Monday, August 8, 2022

Sanrego, Pembangkit “Semangat” dari Timur

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Meski rasa pahitnya mencekik leher, Hermawan terus meminum serbuk Lunasia amara itu. Dalam benaknya hanya satu keinginan, “Membahagiakan istri tercinta,” ujar pria asal Maros, Sulawesi Selatan, itu. Setiap hari satu sendok makan serbuk kecokelatan itu ia seduh dengan air panas. Lima menit sesudahnya, seduhan disaring dari ampas. Ampas sanrego masih bisa digunakan untuk 2 kali seduhan.

Untuk mengurangi rasa pahit, Hermawan menambahkan gula pasir atau madu. Baru tiga kali meneguk rebusan sanrego, badan menjadi fi t. Dan yang paling penting, istrinya bisa tersenyum kembali.

Uji laboratorium

Bukan kebetulan bila Hermawan sembuh disfungsi ereksi setelah minum seduhan itu. Dr Subagus Wahyuono, MS menyingkap rahasia Lunasia amara. Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada itu membuktikan melalui serangkaian riset. Ia memanfaatkan mencit jantan untuk percobaan. Satwa pengerat umur 3—5 bulan itu dibagi dalam 6 kelompok berdasarkan dosis yang diberikan. Setelah dicekoki, lima menit kemudian, pengerat betina yang telah memasuki fase estrus—birahi—dimasukkan ke dalam kotak berisi para pejantan.

Tiga fase yang diuji meliputi efek koitus, introduction, dan climbing. Riset membuktikan, sanrego dosis 200 mg/kg bobot tubuh meningkatkan efek koitus pada tikus sebesar 85,2%. Angka itu lebih tinggi dari climbing—tikus jantan menaiki betina—yang Cuma 84,9%. Pun fase introduction—kedua tikus saling mendekat—yang hanya sebesar 84,2%. Hasil penelitian menunjukkan, sanrego mengandung alkaloida dan terpenoida. Kedua zat itulah yang berperan sebagai komponen utama pemicu afrodisiak.

Jauh sebelum Subagus Wahyuono meneliti tanaman asli Bone, Sulawesi Selatan, itu masyarakat Angin Mamiri telah menggunakannya secara turun-temurun. Sanrego banyak digunakan oleh kaum lelaki di Kecamatan Pallatae sebelum pergi ke ladang atau berburu agar tubuh tetap bugar.

Multikhasiat

Selain meningkatkan kebugaran serta kejantanan, manfaat lain dari sanrego, adalah untuk mengobati berbagai penyakit. Air rebusan daun sanrego dan sedikit tawas mengatasi bagian tubuh yang bengkak dan penyakit kulit. Sanrego banyak digunakan oleh herbalis untuk pengobatan gastralgia—kondisi dinamik dari organ pencernaan.

Wajar jika sanrego kini bukan monopoli masyarakat Bone saja. Ia banyak digunakan di daerah lain. Sejauh pengamatan Trubus di toko-toko obat di sepanjang jalan Jakarta—Bogor, beberapa di antaranya menggunakan sanrego dalam ramuan obat kuatnya. Penggunaannya pun berbeda-beda, serbuk, pil, bahkan batang.

“Masyarakat Bone menggunakan batang untuk direbus kemudian diminum,” ujar Gemini Ilham, mahasiswa pascasarjana UGM yang juga meneliti sanrego. Hasilnya memang luar biasa. “Meski kerja berat, stamina tetap prima,” tambah pria asal Sulawesi Selatan itu.

Itu diamini Mas Jen—pemilik toko obat kuat di Depok. Banyak yang datang mengeluhkan ketidakberdayaan mereka “bertempur” di ranjang. “Umumnya mereka mengalami ejakulasi dini,” ujar pria berusia 35 tahun itu. Rata-rata mereka yang mengalami gangguan seksual itu pria tengah baya, berusia antara 40—50 tahun. Beberapa kasus berhasil ditangani setelah ia memberikan sebotol sanrego berisi 100 butir pil yang dijual seharga Rp50-ribu.

Hati-hati

Sebagai penjual, bapak 2 putra itu mewanti-wanti agar pembeli berhati-hati, seiring maraknya peredaran serbuk atau pil sanrego palsu. “Bisa sangat berbahaya kalau pakai yang palsu,” ujar Mas Jen. Hal sama diungkapkan Lina Mardiana, herbalis asal Yogyakarta. Penggunaan obat kuat yang salah bisa merusak tubuh. Bahkan bisa menimbulkan kerusakan pada otak. “Daya pikir jadi lemah dan lambat,” ujar Lina. Parahnya, jika tekanan di otak tidak kuat, bisa jadi stroke.

Pun yang dikatakan dr Boyke Dian Nugraha, pemilik Klinik Pasutri di Tebet, Jakarta Selatan. “Obat kuat seharusnya digunakan secara bijaksana. Jangan dicampur zat kimia apa pun tanpa sepengetahuan dokter,” ujar Boyke. Banyak obat kuat yang beredar di pasar dicampur zat lain agar efeknya lebih terasa.

Pemakai obat kuat itu harus dilihat dari sumber penyakit. “Kalau ia menderita diabetes, harus diturunkan dulu kadar gulanya supaya seksnya juga normal,” ujar Boyke. Begitu juga dengan penyakit lain, “Jadi tidak asal langsung pakai obat kuat,” lanjut pria berkacamata itu.

Timbulnya ejakulasi dini pada pria dewasa itu karena berbagai hal. Di antaranya gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minuman keras, makanan berlemak, junk food, atau polusi. Sebetulnya banyak cara lain sebelum orang itu benar-benar membutuhkan afrodisiak. “Olah raga teratur mampu meningkatkan stamina, akhirnya seksual juga gak masalah,” ujar Lina Mardiana. Hal senada disarankan Boyke, “Stamina bugar, seks lancar,” ujarnya. (Dewi N Permas)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img