Friday, December 2, 2022

Sanke Sang Jawara

Rekomendasi

Grand champion A Rinyukai Indonesia Super Show Koi 2012, sanke berukuran 86 cm milik Didi Wikara asal Bogor, Jawa BaratSebanyak 24 suara dari total 32 juri mengantarkan taisho sanshoku koleksi Didi Wikara Kawarimono 115 cm berhasil meraih gelar grand champion B setelah menaklukan pesaingnya, hiki utsuri dan koromosebagai  grand champion A pada ajang Rinyukai Indonesia Super Show Koi 2012.

Waktu menunjukkan pukul 10.45 saat 32 juri secara bergiliran mendatangi 11 bak bulat masing-masing berdiameter 1,8 m. Bak-bak itu dihuni 11 koi kandidat peraih grand champion A (GC A). Itulah gelar bergengsi untuk kelas gosanke berukuran di atas 81 cm. Tepat pukul 11.00 Yohanes Yusuf, salah seorang panitia, membacakan nomor identitas calon peraih grand champion yang ditulis para juri. Yohanes menyebutkan nomor 1.118 sebanyak 24 kali, nomor 1.117 sejumlah 7 kali, dan nomor 0968 terhitung 1 kali.

Hasil itu menobatkan taisho sanshoku berukuran 86 cm milik Didi Wikara sebagai peraih gelar grand champion A. Sanke-sebutan taisho sanshoku di Indonesia-itu unggul 17 suara dari pesaing terdekatnya-kohaku berukuran 90 cm. “Bentuk tubuh ikan sempurna dan seimbang. Kulitnya mengilap dan coraknya bagus,” ucap Richard Tan, juri asal Singapura, tentang sang jawara. Danny H. Lianto, juri dari Indonesia menuturkan, sanke berumur 5 tahun itu berkualitas bagus dan dan layak juara. “Ikan itu memang sedang berada dalam penampilan puncaknya. Sebab itu saya yakin sanke dapat berprestasi maksimal,” ujar sang pemilik.

Kohaku pesaing gagal mendulang prestasi tertinggi karena, “Warna putih kurang bagus,” kata Danny. Koi yang juga koleksi Didi Wikara itu harus puas dengan gelar runner-up grand champion A; gelar serupa diraih saat berlaga di ajang 5th Asia Cup Koi Show 2012 di Taiwan pada Maret 2012 ketika masih dimiliki oleh Hartono Soekwanto, Presiden Zen Nippon Airinkai (ZNA) Chapter Bandung.

Dua puluh delapan juri mendaulat kohaku 90 cm sebagai runner up grand championKompetisi ketat

Prestasi sanke jawara membayar lunas perjuangan Didi mendapatkan ikan favoritnya. Ia menunggu selama 1 tahun untuk mendapatkan sanke itu karena pemilik enggan melepasnya. “Saya jatuh hati pada ikan itu karena bentuk tubuhnya proposional dan warnanya pun maksimal,” tutur Didi. Setahun bernegosiasi akhirnya Didi pun berhasil membujuk si pemilik. Pada 2008 pria asal Bogor itu resmi mendapat sanke produksi Sakai Fish Farm.

Pria yang mengenal koi sejak 8 tahun silam itu kembali menambah koleksi piala ketika kawarimono miliknya menyabet gelar grand champion B. Persaingan merebut gelar terbaik untuk koi nongosanke berukuran di atas 81 cm itu ketat sehingga pemilihan juara dilakuan 2 kali. Laga sengit juga terjadi di perebutan gelar jumbo champion B yaitu juara untuk koi yang kalah bersaing meraih grand champion B.

Untuk menentukan pemenang, ketua juri Hidekazu Yoshida akhirnya menunjuk koromoKontes dihadiri 1.456 koi berbagai jenis dan ukuran dari dalam dan luar negeri setelah dalam 3 kali pemilihan koi milik Felix Denanta itu selalu mengantongi nilai sama dengan hiki utsuri koleksi Yohanes Yusuf. Kualitas kedua ikan memang bagus. “Warna hiki utsuri bagus. Namun, koromo memiliki nilai tambah karena ukurannya besar, mencapai

90 cm. Perlu perawatan serius untuk mendapatkan koromo seperti itu,” ujar Danny. Di pengujung acara, senyum menghias wajah Felix Denanta. Sebanyak 28 juri dari Jepang, 2 dari Singapura, dan 2 dari Indonesia menganugerahi Ketua Rinyukai Indonesia itu sebagai juara umum dengan perolehan nilai 34.175. Sebab 46 ikan favoritnya meraih gelar juara di setiap kelas.

Perhelatan Rinyukai Indonesia Super Show Koi 2012 merupakan salah satu ajang bergengsi buat para mania koi di dalam dan luar negeri. Sebanyak 1.456 peserta milik 309 pehobi dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, dan China berjuang menjadi yang terbaik. “Ini merupakan kontes koi internasional terbesar di Indonesia,” tutur Hendrawan Sudarpo, ketua panitia. Kontes yang diselenggarakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta itu berlangsung pada 15-17 Juni 2012. Kontes yang terselenggara berkat kerja keras Rinyukai Indonesia itu berjalan lancar.

Penasihat Rinyukai Indonesia, Effendi Gazali, menuturkan kontes itu baru pertama kali diadakan di luar Jepang. “Saat ini Indosesia menjadi salah satu kekuatan koi dunia setelah Jepang,” ucap Effendi. Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia itu mengatakan kontes itu mempromosikan potensi koi Indonesia, membuka peluang kerjasama baru, dan memacu peternak lokal untuk mencetak koi berkualitas. Pria yang memiliki farm koi di Sentul, Bogor, Jawa Barat itu turut berpartisipasi dengan mengirimkan 12 koi terbaiknya. Seluruh klangenannya itu meraih gelar juara di kelasnya masing-masing. Salah satunya gelar sakura atau best in size berukuran 15 cm. Selamat kepada para pemenang! (Riefza Vebriansyah/Peliput: Muhamad Khais Prayoga)Didi Wikara (kiri) pemilik ikan penyabet 3 gelar bergengsi: grand champion A dan B serta runner up champion

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img