Thursday, December 8, 2022

Sejarah Terulang di Pulau Pinang

Rekomendasi

Langkah carmello tak semulus setahun silam. Pada Mei 2007 ia melenggang menjadi best in show tanpa perlawanan berarti dari 100 pesaingnya. Kali ini carmello hampir terganjal lucky pink, juara campuran extra large dan ra chinee pandok (RCN), juara arabicum medium. Tiga juri-Destika Cahyana (Indonesia), Tan Tiung Woo (Kedah), dan Lim Eng Seng (Pinang)-mesti 3 kali bolak-balik menentukan yang terbaik. ‘Secara umum penampilan ketiganya berimbang. Sama-sama punya keunggulan dan kelemahan,’ kata Lim.

Lantaran sulit memperoleh suara bulat, akhirnya disepakati sistem eliminasi. Satu dari 3 kandidat dibuang untuk mempermudah. Pada tahap itu 3 juri sepakat menyingkirkan RCN berdiameter 60 cm dari persaingan. Musababnya the queen of thousand flower tampil tanpa bunga meski bersosok istimewa. Berikutnya setiap juri memperhatikan 2 tanaman yang tersisa mulai akar hingga bunga. Tepat tengah hari, setelah 15 menit berdiskusi, carmello ditetapkan sebagai yang terbaik. ‘Lucky pink menyerah karena sebagian daun menguning dan bunga melewati masa mekar sempurna,’ kata Tan.

Persaingan carmello, lucky pink, dan RCN di bursa kandidat best in show kian mengukuhkan Tan Chor Chew sebagai kolektor adenium paling mumpuni di Pulau Pinang. Ketiga kandidat itu koleksi Chew yang didatangkan dari Thailand 5 tahun lalu. Setahun silam Chew-bersama trainernya Ooi Chong Choo-juga menjadi buah bibir karena sukses membuat carmello bertaburan bunga. Ketika itu ia membuat hobiis adenium terbelalak lantaran menggunakan payung berdiameter 3 m untuk melindungi bunga carmello dari gempuran air setiap hujan datang.

RCN berkibar

Kontes adenium yang digelar di Taman Botani, Pulau Pinang itu mengalami kemajuan ketimbang tahun lalu. Kini kontes dibagi menjadi 2 kategori besar: spesies campuran (obesum dan somalense) serta arabicum (yaman, thai socco, dan RCN). Kategori itu lalu dibagi menjadi 4 kelas: small untuk adenium berukuran kurang dari 45 cm; medium, 45-90 cm; large, 90-150 cm; dan extra large, di atas 150 cm. ‘Kami memodifikasi sistem dari Indonesia agar persaingan lebih adil. Karakter obesum memang berbeda jauh dengan arabicum sehingga harus dipisah,’ ujar Teh Chin Chai, pemain adenium di Simpangampat, Pulau Pinang. Sebelumnya semua spesies adenium digabung dan dipisahkan hanya berdasarkan ukuran.

Dibukanya kelas baru itu menandai babak baru adenium di negeri jiran itu. Tercatat 40% dari 96 peserta ialah arabicum yaman, thai socco, dan RCN. Dari pertarungan di kelas arabicum itulah nama RCN berkibar. Dua dari 3 kelas arabicum-small, medium, dan large-dimenangkan RCN. Di kelas small RCN milik Chee Kin Thoong menaklukkan arabicum yaman dan thai socco milik Khor Ooi Meng dan Ooi Ean Hin. Dua pesaingnya mesti puas di posisi ke-2 dan ke-3. Di kelas medium ra chinee pandok milik Tan Chor Chew mengempaskan sang runner up arabicum yaman (Ooi Ean Hin) dan thai socco (Tan Chor Chew) di posisi ke-3.

Menurut Khor Ooi Meng, importir adenium di Pulau Pinang, demam RCN memang tengah melanda Pinang sejak 6 bulan terakhir. ‘Beberapa kolektor berburu RCN untuk ikut kontes. Bahkan salah satu RCN memecahkan rekor harga tertinggi adenium di Pinang,’ katanya. Sebut saja RCN milik Khor yang terjual senilai RM12.800 setara Rp44,8-juta. Oleh sang kolektor adenium raja fadh itu ditraining selama setengah tahun hingga meraih gelar terbaik di kelas arabicum medium. Ia pun sempat masuk bursa kandidat best in show. Nilai jual RCN pun berlipat ganda setelah gelar kampiun diraih.

Kualalumpur merajai

Acara bertajuk Penang Floral Festival II 2008 itu juga menampilkan kontes bonsai nasional. Sebanyak 124 bonsai dari Pulau Pinang, Perak, Kualalumpur, dan Johor beradu kegagahan dan kematangan. Di negeri jiran itu kontes dibagi menjadi 4 kategori berdasarkan spesies yaitu Wrightia religiosa; ficus dan juniperus; murraya, triphasia, dan buxus; serta spesies campuran. ‘Karakter tanaman yang mirip kami satukan dalam 1 kategori,’ tutur Mak Hon Son, ketua juri asal Kualalumpur. Setiap kategori dibagi menjadi 3 kelas. Small untuk bonsai kurang dari 35 cm; medium, 36-70 cm; dan large, 71-120 cm.

