Wednesday, August 10, 2022

Semarang Koi Club Contest 2008 – Saling Jegal Sesama Showa

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Koi sepanjang 49 cm bertipe kindai showa (didominasi warna putih, red) itu memang punya warna merah dan hitam solid. Keistimewaan lain, ‘Corak di ujung mulut dan pangkal sirip ekor serasi,’ kata Suwira Susanto, juri asal Jakarta. Pada kedua bagian tubuh showa berumur 2 tahun itu juga dihiasi corak hitam pekat yang menjadi pembuka sekaligus penutup corak 4 step di tubuhnya.

Rivalnya, showa berukuran 43 cm meski punya kualitas prima, tetapi pattern warnanya tipis. Corak pembuka dan penutup juga kurang serasi. Ujung mulut bercorak merah, sedangkan pangkal sirip ekor hitam. ‘Selain itu, tubuhnya terlihat kurus,’ ujar Suwira. Semua itu biang kerok kekalahannya.

Sashi

Kekurangan pada sashi dan kiwa menjadi ganjalan beberapa koi untuk melaju menjadi juara. Tak terkecuali kohaku milik Liem Chie An asal Magelang, rival showa di kelas 46-50 cm. Para juri sempat bingung menentukan yang terbaik di antara keduanya. ‘Showa dan kohaku paling menonjol di kelas ini. Keduanya sama-sama menarik,’ ujar Kiki. Panjang keduanya juga tak jauh beda: kohaku 48 cm; showa 49 cm.

Walhasil, penentuan juara yang biasanya berjalan tak lebih dari 5 menit itu molor hingga 10 menit. Para juri tak hentihentinya memutar plastik pembungkus koi untuk memperhatikan lebih jelas kekurangan dan kelebihan masing-masing. ‘Sashi kampiun kohaku kurang bersih. Terlalu lebar, sehingga warna merah di tubuhnya terlihat berbayang.’ ujar Ilham Lim, juri dari Surabaya. Kampiun showa milik Agung Doddy Ferlanda pun punya kekurangan, tetapi bukan cacat karena masih bisa diperbaiki. ‘Perutnya agak melebar, tapi masih terlihat seimbang,’ tambah Ilham.

Kategori junior young champion A menampilkan kohaku klangenan Koi Gallery dari Semarang sebagai pemenang. ‘Ikan ini memiliki shiroji -warna dasar putih-yang bersih,’ kata Kiki. Tubuhnya didominasi pattern merah yang tampak seperti saling bersambungan. Merah nya pun solid dengan sashi dan kiwa tegas.

Kohaku sepanjang 31 cm itu berhasil mengungguli rival terberatnya, kampiun showa sanshoku dari kelas serupa. ‘Corak hitam di tubuh showa masih kurang fi nish, belum menyatu dan kurang solid,’ ujar Kiki. Hal lain yang membuat showa sepanjang 32 cm itu kalah: batas corak merah dan putih-sashi-tidak tajam.

Diminati

Jika di kelompok gosanke, duel sengit didominasi kohaku dan showa sanshoku, pada non-gosanke, jenis ikan peraih juara bervariasi. Young champion B diraih oleh kinginrin A milik Roy Sutikno dari Semarang. Untuk gelar junior young champion B, baby champion B, dan junior baby champion B berturutturut diraih oleh kawarimono, hikarimono, dan goshiki.

Kontes yang diadakan 30-31 Agustus 2008 di pelataran Mal Sri Ratu Pemuda Semarang itu diikuti 163 koi yang datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Blitar, Yogyakarta, dan Solo. ‘Animo peserta lumayan bagus, terutama yang datang dari luar kota,’ ujar Rudy Hurwanto, panitia kontes. Koi Gallery dari Semarang akhirnya dinobatkan sebagai juara umum dengan total nilai 7.575, disusul Fariz Koi 5.425 angka. Dari 18 koi yang dibawa Koi Gallery, 14 di antaranya menjadi kampiun. (Tri Susanti)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img