Thursday, August 11, 2022

Sawi Berubah Kimci

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Menyimpan kimci dalam stoples kedap udara agar sayuran awet hingga berbulan-bulan.

TRUBUS — Memanfaatkan panen sayuran di pekarangan rumah yang berlebih menjadi aneka menu. Olahan awet hingga setahun.

Halaman rumah Ida Amal hanya 280 m2. Warga Lengkonggudang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu menanam berbagai sayuran dan buah di lahan itu. Ia membidudayakan aneka sayuran di pekarangan rumah salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu ia ingin menghasilkan tanaman yang lebih sehat. Bahkan, kadang-kadang hasil panen pun melimpah sehingga diolah menjadi beragam penganan awetan.

Alumnus Universitas Gadjah Mada ini pernah mengolah mentimun Coccinia grandis hasil budidayanya menjadi acar yang lezat. Keruan saja penganan itu lebih tahan lama. Selain acar, Ida juga mengolah bahan sayuran dari pekarangan rumahnya menjadi kimci. Kimci dan acar merupakan teknik pengawetan makanan secara alami, caranya mudah, serta meningkatkan masa simpan dalam waktu yang lebih lama.

Kursus kimci

Ida Amal relatif sering mengolah beragam sayuran seperti sawi, kubis, dan lobak menjadi kimci—penganan khas Korea dengan beragam bumbu dan fermentasi. Beberapa tahun terakhir penganan itu naik daun seiring dengan popularitas budaya atau drama Korea. Ida memperoleh pengetahuan kimci setelah mengikuti kursus di Seoul, Korea Selatan, pada 2017. Dua tahun terakhir sejak aktif menjalankan pertanian perkotaan (urban farming), ia rajin mempraktikkannya.

Ilmu dari Negeri Ginseng itu mendorongnya untuk membuat kimci olahannya sendiri di rumah. Menurut Ida kimci memiliki rasa dan ciri khas dari setiap wilayah di Korea Selatan. Meski demikian, Ida memodifikasi menu itu agar sesuai dengan lidah orang Indonesia. “Jika di Korea Selatan rasa kimci cukup masam, saya mencoba untuk membuat kimci yang tidak terlalu masam agar bisa diterima oleh orang Indonesia,” ujar praktisi pertanian perkotaan sejak 2010 itu. Bahan dasar pembuatan kimci pada umumnya tanaman anggota famili Brassicaceae.

Perbedaan iklim dan suhu di Indonesia membuat Ida kesulitan untuk mencari ukuran sawi putih yang besar. Ia menyiasatinya dengan membelah sawi putih menjadi empat bagian di bagian atasnya agar tampilan sawi tetap menarik. Ida lalu menyisakan bonggol untuk mempertahankan tekstur sawi putih. Selain itu ia merendam sawi putih dengan garam krosok atau garam kotak selama 2 hingga 3 jam. Tujuannya agar sawi menjadi layu.

Ida Amal menyelenggarakan pelatihan membuat kimci.

Ida mengatakan, kedua garam itu memunculkan cita rasa yang lebih nikmat jika dibandingkan dengan garam lainnya. Pengawetan sawi dalam proses pembuatan kimci selama 3—4 hari pada suhu ruang. Setelah hari keempat, ia memasukkan kimci yang sudah jadi ke lemari pendingin dan dapat bertahan hingga lebih dari setahun. Penggunaan wadah kimci juga penting. Penyimpanan dengan tempat yang memiliki mulut lebar dapat meningkatkan peluang kimci terkontaminasi oleh cendawan.

Salah satu cara untuk menyiasatinya dengan penggunaan stoples bermulut kecil dan kedap udara. Cara sederhana itu membuat kimci makin awet. Menurut Nobuko Hongu dan tim peneliti dari University of Arizona, Amerika Serikat, manfaat mengonsumsi kimci sebagai probiotik dan meningkatkan kekebalan tubuh. Peran bakteri asam laktat dalam kimci itu juga berefek antiinflamasi dan antikanker.

Sawi putih yang merupakan bahan utama kimci dianggap efektif untuk mencegah kanker perut. Bawang putih dan bahan lain untuk pembuatan kimci juga memiliki peran sebagai antimikrob di dalam lambung khususnya terhadap bakteri Helicobacter pylori. Vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan vitamin K serta mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor dan selenium juga merupakan kandungan yang terdapat di dalam kimci.

Bakteri asam laktat berperan utama pada proses fermentasi kimci dikemukakan oleh Young Jung beserta tim riset dari Chung-Ang University di Seoul. Mikroorganisme yang berperan dalam fermentasi kimci mendapatkan sumber karbohidrat dari gula sehingga dapat memproduksi asam amino serta menghasilkan laktat, asetat, dan etanol. Bakteri lactobacillus pada proses fermentasi kimci menghasilkan asam laktat yang berfungsi untuk memperlancar sistem pencernaan. (Nadya Muliandari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img