Saturday, April 13, 2024

Sensasi Rasa Alpukat pada Buah Langka Kalangkala

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Buah kalangkala Litsea garciae berwarna merah seukuran bola pingpong. Buah itu termasuk langka. K Heyne dalam bukunya Tumbuhan Berguna Indonesia melaporkan L. garciae yang bersinonim dengan L. sebifera asli Pulau Jawa, terutama di daerah Priangan.

Iklim yang lembap dan hujan yang merata cocok untuk pertumbuhan huru tangkulak—nama kalangkala di Sunda. Dulu masyarakat pedesaan di Pulau Jawa mengolah biji dan buah kalangkala sebagai bahan baku minyak untuk lampu penerangan.

Artinya selain buah konsumsi, kalangkala juga sebagai sumber bioenergi. Penyebarannya hingga ke Pulau Bangka dan Kalimantan.  Laman e-Prosea justru mencatat bagnolo—sebutan kalangkala dalam bahasa Tagalog—berasal dari Filipina lalu menyebar ke Pulau Bangka, Jawa, dan Semenanjung Malaysia.

Di Pulau Bangka, Provinsi Bangka-Belitung, penduduk menyantap malik dengan cara mencelup buah matang ke dalam air panas selama 1—2 menit. Lalu buah dicocolkan pada sambal berupa garam yang ditumbuk dengan cabai dan dimakan dengan nasi hangat. Rasanya jadi seperti melalap alpukat.

Di Pulau Jawa kini tanaman wuru lilin hampir tak terlihat jejaknya. Kalangkala justru kerap disebut sebagai buah hutan Kalimantan. Citarasa mirip alpukat beralasan karena keduanya masih sekerabat. Sayang kulit buah yang tipis dan lunak gampang memar dan menghitam sehingga tak tahan pengangkutan jarak jauh.

Berdasarkan riset di India Buah tangkalak mengandung asam laurat hingga  71 %. Jumlahnya lebih besar daripada asam laurat asal kelapa—sumber utama asam laurat nabati—yang hanya 44—52%. Dunia farmasi mengenal asam laurat sebagai asam lemak rantai sedang yang bersifat antibakteri, antiprotozoa, dan antivirus.

Air susu ibu (ASI) sumber utama asam laurat. Konsumsi pucuk daun kalangkala membantu memperbanyak dan  melancarkan produksi air susu ibu (ASI). Rasanya mirip pucuk jambu bol.

Cara lainnya daun dijadikan param dengan campuran adas dan pulasari. Oleh karena itu seperti kata Greg perlu penelitian khusus untuk kalangkala. Sebab, banyak manfaat dari avokad Kalimantan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img