Monday, August 8, 2022

Sembilan Hari Sembuh Radang Payudara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Siang hari itu seperti biasa Juju-begitu ia biasa dipanggil-melakukan pekerjaan rutin menjahit keset dari potongan kain perca. Usaha dagang kerajinan tangan Dian Perca milik Nursari, kakaknya, memang tengah menanjak. Dalam sepekan terakhir, pesanan keset berbentuk oval cukup banyak. Sebagian pesanan ditangani oleh Juju. Juju menargetkan 20 keset selesai dalam sehari. Walau bekerja sendiri, saya harus punya target agar selesai tepat waktu, ujar ibu satu anak itu.

Hari itu Juju bekerja sampai lupa beristirahat. Padahal, dalam sehari biasanya ia hanya mengerjakan 10 keset. Rasa sakit pada payudara kirinya diabaikan begitu saja. Juju memang kerap merasakan sakit yang sama setiap 1 – 2 h a r i sebelum masa menstruasi. Sejak remaja selalu begitu, ujarnya.

Seusai menjahit, ia berangkat ke rumah ibadah. Rasa sakit itu makin menjadi. Namun, lagi-lagi ia mengabaikannya. Pukul 20.00, saat bersantai menonton televisi, tidak sengaja tangannya menyentuh payudara kanan. Ternyata ada benjolan seukuran buah kemiri di bagian bawah. Waktu disentuh, sakitnya bukan main, kata Juju. Ia mengolesinya dengan minyak kayuputih. Walau tidak meredakan rasa sakit, toh hanya itu yang bisa ia lakukan. Malam kian larut, tidak ada dokter yang masih praktek.

Peradangan

Pikiran Juju melayang tak keruan. Saya tidak nyenyak tidur lantaran rasa sakit, ujar wanita kelahiran Semarang itu. Paginya segera ia menemui dokter. Di daerah tempat tinggalnya, Boja, Kendal, tidak ada dokter spesialis penyakit dalam. Jika memilih dokter spesialis, ia harus bersabar menempuh perjalanan selama 1 jam ke Semarang. Maklum, tempat tinggalnya berjarak 45 km dari pusat kota Semarang.

Dokter mendiagnosis benjolan itu merupakan peradangan payudara. Walau bukan tumor payudara, perasaan takut tetap hinggap di benaknya. Pagi itu ia pulang membawa 4 macam obat yang diresepkan dokter. Tiba di rumah, suaminya, Budi Santoso, malah melarangnya meminum obat itu. Sudah, minum saja chlorocure dan teh rooibos, kata Budi. Ia pun mulai mengkonsumsi seduhan the tanaman Aspalathus linearis. Satu sachet diseduh dalam 8 gelas air dan diminum setiap hari.

Kapsul chlorocure berisi ekstrak klorofil spirulina dan kunyit, produk dari perusahaan yang sama. Kapsul itu rutin dikonsumsi Juju 3 kali sehari sebanyak masing-masing 2 kapsul. Empat hari mengkonsumsi kapsul dan seduhan teh, benjolan justru mengeras. Tetapi tidak terasa sakit, ujar Juju. Itulah sebabnya ia melanjutkan konsumsi herbal itu. Tiga hari kemudian, benjolan mulai mengecil. Hingga pada hari ke-9, benjolan hilang tanpa meninggalkan bekas. Walau sudah sembuh, Juju tetap mengkonsumsi secangkir teh rooibos setiap hari.

Infeksi

Mengapa rooibos dan chlorocure mampu menyembuhkan peradangan? Riset Negi, peneliti Central Food Technological Research Institute, Mysore, India, membuktikan efek antibakteri kurkumin. Kurkumin yang diperoleh dari ekstrak kunyit dipisahkan dengan menggunakan pelarut heksana pada suhu 60o. Dari hasil uji, kurkumin aktif menumpas berbagai bakteri seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa.

Bukti itu diperkuat oleh penelitian in vitro Bhavani Shankar dari lembaga yang sama: fraksi minyak kunyit mampu menekan pertumbuhan beberapa bakteri seperti Streptococcus, Staphylococcus, dan Lactobacillus. Efek antipembengkakan juga diperoleh dari kurkumin. Kurkumin bekerja menghambat aktivasi NF-kappaB yang menjadi target pengobatan lantaran protein itu mengendalikan senyawa penyebab peradangan.

Klorofil yang terkandung dalam chlorocure berperan sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh dan membantu proses pengeluaran racun dalam tubuh termasuk menangkal radikal bebas. Zat hijau daun yang diekstrak dari spirulina itu juga lebih mudah diserap tubuh.

Sedangkan teh rooibos kaya flavonoid dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan berperan melindungi sel tubuh dari pengaruh radikal bebas yang menyebabkan peradangan. Tanaman asal Afrika Selatan itu juga mengandung quercetin-senyawa antioksidan yang berperan sebagai agen antipembengkakan.

Menurut Dr Arijanto Jonosewojo, SpPD, peradangan payudara antara lain disebabkan infeksi bakteri seperti Streptococcus dan Staphylococcus. Gejalanya timbul benjolan memerah yang terasa sakit bila disentuh. Bisa juga disertai demam, ujar dokter yang berpraktek di RSUD dr Soetomo, Surabaya itu.

Lama-kelamaan benjolan pecah mengeluarkan nanah. Itu berbeda dengan tumor jinak yang tanpa gejala sakit dan tidak sakit bila dipegang. Selain itu, benjolan tumor jinak seperti bola, bisa bergeser. Tidak melekat di bawah kulit, tutur Arijanto.

Walau tidak seganas tumor jinak, peradangan perlu diwaspadai. Terutama pada perempuan yang memasuki masa menopause. Setelah memasuki masa menopause, benjolan pada payudara perlu diwaspadai karena kemungkinan besar mengarah pada tumor ganas, tutur dokter yang juga bertugas di Rumahsakit Surabaya Internasional itu. Dengan cara kerja itu, paduan rooibos, kurkumin, dan klorofil spirulina mampu mengatasi peradangan payudara Juju. (Kiki Rizkika)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img