Di arena bonsai nama Yap Hock Lye dari Kualalumpur begitu mencorong. Itu dimulai saat Wrightia religiosa koleksinya di pot 087 menaklukkan wrightia milik Chan Yoke Chong di pot 092 dan Chia Poh Uwa bernomor 086. ‘Wrightia di pot 087 jauh lebih matang. Kaki pohon pun terkesan kokoh,’ kata Ng Chaw Weng, juri asal Perak. Koleksi Chia itu kian tak terbendung saat melawan 11 kampiun di kategori lainnya. Akhirnya 5 juri Mak Hon Son, Kualalumpur; Pua Swee Kiang, Malaka; Chen Chee Min, Selangor; Tia Soon Kiet, Penang; dan Ng Chaw Weng, Perak menobatkannya sebagai bonsai terbaik 2008.

Menurut Steven Koay, pemain bonsai kawakan di Pinang, dari kontes bonsai itu terbukti kualitas bonsai Kualalumpur, Trenggano, Johor, dan Perak jauh lebih baik ketimbang bonsai Pulau Pinang. Dari 36 pemenang di 12 kelas hanya 6 bonsai asal Pinang yang sukses meraih juara. Yang terbaik dari Pinang ialah koleksi Teoh Say Poh yang merebut kampiun di kelas murraya, triphasia, dan buxus besar. ‘Bonsai berkualitas dari luar negara bagian Pulau Pinang menjadi contoh buat pemain lokal. Semoga bisa menjadi pemicu tren bonsai di Pinang pada masa depan,’ ujar pemilik Chia Hong Nursery Centre itu.

Cetak sejarah

Hajatan yang digelar Pemerintah Negeri Pulau Pinang bekerja sama dengan Taman Botani Pulau Pinang itu juga mencatat sejarah baru. Di sana digelar kontes carnivorous plant pertama kali di Malaysia yang langsung diikuti peserta dari berbagai wilayah. Sebut saja Selangor dan Cameroon Highland di daratan utama Malaysia. Toh, peserta yang mengikuti membludak hingga 201 tanaman. Kompetisi para pemangsa itu dibagi menjadi 3 kategori: nepenthes spesies, nepenthes hibrid, dan campuran (drosera, dionea, dan sarracenia).

Yang menarik kriteria penjurian tak hanya mengandalkan kecantikan tanaman. ‘Tak setiap yang cantik dan berkantong besar mendapat poin besar. Kami mempertimbangkan tingkat kesulitan dan lama perawatan di tangan hobiis,’ kata Ch’ien Lee Chen, juri dari Kuching, Sarawak, Malaysia. Contohnya di kelas nepenthes hibrid. Sang pemenang ialah silangan ampullaria dengan ventricosa berkantong 12 di pot keramik yang bersosok kompak. Daun dan kantong koleksi Lau Meng Kong dari Johor itu mulus nyaris tanpa cacat.

Ia mengalahkan 2 pesaing terberatnya hookeriana (silangan ampullaria dengan rafflesiana, red) dan miranda (silangan northiana dengan maxima, red) yang ukuran kantongnya jauh lebih besar. Menurut Ch’ien Lee Chen, silangan ampullaria dengan ventricosa di pot keramik menunjukkan tanaman itu betul-betul hasil rawatan hobiis dalam jangka waktu lama. Tanaman di pot plastik bisa saja baru dibeli dan langsung diikutkan ke arena kontes. Hookeriana milik Low Ah Chen dan miranda koleksi C Ang Gaik Ling pun harus puas di posisi kedua dan ketiga.

Di kelas campuran Sarracenia leucophylla hibrid milik Low Ah Chen dari Cameroon Highland tampil sempurna. Kantong berwarna hijau dengan ujung kemerahan tumbuh membentuk kipas di atas pot keramik. Ia mengalahkan Drosera paradoxa kebanggaan Chong Dhornk Song dari Selangor yang mesti puas sebagai runner up. Di posisi ketiga sarracenia milik Lam Chu Goo tampil menawan. Dua posisi kantong terbesarnya mengingatkan pada 2 kepala naga yang saling berhadapan.

Di hajatan itu, berlangsung pula kontes anggrek. Di arena itu sebanyak 563 anggrek bertarung menjadi yang terbaik. Kali ini Pulau Pinang berjaya menaklukkan bunga dari negara bagian lain di Malaysia. Itu berkat sukses vasio prapawan milik Shamas M Shofi menjadi grand champion setelah mengalahkan pesaing terberatnya, dendrobium purple moon x tonrinium koleksi Teoh Ah Wang, dari Kedah. (Destika Cahyana)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img