Tuesday, July 23, 2024

Sebelum Berkebun Pepaya, Catat Biaya Produksinya!

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pepaya salah satu jenis buah yang ramai peminat. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada peningkatan konsumsi pepaya per kapita per pekan. Pada 2019, 70 gram per pekan dan meningkat menjadi 80 gram per pekan pada 2020.

Lonjakan konsumsi per kapita itu juga mendongkrak permintaan buah. Hal itu menjadi peluang mengebunkannya. Menurut pekebun pepaya di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Siska Mulyani biaya produksi budi daya pepaya tidak terlalu mahal.

Pekebun hanya perlu melakukan perawatan intensif dari tanam hingga umur 8 bulan. Siska mengeluarkan biaya Rp75.000 per tanaman untuk biaya perawatan hingga umur 8 bulan.

Sementara dari umur 9 bulan hingga 2 tahun ia menghabiskan Rp15.000 per tanaman. Setelah tanaman berumur 8 bulan biaya yang dikeluarkan hanya untuk pemanenan.

Siska menuturkan, berkebun pepaya premium menguntungkan asal menerapkan sistem budidaya dan panen yang tepat. Baca juga Bisnis Manis Pepaya Premium.

Pekebun di Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur,  Sutrisna memanen 15 ton calina dari lahan 3 ha setiap bulan. “Berapapun hasil panen terserap oleh pasar,” ujar Sutrisna.

Menurut dosen agribisnis di Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Annastia Loh Jayanti, S.T.P., M.S.T., kebiasaan orang mengonsumsi pepaya bukan hanya sekadar gaya hidup. Konsumen memang suka mengonsumsi pepaya.

“Potensi bisnis pepaya di masa mendatang menjanjikan. Kebutuhan pasar lokal sangat tinggi,” kata Annastia. Ia mengimbau supaya pekebun menerapkan good agricultural practices (GAP) untuk menghasilkan produk berkualitas dan seragam.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Pakai IoT di Kebun Jeruk, Hasil Panen Optimal

Trubus.id—Penggunaan internet of things (IoT) untuk pertanian turut membantu meningkatkan hasil panen dan kualitas produk. Pekebun jeruk di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img