Monday, August 8, 2022

Satu Jeruk, Banyak Olahan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Penyortiran akan menghasilkan jeruk dengan kelas A, B, dan C. Kelas A dan B jeruk dengan ukuran 6 -7 buah/kg dan 8 -10 buah/kg. Sedangkan kelas C ditetapkan 11 -13 buah/kg. Mesin penyortir hanya membutuhkan waktu 25 detik untuk 10 kg buah.

Pencuci

Setelah disortir, buah kemudian dimasukkan ke dalam mesin pencuci. Di dalam mesin, jeruk disikat dan disiram air bersih sehingga bebas dari kotoran dan mikroba yang menempel. Mesin pencuci mampu membersihkan lebih dari 3.000 buah jeruk dalam satu jam. Selesai dibersihkan, jeruk dikeringkan dan siap diproses lebih lanjut.

Namun, sebelumnya jeruk perlu diberi perlakuan untuk menghilangkan rasa pahit dengan mempercepat proses pematangan buah. Rasa pahit itu timbul akibat kandungan naringin dan limonin pada kulit dan kulit ari jeruk.

Kadar naringin jeruk siam termasuk tinggi. Untuk menghilangkannya buah disimpan pada ruangan bersuhu 28 -30?C selama dua hari. Atau dengan pemberian gas etilen 6.000 ppm selama 3 jam dalam ruang tertutup dan kemudian dibiarkan di ruang terbuka selama sehari.

Peeling

Selanjutnya jeruk dikupas secara manual, untuk menghilangkan kulit sebagai sumber naringin dan limonin. Namun, pengupasan harus dibarengi proses peeling . Jeruk dimasukkan jaring plastik dan dicelupkan ke dalam larutan basa 12% selama 30 detik. Kulit ari akan terkelupas. Lalu jeruk dicuci dibawah aliran air dan dinetralkan dengan larutan asam sitrat 2%.

Berikutnya jeruk masuk ke dalam rangkaian mesin utama yang terdiri dari pembubur, penyaring, tangki pengaduk, pompa, dan pasteurizer. Di dalam pembubur, jeruk di pres agar terpisah sarinya dari ampas serta biji. Sari jeruk masuk ke dalam penyaring dan dialirkan ke tangki pengaduk.

Di sinilah terjadi pembuatan jus dengan mencampur bahan-bahan lain untuk memperbaiki rasa. Sari jeruk dan air dicampur dengan perbandingan 1:2. Tambahkan gula buah (fruktosa), asam sitrat, CMC (carboxy methyl cellulosa) yang berfungsi sebagai penghilang pahit, vitamin C, dan kalium sorbat.

Dari tangki pencampur, jus dipompa ke dalam tangki pasteurisasi untuk mematikan mikroba merugikan dan membuat jus lebih awet.

Pasteurisasi

Mesin yang dibuat sejak 2004 itu pelopor di kelasnya. Sebelumnya, BPPPP telah membuat mesin pengolahan mangga. Mesin dimodifikasi sesuai karakter jeruk siam. Citrus nobilis memiliki rasa pahit dan asam yang menonjol. Jika pengolahan tidak tepat, rasa pahit akan sangat terasa. Itulah alasan ditambahkan teknologi peeling.

Teknologi lain yang membedakan mesin ini dengan mesin pembuat jus lain adalah penggunaan proses pasteurisasi. Dengan pasteurisasi produk jeruk dapat bertahan 1 tahun dalam pendingin bila tutup belum terbuka. Jus jeruk yang diolah dengan juicer biasa hanya mampu bertahan kurang lebih satu minggu.

Mesin produksi BBPPPP ini hanyalah prototipe mesin agroindustri. Diharapkan, nantinya mesin akan berkembang untuk skala industri. Saat ini, beberapa Dinas Pertanian di daerah mengaku tertarik dengan mesin tersebut. Sumatera Selatan, Tarakan (Kalimantan Timur), dan Mamuju (Sulawesi Barat)adalah beberapa di antaranya.

Olahan

Jus jeruk masih bisa diolah lebih lanjut. Itulah yang dicontohkan Suryanti, BSc dari BBPPPP. Pada peluncuran mesin pengolah jeruk di Kabupaten Sambas maupun pada pelatihan di Agro Expo WTC Mangga 2 Mei lalu, ia menyuguhkan berbagai olahan jus jeruk seperti jeli, puding, dan fla kue.

Jeli produk olahan paling sesuai. Beda dengan puding, misalnya. Kandungan asam pada jeruk akan menghambat pembentukan agar, sehingga hasilnya kurang bagus. Begitu juga selai dan kue. Paling banter, jus jeruk ini digunakan untuk fla atau pelapis kue.

Dengan pengolahan ini bisa tercipta pasar jeruk lebih luas lagi, papar Yanti -begitu ia biasa dipanggil. Ia menjelaskan bahwa jus jeruk bisa menjadi pilihan praktis untuk campuran kue atau sebagai pengganti aroma jeruk. Kini melirik ampas kulit jeruk untuk diolah kandungan pektinnya. Pektin digunakan dalam pembuatan jeli. Selama ini masih digunakan pektin impor. (Syalita Fawnia Rachman)

Spesifikasi rangkaian mesin utama pengolah jeruk

Pembubur

Penyaring

Tangki penyampur

Pasteurizer

Pembotolan

Kapasitas

125 kg jus/jam

100 kg bubur jeruk/jam

100 lt

80-125 lt/jam

100 lt jam

Tenaga penggerak

Listrik 1 pk, 220V 50 Hz, 0, 75 hp

Listrik 1 pk, 220V 50 Hz, 0, 75 hp

Listrik 1 pk, 220V 50 Hz, 1 hp

Gas burner ganda & klep solenoid

Sistem

Sikat berputar dengan auger konveyor

Penyaring sentrifuse dengan balansing dinamis

Kontinyu

Kontinyu

Klep majemuk

Bahan

Stainless steel & kerangka baja

Stainless steel & kerangka baja

Stainless steel & kerangka baja

Stainless steel & kerangka baja, jaket air dengan insulasi glass wool, pipa penukar panas majemuk

Dimensi

P = 600 mm
L = 400 mm
T = 850 mm

P = 500 mm
L = 50 mm
T = 95 mm

P = 1.000 mm
D = 2.000 mm
T = 400 mm

P = 1.100 mm
L = 500 mm
T = 1.000 mm

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img