Sunday, August 14, 2022

Sarang Walet di Sumatera dan Jawa

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Boedi Mranata

  1. Harga sarang dari Sumatera lebih tinggi Rp1-juta/kg dibanding di Jawa karena ada perbedaan kualitas. Sarang dari Sumatera tebal, bersih, dan bentuknya sempurna dengan kaki kecil. Sementara sarang dari Jawa warnanya lebih buram dan kaki lebih besar. Ada 3 faktor yang mempengaruhi kualitas sarang walet, yaitu pengaturan mikroklimat, sirkulasi udara, serta sumber pakan. Di Jawa, rumah walet umumnya sudah berumur puluhan tahun. Rumah itu dahulu rumah penduduk yang beralih fungsi sebagai rumah sriti. Dengan kondisi itu pengaturan temperatur dan kelembapan ruangan sulit dilakukan. Luasannya pun umumnya sempit dengan lubang keluar-masuk kecil sehingga sirkulasi udara kurang baik. Sebaliknya, di Sumatera dibangun khusus untuk rumah walet. Bangunannya lebih luas dan memiliki lubang besar. Itu membuat sirkulasi udara dalam rumah lebih baik. Selain itu, kondisi lingkungan di Sumatera masih lebih baik dibanding di Jawa. Di Sumatera masih banyak hutan sehingga sumber pakan melimpah.
  2. Usaha walet sangat tergantung pada sumber pakan alami. Oleh sebab itu pemilihan lokasi budidaya penting. Jika populasi walet di suatu lokasi padat, persaingan dalam mencari pakan otomatis ketat. Bila terjadi, walet yang kalah bersaing akan kelaparan dan mati. Itulah sebabnya daerah yang banyak rumah walet tapi daya dukung lingkungan tidak mendukung, populasi walet cenderung menurun.***
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img