Thursday, January 22, 2026

Selain Menawan, Telang Berpotensi Jaga Kadar Gula Darah

Rekomendasi
- Advertisement -

Salad lazimnya identik dengan aneka sayuran segar. Namun, Arini Suwarli menghadirkan pendekatan berbeda dengan menambahkan bunga-bunga yang dapat dimakan atau edible flower ke dalam sajian salad buatannya. Bunga telang, turi, hingga jantung pisang menjadi elemen utama yang mempercantik tampilan sekaligus menambah nilai kesehatan.

Warga Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, itu mengaku gemar berkreasi dengan bahan alami yang menyehatkan tubuh. Menurut Arini, bunga telang kaya antioksidan yang bermanfaat mencerahkan kulit dan membantu mencegah penuaan dini. Bunga berwarna biru keunguan tersebut juga berpotensi meredakan flu serta gangguan saluran pernapasan. “Manfaat mengonsumsi salad edible flower berpotensi memerangi radikal bebas,” ujarnya.

Dalam satu mangkuk salad, Arini memadukan bunga telang (Clitoria ternatea), bunga turi (Sesbania grandiflora), dan irisan jantung pisang (Musa paradisiaca). Ia meracik bumbu dari bahan alami berupa bunga kecombrang (Nicolaia speciosa), perasan lemon, cabai, garam, minyak kelapa, dan gula semut. Setelah seluruh bahan tercampur rata, salad bunga siap disantap.

Arini menuturkan, sensasi menyantap bunga terasa berbeda dibandingkan salad sayur pada umumnya. Gurih khas kecombrang berpadu dengan lembutnya kelopak bunga menghasilkan cita rasa unik dan segar. Ia memilih mengonsumsi bunga dalam keadaan mentah karena menganut pola makan raw food agar nutrisi tetap terjaga. Meski demikian, bunga juga dapat dikukus atau direbus sebentar agar lebih mudah dicerna.

Popularitas bunga telang kini kian meningkat. Tanaman yang dahulu tumbuh liar itu semakin banyak dimanfaatkan sebagai bahan minuman dan pangan sehat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsumsi bahan alami. Sejumlah riset ilmiah turut menguatkan manfaat bunga telang bagi kesehatan.

Periset Department of Biotechnology, Holy Cross College, Tamilnadu, India, Daisy dan rekan, membuktikan bahwa konsumsi rebusan daun dan bunga telang efektif menurunkan kadar gula darah, kolesterol total, trigliserida, urea, dan kreatinin. Dalam penelitian tersebut, subjek uji diberikan 400 mg rebusan bunga telang per kilogram bobot tubuh selama 84 hari. Hasilnya, terjadi peningkatan kadar insulin serum dan kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

Temuan serupa juga dilaporkan Sunarti dan Peppy Octavini dari Jurusan Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Harapan Bangsa. Riset yang dimuat dalam Journal of Pharmaceutical and Sciences itu mengungkap aktivitas antidiabetes ekstrak bunga telang pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi Streptozotocin–Nicotinamide. Seluruh fraksi ekstrak—n-heksan, etil asetat, dan air—menunjukkan aktivitas antidiabetes pada dosis 400 mg per kilogram bobot badan.

Penelitian lain oleh Muhammad Nurul Fadel dan rekan dari Universitas Muhammadiyah Kudus juga menegaskan potensi tersebut. Ekstrak etanol bunga telang yang dibuat melalui metode maserasi diuji pada tikus putih jantan yang diinduksi aloksan. Pemberian ekstrak dengan dosis 300 mg, 400 mg, dan 500 mg per kilogram bobot badan menunjukkan bahwa dosis tertinggi paling efektif menurunkan kadar gula darah, hampir setara dengan obat diabetes glibenklamid. Hasil penelitian tersebut dimuat dalam Indonesian Journal of Farmasi Vol. 8 No. 2 (2023).

Herbalis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menyebut bunga telang mengandung senyawa antiviral, antipiretik, antidepresan, dan antioksidan. Zat-zat tersebut berperan meningkatkan daya tahan tubuh serta mempercepat pemulihan. “Konsumsi rutin bunga telang dapat membantu mencegah penyakit akibat infeksi mikroba maupun virus,” ujarnya.

Meski demikian, konsumsi bunga telang tetap perlu memperhatikan batas aman. Lili Handayani, warga Jakarta Utara, mengingatkan agar penggunaan bunga telang tidak berlebihan. “Cukup satu hingga tiga kuntum untuk diseduh sebagai teh. Jika kebanyakan bisa menimbulkan efek tidak nyaman,” katanya.

Cantik dipandang, lezat disantap, dan menyehatkan tubuh, bunga telang bukan sekadar pemanis hidangan. Dari pengalaman penggunanya hingga pembuktian ilmiah, tanaman ini menunjukkan bahwa keindahan dapat berjalan seiring dengan manfaat kesehatan. Arini Suwarli pun terus memperkenalkan kelezatan salad bunga dengan harapan semakin banyak masyarakat mencintai pangan alami yang ramah bagi tubuh.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img