Friday, December 2, 2022

Semah Pembawa Hoki

Rekomendasi

‘Ikan ini benar-benar dijaga ketat oleh adat,’ kenang Ir Etty Nurhayati, staf Balai Riset Perikanan Perairan Umum (BRPPU) di Sumatera Selatan-kini sudah mengundurkan diri-saat melakukan survei genetik ikan semah Tor sp itu di lokasi Wisata Cibulan dan Darmaloka di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada pertengahan 2008.

 

Dijaga adat? Ya ada kepercayaan ikan kancra- nama setempat-adalah ikan dewa. Ikan itu dikeramatkan, pantang dimakan dan diganggu. Ia dianggap sebagai ‘penjaga’. ‘Aroma mistisnya memang terasa kuat,’ ujar Muhammad Syukur di Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yang memelihara 15 kancra itu. Sebab itu saat mati kancra sampai dikafani dan dikubur layaknya manusia.

Etty berhasil mendapat sampel kancra 3 hari kemudian. Ikan itu berasal dari Talagaremis, masih di Kabupaten Kuningan. Namun, Etty mesti menebus seharga Rp1,5-juta/ekor untuk ikan berbobot 2 kg sepanjang 50 cm. Cukup mahal. Pantas saat wartawan Trubus Tri Susanti mendatangi kolam Syukur pada akhir Juli 2008, kolam tanah 16 m x 12 m beralas pasir dan kerikil itu dipagari tembok tinggi berpagar kawat. Kolam pun diberi ‘ranjau’. Ranjaunya batang bambu utuh dengan daun serta cabang yang ditenggelamkan. ‘Supaya pencuri sulit masuk karena ikan ini harganya mahal,’ ujar Syukur.

Menurut Dr Ali Suman, kepala BRPPU, ikan semah perlu diteliti lebih jauh. ‘Ikan itu salah satu spesies kunci yang belum sukses dibudidayakan intensif,’ ujar Ali yang bersama timnya tengah mendata semua jenis semah di tanahair itu. Sejauh ini sebaran semah cukup luas. Mulai dari Jawa Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, sampai Sumatera Utara. Uniknya di semua provinsi itu semah dianggap bintangnya ikan air tawar. ‘Rasa dagingnya lezat sehingga dulu hanya raja dan para bangsawan yang boleh memakannya,’ kata Syukur.

Sejatinya ikan batak-sebutan di Danau Toba Sumatera Utara-terdiri dari 4 spesies: soro, tamara, douronensis, dan tambroides. Jenis soro dominan hidup di Jawa Barat. Douronensis lebih banyak terdapat di perairan deras berbatu di hulu sungaisungai di Sumatera. Meski demikian bagi warga etnis Tionghoa jenis tambara yang punya corak sisik keemasan paling dicari. Tambara dipakai sebagai makanan persembahan karena membawa hoki.

Secara kasat mata sulit membedakan keempat spesies itu. ‘Makanya perlu tes DNA dengan mengambil sisiknya,’ ujar Etty. Kalaupun dicoba tanpa tes DNA, minimal perlu membandingkan 32 karakter morfometrik yang tidak gampang dilakukan. Langkah paling mudah, membedakan jantan dan betina saat musim kawin Mei-Juli. Sungut jantan ada bintik putih tebal. Pada betina bintik itu samar-samar.

Sesungguhnya tak mudah menemukan semah di habitat aslinya. Trubus bersama tim BRPPU yang menelusuri Sungai Danau Talang Merunggang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tak menemukan seekor pun. Padahal 4 pencari ikan andal setempat sudah disewa dan dipersenjatai setrum listrik 12 volt. Dari titik koordinat S03o56’40” dan E103o30’58,7” mereka bergantian menyetrum, menyelam, lalu mengobok-obok setiap jengkal batu besar di sungai.

‘Ikan semah tinggal di sela-sela batu berair deras,’ ujar Mahidin, pencari ikan asal Desa Kebonagung. Hampir 2 jam menyusuri sungai itu yang didapat hanya lenjing Macrognatus sp, kepiak Mystacoleucus marginatus, dan mohaiko Osteocheillus sp. Namun, hasil itu tak terlampau mengecewakan sebab di pagi hari saat melalui Sungai Air Keruh di Tanjung Mulak, terjala seekor semah berukuran sejengkal orang dewasa.

Bagi Mahidin mendapat semah adalah berkah. Harap mafhum ikan itu punya harga jual tinggi. ‘Di kota Lahat bisa Rp60.000-Rp70.000/kg,’ ujarnya. Namun, jika hasil tangkapan sedikit ikan lebih baik dinikmati bareng teman atau keluarga. Selain diolah dagingnya, sisik dan kepala sangat lezat di-bekasam. ‘Kepala dan sisik dibusukkan dulu seminggu di toples baru dijadikan lauk,’ kata Mahidin. (Dian Adijaya S)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img