir adenium petal tunggal yang punya gen tersembunyi petal tumpuk.

Itu hasil pengamatan Tari di kebun. Sinox kerap muncul berpetal ganda, terutama di musim hujan. Tari berharap peluang lahir bunga dobel baru atau triple jauh lebih besar ketimbang jika doxon disilangkan dengan adenium berpetal tunggal. Cara lain, bunga doxon sebagai betina dibuahi berbagai serbuk sari bunga sekaligus.

Sejatinya adenium tumpuk 3 sudah ada sejak setahun silam. Ketika itu Suttikarn Jiamrattanaprateep, pemilik Husadee Adenium di Thailand, mengumumkan lahirnya 4 adenium berpetal 3. Sayang, adenium yang mirip mawar itu belum menyebar ke tanahair karena dibanderol selangit.

Sepaket berisi 20 bibit amazing thailand, nama bunga tumpuk itu, setinggi 15-20 cm ditawarkan Rp300-juta. Hartono Purnomosidi di Surabaya, Jawa Timur, yang pertama kali mendatangkan pada awal 2009. ‘Saat ini saya masih memperbanyaknya di batang bawah adenium berukuran 20-30 cm. Jumlahnya sekitar 1.000 tanaman dengan 4 varian warna. Bila sudah siap pasti dilepas,’ kata pemilik nurseri Kristal itu.

Terbatas

Proses kelahiran adenium tumpuk lokal pun sulit. Dari 50-100 biji yang ada di dalam buah (seedpot), ‘Lazimnya 40% seperti doxon, setengahnya petal tunggal. Yang benar-benar tumpuk dan baru paling 10%,’ ujar Tri Susilaningsih SP, agronomis alumnus Institut Pertanian Bogor, penanggung jawab produksi bunga-bunga baru di nurseri Godong Ijo.

Dari jumlah itu diseleksi lagi untuk mendapat bunga yang benar-benar beda dengan yang telah ada. Pantas meski sudah menyilangkan lebih dari 2,5 tahun, baru 3 adenium tumpuk yang dirilis Godong Ijo. Menurut Dr Budi Marwoto, pemulia tanaman hias di Balai Penelitian Tanaman Hias, Cianjur, peluang munculnya bunga tumpuk bakal semakin besar bila doxon dijadikan sebagai tetua betina. ‘Dalam ilmu genetika ada yang namanya maternal effect. Artinya, 1-2 sifat dominan mudah diturunkan lewat induk betina,’ kata penyilang krisan itu.

Jika doxon jadi betina, peluang munculnya bunga tumpuk mencapai 60%. Sedangkan bila doxon sebagai jantan, peluangnya 50:50. ‘Itu baru hitung-hitungan di atas kertas. Dalam prakteknya tak semua yang tumpuk benar-benar beda,’ kata Budi. Toh, meski Gunadi tak belajar genetika ia telah berhasil menjadi penghulu adenium. Kelak, itu bakal merangsang penyilang tanahair untuk mengikuti jejaknya. (Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img