Sunday, May 19, 2024

Sembilan Langkah Budidaya Daun Insulin

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Tanaman yakon Smallanthus sonchifollius di Peru populer sebagai tanaman obat yang ampuh mengendalikan kadar gula darah.  Daun insulin itu di tanah air mulai populer pada 2007.

Yakon kerap mendapat julukan daun insulin. Ukuran tanaman yang tumbuh di lahan berketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut (dpl) itu bervariasi.

Menurut dosen di Jurusan Agroteknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Dr. Cecep Hidayat M.P., dalam budidaya tanaman obat sebaiknya dibudidayakan secara organik dengan memanfaatkan pupuk kandang sebagai sumber nutrisi.

“Penggunaan pupuk kimia sebaiknya seminimal mungkin. Jika terlalu banyak, akan menyisakan bahan kimia yang terakumulasi pada produk yang hendak dikonsumsi,” kata alumnus Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, itu.

Syarat tumbuh daun yakon yakni dataran tinggi ketinggian 1000 dpl,  suhu harian 260 C dengan kelembapan 65—95% dan penyinaran 10—13 jam.

Tahap Budidaya Daun Yakon

  1. Siapkan sumber bibit berupa anakan dari tanaman tua (tanaman tua rata-rata 7-8 anakan). Pisahkan dengan cara dicabut dari indukan namun tak mengganggu perakaran.
  2. Tanam anakan di bedengan tanah untuk pembibitan dengan jarak tanam 10 cm x 10 cm. Bibit siap tanam pada umur 14 hari setelah tanam dalam polibag atau saat tinggi bibit minimal 5 cm. Sambil menunggu bibit siap tanam, cangkul tanah hingga kedalaman 30—40 cm agar gembur sehingga mempermudah pertumbuhan akar.
  3. Membuat bedengan berukuran 1 m x 3 m. Setiap bedengan terdiri atas 12 tanaman dengan jarak tanam 50 cm x 50 cm. Jarak antarbedengan 1 m. Jadi, di lahan 1 ha terdapat rata-rata 1.666 bedengan dengan jumlah populasi 19.992 tanaman. Berikan 500 gram pupuk kotoran kambing matang per lubang tanam atau 6 kg per bedengan. Pupuk itu ia taburkan di permukaan bedengan kemudian diaduk hingga merata
  4. Tutup bedengan dengan mulsa plastik.
  5. Buat lubang berdiameter 10 cm di permukaan mulsa dengan jarak antarlubang 50 cm x 50 cm.
  6. Pindahkan bibit dari dalam polibag ke lubang tanam. Penanaman sebaiknya pada awal musim hujan atau biasanya pada September.
  7. Pada 15 hari setelah tanam, berikan pupuk lanjutan berupa pupuk KCl. Larutkan pupuk dengan konsentrasi 4 kg per 200 liter air (1 drum), kemudian menyiramkan 50 ml ke setiap lubang tanam. Setiap 1 drum larutan pupuk cukup untuk lahan 2.000 m2.
  8. Siram tanaman secara rutin. Saat musim hujan penyiraman minimal 2 pekan sekali, musim kemarau 5 hari sekali. Adapun penyiangan cukup sekali pada umur sebulan setelah pindah tanam.
  9. Panen daun yakon pada umur 2,5 bulan setelah tanam. Panen pertama untuk merangsang pertumbuhan daun. Panen daun yakon hingga tersisa 2—3 daun dari pucuk. Kembali panen dari tanaman sama 25—30 hari setelah panen. Yakon dapat dipanen hingga umur 7—8 bulan atau sekitar 6 kali panen dalam satu siklus budidaya.
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img