Friday, August 12, 2022

Sang Perisai Kedelai

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Menurut Dr Marwoto MS, ahli hama di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi) Malang, penggerek polong menjadi hama utama kedelai. Tanpa pengendalian yang cermat, panen alamat gagal. “Penggunaan insektisida bukan solusi tepat. Bahan kimianya tidak dapat kontak langsung dengan larva di dalam polong,” ujar alumnus jurusan Hama dan Penyakit Tanaman Universitas Brawijaya itu.

Marwoto tergerak mencari alternatif pengendalian yang lebih efisien. Ia semakin bersemangat setelah membaca hasil penelitian R.G.S Mangundiharjo pada 1958 yang menemukan parasitoid Trichogrammatoidea bactrae bactrae di telur Etiella spp. “Temuan itu jadi sumber inspirasi. Saya bisa manfaatkan parasitoid telur itu dan mengembangkannya,” ucap anak ke-2 dari 10 bersaudara itu.

Ulat beras

Ayah satu anak itu mengganti telurtelur etiella dengan ulat beras Corcyra cephalonica untuk mengembangkan parasitoid. Telur-telur ulat beras itu direkatkan dengan lem gum arab pada potongan kertas manila berukuran 2 cm x 2,5 cm. Setiap potongan kertas berisi sekitar 2.500 telur ulat beras. Masukkan pias ke dalam tabung reaksi, yang telah berisi 1 pias telur terparasiti Trichogramma spp. yang siap menetas. Setelah 7—9 hari telur yang telah terparasiti berubah warna menjadi hitam kelabu dan siap dilepas di lahan.

Gunakan bambu atau kayu setinggi 1 m sebagai tiang penyangga kertas. Setiap hektar membutuhkan sekitar 33 tiang penyangga. Ujung pias diikatkan dengan benang, kemudian gantungkan pada tiang. Pemancangan tiang dilakukan ketika tanaman berumur 45 hari setelah tanam (HST). Jarak antara pias dengan ujung daun sekitar 20 cm. Jarak itu memungkinkan penyebaran parasitoid merata ke seluruh areal penanaman. Biasanya 3—4 hari telur akan menetas. Selanjutnya dalam waktu 7 hari T. bactrae bactrae hidup mencari pakan dan memparasiti telur Etiella spp.

Penelitian di sentra kedelai Ngale, Jawa Timur, menunjukkan penggunaan parasitoid mampu menghasilkan panen kedelai 1,5 ton/ha kedelai kering, sementara tanpa perlakuan apapun hanya 1,1 ton/ha. Bahkan penggunaan insektisida jenis deltametrin dengan dosis 2,5 g/l hanya mampu menghasilkan 1,3 ton/ha.

Pagi hari

Penggunaan parasitoid optimal bila pias dilepas pukul 06.00. Aktivitas T. bactrae bactrae meningkat saat cuaca cerah. Pelepasan sebanyak 250.000 parasitoid dengan frekuensi 3 kali, yakni, 45 HST, 55 HST, dan 62 HST menunjukkan tingkat parasitasi 65,88%. Hasil itu lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan parasitoid di atas 250.000 yang frekuensinya lebih rendah.

Cara pembiakkan parasitoid yang dilakukan Balitkabi itu ditularkan kepada pekebun di Pasuruan melalui Dinas Pertanian setempat. Pada forum Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT), pekebun di Desa Wrati dan Kademungan, Kecamatan Kejayan, melaporkan tingkat serangan Etiella spp dapat ditekan 35%.

Mudah dan murah

Pekebun mengembangkan parasitoid menggunakan media pakan ayam. Masukkan larva C. cephalonica ke dalam kotak berisi campuran pakan ayam (521) dan tepung jagung dengan perbandingan 1:1. Ketebalan media + 3 cm. Kotak kemudian ditutup dengan kawat kasa dan disimpan dalam ruangan sekitar 6 minggu sampai ngengat C. cephalonica muncul.

Ngengat dikumpulkan dan dimasukkan dalam kotak peneluran. Esok hari, telurtelur C. cephalonica yang menempel di kawat kasa dikumpulkan dengan kuas. Letakkan telur di cawan petri, bersihkan dan sterilkan dengan disinari lampu ultra violet 15 watt selama 30 menit.

Penyinaran itu dapat mematikan embrio ulat beras. Dengan demikian telur inang dapat disimpan lebih lama dan preferensi parasitoid untuk meletakkan telurnya masih tinggi. Parasitoid menyukai telur inang yang masih muda atau sebelum embrio berkembang.

Bila kesulitan membiakkan sendiri, Balitkabi menyediakan pias yang telah terparisiti seharga Rp500—Rp750/pias. Untuk setiap hektar penanaman pekebun hanya mengeluarkan Rp50.000—Rp75.000. Itu jauh lebih murah ketimbang menggunakan pestisida yang mencapairatusan ribu rupiah. (Destika Cahyana)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img