Monday, November 28, 2022

Selamat Tinggal Batu Ginjal

Rekomendasi

 

Gara-gara batu mendekam di ginjal bagian kanan selama 1,5 tahun, pada Desember 2006, pinggang bagian kanannya sakit seperti tertusuk jarum dibarengi rasa panas yang menjalar. Ayah dua anak itu menganggap sakit pinggang biasa atau terkena masuk angin. Namun hingga keesokan hari, sakit tak kunjung pergi. Teten pun memanggil tukang urut dan mengkonsumsi tablet penghilang nyeri pinggang yang banyak beredar di pasaran. Sepekan berselang rasa sakit memang mereda.

Ia kembali beraktivitas sebagai konsultan terapis totok wajah. Lima bulan kemudian, nyeri hebat itu kembali menyerang. Pria berusia 42 tahun itu mengatasinya dengan meminum antinyeri pinggang. Sayang, kali ini kesembuhan tak kunjung datang. Malah, rasa sakit semakin menggila.

Teten tak tahan lagi sehingga memeriksakan diri ke rumahsakit. Diagnosis dokter, ia mengidap batu ginjal. Meski disiplin mengkonsumsi obat resep dokter rasa sakit tetap ia rasakan. Dua bulan kemudian sakit kembali kambuh. Pada Meret 2008, Teten kaget melihat urinenya bercampur nanah dan darah. Itu dibarengi dengan rasa sakit. Ia segera memeriksakan diri ke rumahsakit. Hasilnya, ginjalnya meradang akibat batu ginjal yang bersarang. Ia pun dianjurkan untuk segera menjalani operasi.

Oksalat

Menurut dr H Arijanto Jonosewojo SpPD, penyebab batu ginjal antara lain karena konsumi kalsium berlebihan. Kalsium, mineral paling dibutuhkan tubuh, 800 mg per hari. Kalsium mencegah osteoporosis, pembekuan darah, dan penyembuhan luka. Namun, ketika kalsium berlebih justru menjadi malapetaka. ‘Kalsium yang terlalu banyak bisa membuat magnesium terdesak dari albumin sehigga tidak tersalurkan lewat darah,’ kata dr Arijanto. Akibatnya ginjal tidak mampu memproses kalsium dan menimbulkan endapan batu ginjal. Kondisi itu disebut hiperkalsiuria alias kadar kalsium dalam air urine mencapai 200-350 mg per hari, Sebagai perbandingan, peningkatan 100 mg garam dalam makanan, meningkatkan 30 mg kalsium dalam urine.

Pola hidup yang terlalu banyak mengkonsumsi penganan kaya kalsium oksalat seperti minuman kola, kopi, dan teh kental, memudahkan terbentuknya endapan kristal batu. Teten gemar menyeruput teh kental manis minimal 3 gelas sehari ditengari memicu batu ginjal. Arijanto menyarankan untuk mencegah batu ginjal hindari konsumsi terlalu banyak bayam, sawi, bubuk cokelat, teh, dan kacang-kacangan. Arijanto menyarankan jangan menahan kencing untuk mencegah infeksi yang berakibat timbulnya batu ginjal.

Selain itu usahakan mengkonsumsi sedikitnya 1,5-2 liter air putih setiap hari. ‘Gunanya menghanyutkan zat tertentu, misal kalsium oksalat, agar tidak sempat mengkristal dan keluar melalui perantaraan urine,’ tutur dokter spesialis penyakit dalam alumnus Universitas Airlangga, Surabaya.

Betaglukan

Teten menolak saran dokter untuk operasi. Operasi terlalu menakutkan baginya. Di tengah kebimbangan, Sukaladi kerabatnya, menganjurkan Teten untuk mengkonsumsi ekstrak ling zhi Ganoderma lucidum. Teten menurut, karena berharap kesembuhan. Ia menelan masing-masing 5 kapsul ling zhi dan kapsul miselium ling zhi. Frekuensinya 2 kali sehari. Yang disebut belakangan merupakan ekstrak yang diproses dari bawah tudung jamur berumur 18 hari. Sedangkan esktrak ling zhi dewasa atau berumur 90 hari. Perubahan spektakuler terjadi tiga hari berselang. Tengah malam ia merasakan perutnya bergolak. Rasa sakit di saluran kencingnya semakin tak terasa sehingga ia bergegas ke kamar mandi. Ia pun mengerahkan tenaga.

Klotak….Tak lama berselang terdengar bunyi batu membentur lantai kamar mandi. Teten menarik napas lega. ‘Waktu itu rasanya plong,’ ungkap pria kelahiran 10 Juni 1966 itu. Takjub dengan yang dialaminya, ia memeriksa sumber bunyi. Batu seukuran biji pepaya teronggok di tepi saluran pembuangan air.

Batu itu yang membuatnya menderita. Kini, batu itu kerap dibawa oleh Teten. ‘Untuk kenang-kenangan,’ kata dia. Setelah itu rasa sakit yang kerap datang ketika buang air kecil pun hilang. Tak mau pengalaman buruknya terulang, Teten rutin meminum dua pasang kapsul ekstrak reishi-sebutan ling zhi di Jepang-dan miselium ling zhi dua kali sehari.

Menurut Dr Muhammad Ahkam Subroto MAppSc APU dari Puslit Bioteknologi, jamur ling zhi mengandung betaglukan. Polisakarida itu ampuh menyembuhkan pelbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan kolesterol dan darah tinggi. ‘Kandungan ling zhi membantu melancarkan peredaran darah dan metabolisme dalam tubuh,’ papar doktor lulusan University of New South Wales, Sydney, Australia, itu.

Betaglukan dalam famili Polyporaceae itu berperan melancarkan dan mencegah penumpukan kalsium. Penumpukan itu akibat ketidakmampuan kalsium berikatan dengan magnesium. Akibatnya terjadilah kristal atau batu ginjal. Ling zhi membantu kalsium agar bisa digunakan oleh tubuh dan tidak menumpuk dalam tubuh.

Arifin Lie, ganoterapis di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mengatakan jamur yang digunakan sejak kaisar Seh Nung (2737 SM) itu berperan dalam proses detoksifikasi dan penyelarasan fungsi tubuh. Germanium dalam ling zhi berperan dalam proses detoksifikasi. Betaglukan memegang peran dalam proses penyelarasan fungsi tubuh. Kandungan ling zhi mampu mengendalikan kondisi tubuh ke posisi normal. Tubuh mampu melawan pelbagai penyakit, termasuk di dalamnya batu ginjal. Berkat herba dewa-julukan ling zhi-kini Teten mengakhiri penderitaan akibat batu ginjal. (Faiz Yajri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img