Saturday, August 13, 2022

Sejuta Keindahan Bahari Bintan

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ajakan Toni itu segera disambut ceria oleh Trubus. Maklum, beberapa hari sebelumnya Trubus keluar masuk hutan menjelajah keberadaan durian lokal di pulau penghasil bauksit itu (Baca: Berburu Kelezatan di Hutan Durian, edisi April 2005). Sekadar meregangkan otot dan menyegarkan pikiran sambil menikmati panorama pantai pasti menyenangkan.

Dalam perjalanan, Trubus melihat perkampungan nelayan. Perkampungan itu terletak di Desa Kawal, 1 km dari resort. Beberapa kapal besar tampak merapat di depan rumah-rumah kayu. Para nelayan yang semalam suntuk melaut pun sibuk menurunkan hasil tangkapan dan merapikan jaring. Di antara riak air, riuh-rendah suara nelayan lain menawarkan kerapu, kepiting, cumi-cumi, dan hasil tangkapan lain.

Pantai Trikora

Setelah menempuh perjalanan sejauh 2—3 km dari perkampungan nelayan itu, Trubus memasuki daerah Wisata Bahari Km 36. Di Desa Malangrapat, Tanjungpinang, itulah Pantai Trikora berada. Deburan ombak sayup-sayup terdengar di antara celah-celah hutan buah yang memagari jalan.

Setiba di Pantai Trikora hamparan laut biru yang bersih dan indah langsung terlihat. Maklum, jarak antara jalan raya dengan pantai hanya 20 m dan tidak ada bangunan yang menghalangi pandangan. “Ck..ck..ck…luar biasa,” ujar Utami Kartika Putri, rekan Trubus takjub. Ombak tenang sesekali menerpa pasir putih di tepi pantai. Deretan pohon kelapa tampak kokoh menopang nyiur yang melambai diterpa angin pantai.

Trubus berkesempatan merasakan langsung keindahan di tepi pantai. Berjalan di atas pasir putih nan halus sambil bermain air sungguh mengasyikkan. Beberapa turis asing dari Singapura dan Korea pun bercanda ria sambil berenang dan berjemur. “Mereka sangat menikmati panorama pantai lantaran jarang ditemui di kota besar seperti Singapura,” ujar Hanny Tawa’ang, Deputy General Manager Bintan Agro Resort yang turut serta. Lelah berenang dan berlarian di atas pasir, menyeruput es kelapa muda di pondok kecil di pinggir pantai melengkapi kebahagiaan.

Keindahan panorama itulah yang mengilhami beberapa investor untuk mengembangkan pariwisata bahari di Bintan. Salah satunya Bintan Agro Flower Hill Beach Resort Km 36 yang berada tepat di seberang pantai. Dari resort itu pemandangan pantai yang mempesona langsung terlihat.

Kawasan wisata bahari seluas 10—20 ha itu dilengkapi penginapan, restoran, spa, salon, dan sarana lain yang menunjang kepuasan konsumen. “Pasar masih terbuka lebar. Setiap tahun 10-juta turis dari seluruh dunia berkunjung ke Singapura. Kita bisa menarik mereka ke sini. Jarak hanya 2 jam dan transportasi pun mudah,” kata Toni.

Wisata mancing

Ternyata menikmati panorama pantai tak melulu pantai, pasir putih, dan pohon kelapa. Tak jauh dari Bintan Agro Flower Hill Beach Resort—sekitar 3 km berlawanan arah—terdapat wisata mancing. Berjarak tempuh 5—10 menit dari Bintan Agro Flower Hill Beach Resort, belasan kelong (rumah makan terapung, red) terlihat di tepi pantai di daerah Teluk Bakau Km 39. Kawasan pemancingan yang terletak di pesisir Pantai Trikora itu dibangun oleh pengusaha asal Bintan pada 1998.

Wisata pemancingan itu terletak di lautan lepas. Trubus harus melewati pintu kecil selebar 1,5 m sebagai gerbang masuk. Selepas gerbang terdapat “jalan setapak” selebar 1 m terbuat dari kayu kelapa yang disangga tiang kayu sepanjang 100—200 m ke arah laut. Saat berjalan di atasnya deburan ombak jelas terasa lantaran tinggi titian hanya 0,5—1 m dari permukaan air laut. Air laut yang jernih berwarna biru kehijauan berkilauan diterpa matahari.

Sepanjang jalan beratap daun sirap itu, di kiri dan kanan jalan terlihat kapal nelayan yang berlabuh dan beberapa kelong. Tak lama kemudian bilik-bilik kayu seluas 20 m2 berderet di samping jalan. Ruanganruangan tersebut selain dijadikan tempat tinggal juga digunakan sebagai restoran dan kios terapung. Aneka masakan laut tersedia di sana.

Setelah melewati bilik-bilik, pasar ikan, dan bengkel motor, pemandangan langsung berubah. Di hadapan mata langsung terhampar samudera nan luas. Jalan setapak yang dilalui terbelah 2, ke kiri dan kanan. Masing-masing jalan menuju penginapan dan tempat pemancingan bagi turis atau pendatang. Di depan penginapan itulah turis Singapura, Th ailand, Malaysia, Jepang, Cina, dan Korea dapat langsung memancing. Ada yang sibuk memasang umpan, melempar kail, atau hanya sekadar duduk santai menikmati angin laut.

Itu pula yang dilakukan keluarga Loh, turis asal Singapura. Dengan menempuh perjalanan 2 jam menggunakan kapal feri dari pulau Tumasik, Loh Tee Fun dan istrinya, Margareth Loh bisa menikmati panorama pantai, kegemaran mereka. “Di sini sangat menarik, seluruh keluarga saya menyukai kegiatan memancing, saya sangat menikmati tempat ini, sangat Indah” ujar Margareth Loh.

Pasangan itu menyewa sebuah kamar seharga Sin$20—Sin$35 per malam. Bagi dr Loh berwisata mancing seperti itu pemecah kejenuhan akibat rutinitas sebagai dokter anak di RS Mount Elizabeth, Singapura. Ssaat malam tiba, keluarga berputra 3 itu menikmati santapan ikan bakar hasil tangkapan sendiri.

Restoran

Tengah hari saat matahari tepat di atas ubun-ubun, Trubus melanjutkan perjalanan ke daerah Sungai Jang Km 4. Daerah tepi sungai itu ditempuh selama 10—15 menit dari Pelabuhan Sri Bintanpura, Bintan. Di sana terdapat restoran yang terkenal dengan kelezatan masakan laut. Orang banyak berdatangan lantaran mereka dapat menangkap dan memesan berbagai jenis ikan, kepiting, cumi-cumi, dan udang naga langsung dari keramba di tepi sungai. Di restoran Surya Indah Seafood, Trubus menikmati santapan aneka masakan laut segar.

“Inilah gonggong,” ucap Hanny, saat pramusaji datang membawa sepiring besar berisi siput berukuran bongsor, bercangkang berbentuk seperti terompet berwarna cokelat. Cara santapnya mudah saja. Keluarkan isi dari cangkang menggunakan tusuk gigi. Sebelum dilahap gonggong dicocol terlebih dahulu dengan sambal kecap.

Saat matahari mulai condong ke barat Trubus pun beranjak meninggalkan restoran. Sehari menikmati panorama pantai, memancing di laut lepas, dan mencicipi aneka masakan laut sungguh memuaskan batin. Sejuta kebahagiaan menikmati wisata bahari di Pulau Gurindam—nama lain Pulau Bintan—benar-benar tak terlupakan. (Rahmansyah Dermawan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img