Wednesday, August 10, 2022

Sarracenia : Dari Kepala Betet sampai Terompet Kuning

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Sarracenia paradisia red form pantas membuat Ko jatuh hati. Pitcher plant hibrida itu rajin berkantong. Kantongnya merah menarik dan besar-besar. Sarracenia surga itu melengkapi koleksi anggota famili Sarraceniaceae sulung dari 3 bersaudara itu.

Di rumahnya nan asri di kawasan Dusit, Bangkok, Trubusmelihat puluhan pot ditata di atas rak. Setiap pot diberi tatakan berisi air. Total jenderal ada 8 spesies dimiliki: S. flava, S. alata, S. oreophyla, S. leucophylla, S. psittacina, S. minor, S. rubra, dan S. purpurea. Sisanya, hibrida.

Sepot S. purpurea langsung menyita perhatian. Tanaman pemangsa itu memamerkan 7 kantong gendut-gendut berwarna merah marun. Tutupnya bergelombang dengan hiasan garis-garis tipis membentuk pola yang sambung-menyambung. Di dekatnya ada S. purpurea tapi warna kantongnya lebih pucat. Sebagian kantong malah didominasi warna hijau.

Paling luas

Yang ini baru sebulan datang dari Australia. Warna kantongnya akan semakin merah kalau terkena sinar matahari penuh, kata pria yang hobi travelling itu sambil menunjuk si pucat. Di rumah seorang hobiis di Bogor, anggota famili Sarraceniaceae itu diletakkan di dak lantai 3. Sepanjang hari, pot yang ditaruh di atas tatakan berisi air itu terpapar cahaya matahari. Tak ada setetes pupuk daun atau sebutir pupuk lambat urai diberikan. Hasilnya S. purpurea berwarna merah cerah.

Penelusuran di beberapa literatur, spesies itu salah satu yang paling luas penyebarannya. Ia juga punya sejarah panjang dirawat hobiis. Sebuah sketsa S. purpurea yang tak jelas pembuatnya diterbitkan pertama kali pada 1601. Bermodal sketsa itu, John Tradescant, ahli biologi, menemukan tanamannya di Virginia, Amerika Serikat, pada 1640. Di tangan pemulia, si merah marun itu dikawin-kawinkan dengan spesies lain. Hasilnya hibrida-hibrida yang tak kalah cantik.

Sebut saja S. purpureax (psittacina x rubra) yang langsing dengan paduan warna hijau di pangkal dan merah di ujung. S. (purpurea x rubra x leucophylla)-juga langsing tapi dominan warna hijau, dan S. purpurea x courtii yang pendek gemuk dengan bagian dalam tutupnya lebih bermotif. Silangan lain, S. oreophyla x purpurea-jangkung berwarna merah.

Kepala burung

Ko mulai gandrung mengoleksi pemikat serangga itu sejak 2 tahun silam. Waktu iseng berjalan-jalan di pasar tanaman hias Chatuchak, Bangkok, matanya tertumbuk pada S. judith hiddle dan sejenis lagi yang tidak bernama berwarna merah. Cantik sekali, langsung saya beli keduanya, tutur kelahiran 14 Oktober 1975 itu. Gara-gara koleksi perdana, Ko jadi kepincut untuk mengumpulkan jenis-jenis lain: spesies dan hibrida.

S. psittacina bentuk kantongnya mengingatkan pada kepala burung berparuh bengkok. Tidak seperti tutup S. purpurea yang membuka, tutup S. psittacina menutup. Si paruh burung betet jadi salah satu favorit Ko. Maklum S. psittacina rajin mengeluarkan kantong. Trubusmelihat sepot seukuran keping CD dipenuhi 20-an kantong. S. psittacina sangat suka air.

S. flava berkantong hijau kekuningan. Di daerah asal-Amerika Utara-si pemangsa punya sebutan yellow trumpet karena kantongnya yang kuning itu. S. flava salah satu spesies yang sosoknya paling besar. Tinggi kantong mencapai 50-90 cm. Koleksi Ch’ien Lee Chen, hobiis tanaman pemangsa, yang dibiarkan tumbuh di pot di halaman rumah orangtua di Kalifornia setinggi pinggang laki-laki dewasa.

Hibrida

Yellow trumpet punya pasangan, terompet putih-S. leucophylla. Pitcher plant itu punya ciri khas bagian atas kantong dan tutup berwarna putih. Sosoknya pun tinggi langsing seperti S. flava. Sementara S. rubra yang rata-rata berkantong warna merah, khas karena mengeluarkan aroma harum. Makanya ia dijuluki sweet pitcher.

Jenis hibrida juga memikat. S. scarlet bell berwarna merah dengan bintik-bintik putih di tutupnya. S. daniel rudd jangkung, langsing dengan paduan warna hijau di pangkal dan merah bermotif putih di bagian tutup-mirip S. umlauftiana, S. coral yang seperti bergaris-garis di sekujur kantong, dan S. stevensii yang hijau menyegarkan.

Sumber sarracenia itu dari Australia. Di sana banyak nurseri yang mengembangkan, ujar Ko. Dari Benua Kanguru, si kepala betet sampai terompet kuning hijrah ke Bangkok. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img