Tuesday, November 29, 2022

Sekali Lagi Karena si Belang

Rekomendasi

Jodoh itu datang setelah bertahun-tahun penantian. “Sosoknya sempurna,” kata Handry Chuhairy yang langsung terpesona pada pandangan pertama.

 

Handry ingat perjumpaan itu terjadi pada awal 2010. Seorang kolega mengabarkan ada 2 anthurium variegata istimewa di tangan seorang kolektor di sebuah kota di Jawa Tengah. Handry bermaksud mengambil keduanya. Sayang, sang empunya hanya rela melepas satu saja. Untuk menggenapi, Handry boleh memilih anthurium variegata lain yang tak kalah apik, tapi untuk itu ia harus menunggu 3 bulan lamanya.

Penantian Handry pun terobati saat melihat sosok Anthurium jenmanii berdaun tebal dan bentuknya hampir menyerupai mangkuk sempurna itu. Warna variegatanya putih berpola abstrak seperti marble. Saking eloknya, anthurium variegata itu menjadi incaran beberapa kolektor.

Semua jenmanii

“Variegata putih seperti ini susah didapat dan jarang dijumpai,” kata Handry yang sudah mengoleksi anthurium sejak 2007. Pantas direktur pemasaran sebuah pasar swalayan besar itu harus bersaing dengan kolektor lain yang juga mengincar anthurium elok itu.

Di kediamannya, total jenderal Handry mengoleksi 7 anthurium variegata. Semuanya jenmanii. Sebab, “Performa tanaman yang roset membuat sosok jenmanii variegata terlihat cantik,” tutur kolektor aglaonema, kaktus, pachypodium, dan adenium itu. Sosok jenmanii juga terkesan kokoh karena karakter daun yang tebal. Kesan anggun sekaligus gagah membuat jenmanii menjadi “kelas tertinggi” di mata pencinta anthurium itu.

Nun di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Budi Tjahjana, pun merasa girang bukan kepalang. Satu di antara ratusan tanaman hasil persilangan antara jenmanii kobra dan jenmanii esmeralda menjelma jadi anthos oura variegata nan cantik.

Hasil perkawinan dua bunga ekor itu melahirkan anthurium bertulang daun persis kobra. Daunnya meliuk dan memanjang istimewa. Bentuk daun peralihan antara bulat dan sempit. “Daunnya tebal di atas rata-rata,” ujar Budi yang gemar menyilang-nyilangkan anthurium sejak 2007 itu. Bercak variegata berwarna putih menyebar pada tiap helai daunnya. Saat diperbanyak dengan cara potong bonggol, tanaman menghasilkan 5 anakan yang semuanya variegata mengikuti tetuanya. “Meski yang minat sudah banyak tetapi tidak saya lepas,” ujar Budi.

Koleksi lain, ukuran daunnya kecil, sempit, tetapi tebal. “Daunnya roset dan tertata apik seperti bunga. Saya dibuat jatuh hati olehnya karena semakin dilihat semakin cantik,” tutur pemilik perusahaan otobus Bus Ramayana itu.

Diam-diam meski tren anthurium sudah lama berlalu-2007-para kolektornya masih terus memburu jenis-jenis baru yang istimewa. “Kalau dulu yang diincar beragam varian bentuk, sekarang giliran anthurium mutasi,” kata Handry. Yang utama mutasi warna variegata dan golden. Bagi mereka kecintaan pada bunga ekor bukan hanya karena tren. “Semata-mata karena saya sudah jatuh hati pada keindahannya,” tutur Budi.

Menang kontes

Di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Trubus juga menjumpai anthurium variegata koleksi Chandra Gunawan. Sebut saja A. hookeri variegata yang diperoleh pria yang kerap bepergian ke mancanegara untuk urusan bisnis itu dari Thailand setahun silam.

Chandra menemukannya dalam sebuah ajang kontes adu cantik anthurium di Negeri Gajah Putih. Sejak awal ia sudah jatuh hati. Chandra berani membayar di muka hookeri yang akhirnya didaulat menjadi juara kedua pada kategori variegata itu sebelum lomba dimulai.

Yang tak kalah mempesona A. hookeri tricolor variegata. Tanaman yang diperoleh 4 tahun lalu itu cantik dengan 3 warna di tiap helai daunnya; putih, hijau, dan merah. Tangkai daun baru yang merah kian menambah atraktif tanaman kerabat keladi yang lambat tumbuh itu. Anthos oura masih menebar pesona. (Tri Istianingsih)

Belang Prima

Perawatan anthurium variegata sebenarnya tak berbeda dengan jenis normal berdaun hijau. Hanya saja warna kuning atau putihnya membuat daun anthurium belang rentan terbakar. Itu sebabnya Chandra Gunawan, Handry Chuhairy, dan Budi Tjahjana menyimpan koleksinya di bawah naungan plastik ultraviolet dan shading net berkerapatan hingga 60%. “Maksimal hanya 50% saja cahaya matahari yang masuk,” tutur Budi. Dengan begitu anthurium variegata tampil prima dan bergaya, semua pasti suka.

(Tri Istianingsih)

 

Keterangan Foto :

  1. Anthurium jenmanii variegata hasil persilangan Budi Tjahjana dari 10.000 biji yang ditanam
  2. Jenmanii variegata marble koleksi Handry Chuhairi
  3. Hookeri tricolor variegata, pertumbuhannya lambat
  4. “Pada anthurium, variegata putih lebih jarang dan sulit diperoleh,” tutur Handry
  5. Hookeri variegata koleksi Chandra Gunawan
  6. Tetua esmeralda dan kobra menghasilkan jenmanii berpenampilan prima pada koleksi Budi Tjahjana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img