Thursday, August 11, 2022

Selamat Datang Debu Bintang

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Jutaan bintang bagai bertaburan di atas daun hijau tua itu. Lahirlah dracaena stardust.

Jutaan bintang itu noktah putih kekuningan yang menyelimuti hampir seluruh permukaan daun dracaena. Warnanya kontras dengan daun yang hijau mengilap dan tersusun kompak. Dari kejauhan tanaman anggota keluarga Asparagaceae itu begitu kemilau. Tak salah jika sang penyilang, Gregori Garnadi Hambali, menabalkan nama JT Stardust pada silangannya.

Stardust-berarti debu bintang-lahir dari hasil persilangan antara induk jantan jiew hoei dan induk betina cantleyna. Keduanya berasal dari tanahair. Induk jantan memiliki sosok daun lebar dan tipis sementara induk betina berdaun panjang dengan totol hijau muda samar. Totol-totol itulah yang diwariskan pada stardust dengan hasil lebih maksimal. Totol-totol menjadi tegas berwarna putih kekuningan yang menyebar di permukaan daun.

Buat Greg stardust salah satu kebanggaan. Harap mafhum menyilangkan dracaena terbilang sulit. “Serbuk sari yang dimiliki bunga dracaena sangat sedikit dan belum tetntu cocok dengan jenis dracaena lainnya,” tutur Greg. Bunga pun banyak rontok sebelum berkembang menjadi buah. Pantas menurut hobiis tanaman hias di Tangerang, Provinsi Banten, Handry Chuhairy, hasil silangan dracaena sulit ditemukan lantaran keberhasilan menyilangnya rendah. Stardust pun berpeluang menjadi incaran para kolektor.

Langka

Nun di Ciawi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dr Purbo Djojokusumo mengoleksi Dracaena fragrans twist. Tanaman setinggi 50 cm itu tampak semampai dengan sosok tanaman meninggi dan daun kompak. Daun Dracaena fragrans yang biasanya tumbuh melebar dan lurus menjadi keriting dengan kerutan dan lengkungan khas di setiap helai daun serta berukuran lebih kecil. Pertumbuhan daun pun memutar, sehingga tanaman mendapat embel-embel twist. Koleksi Purbo salah satu dracaena twist berukuran besar dengan penampilan paling prima. Maklum lazimnya saat tanaman tumbuh meninggi batang mudah patah.

Purbo membeli si daun berputar itu di Thailand pada 2009 saat tinggi tanaman kurang dari 10 cm. Kini pemilik nurseri Kreatif Flora itu sedang mencoba memperbanyak fragrans twist dengan cara memotong anakan dan menanam dalam media sekam bakar. Saat ini ada 15 pohon fragnan twist di kebun milik Purbo.

Purbo juga mengoleksi fragrans dengan corak daun berupa semburat kuning di bagian tengah. Semakin ke bagian atas daun warna kuning di bagian tengah daun kian kentara. Ada juga fragrans dengan strip warna putih di bagian tengah daun yang terlihat kontras dengan warna daun yang hijau tua. Daun tumbuh roset sehingga tanaman terlihat rimbun. Fragrans gold wave setinggi 1 meter tak kalah cantik dengan bentuk daun yang bergelombang dan warna strip kuning keemasan di pinggir daun.

Purbo juga mengoleksi dracaena lemon variegata. Bentuk daunnya kecil dan lancip dengan warna hijau kekuningan. Yang istimewa ada strip putih di kedua tepi daunnya. Sayang saat diperbanyak dengan cara setek hanya satu anakan dari 500 setek yang mengikuti karakter induk variegata, sisanya kembali normal. Koleksi lain, Dracaena cochinchinensis bagai semburan kembang api berwarna putih. Sayang, batangnya relatif rapuh sehingga butuh kayu menopang supaya tanaman tetap ajek.

Menurut Gunawan Wijaya, pemain tanaman hias di Sentul, Kabupaten Bogor, dracaena yang mengalami mutasi seperti menjadi variegata, kerdil, atau kristata, lebih istimewa ketimbang hanya berupa varian warna. “Apalagi jika perubahan bentuk itu juga disertai perubahan warna yang menarik,” tutur pemilik nurseri Wijaya Orchid itu.

Ir Edhi Sandra M, ahli fisiologi tumbuhan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), mengatakan mutasi terjadi akibat sebagian gen yang mengatur eskpresi bentuk mengalami kerusakan. Misalnya dracaena menjadi kerdil karena pertumbuhan tanaman pada bagian jaringan meristem alias titik tumbuh terganggu. Akibatnya, tanaman tumbuh ke samping karena pertumbuhan ke atas terhambat. “Kejadian itu jarang ditemui sehingga menyebabkan mutasi langka,” kata Edhi. Itu membuat dracaena istimewa pantas didamba. (Pranawita Karina)

 

Intensif

Demi menghadirkan sosok prima dr Purbo Djojohadikusumo menanam dracaena di dalam rumah tanam beratap plastik ultraviolet (UV) dan jaring penaung berkerapatan 70%. Dengan begitu tanaman cukup mendapat sinar matahari tapi aman dari guyuran hujan.

Dracaena ditanam dalam campuran media sekam bakar, tanah merah, pasir, kompos dengan perbandingan 4:4:1:1. Hara berupa pupuk organik cair, dosis 1 ml per liter setiap minggu. Penyiraman sekali sehari setiap pukul 14.00 hingga 16.00. (Pranawita Karina)

Keterangan Foto :

  1. JT Stardust, dracaena kebanggaan Greg Hambali hasil silangan induk asli tanahair
  2. Dracaena fragrans twist setinggi 50 cm timbuh kompak dan sehat
  3. Dracaena cochinchinensis dengan tepi daun berwarna putih
  4. Fragrans gold wave
  5. Dracaena lemon memiliki warna kuning polos di seluruh permukaan daunnya
  6. Dracaena lemon variegata
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img